Mendesain kemasan perlu tau seluk-beluk klien? Hal apa saja yg mendasari desain kemasan? Bagaimana kalau produknya pendatang baru?

Augusty Katherina:
Malam Pak Rustan.. Saya tidak sengaja menemukan blog bapak, sangat menarik, memperkaya saya sebagai graphic desainer. Pak Rus, pakah dalam merancang desain kemasan sebuah produk, kita juga harus mengetahui seluk beluk perusahannya, seperti halnya kalau kita mau mendesain logo? kira-kira apa saja pak yang perlu diketahui dari klien untuk mendesain kemasannya. Terima kasih

Surianto Rustan:
Halo,
Sy rasa dlm mendesain, apapun bentuknya – apakah itu logo, iklan, papan nama, maupun kemasan, dll – semua hrs dimulai dr riset.
Riset ada 2: eksternal & internal perusahaan klien.
Eksternal: riset pasar, trend industri tsb, pesaingnya, dll.
Internal: riset perusahaannya, produknya, sejarah, manajemen, visi misi, kepribadian perusahaan & etos kerja, pabrik, produksi > supply chain, dr bhn baku hingga siap dipakai konsumen, riset karyawan, partner, prestasi, dll

Mgkn tdk semua itu perlu dilakukan dlm rangka mendesain kemasan, tp silahkan lihat & tentukan yg mana sj yg diperlukan, mungkin riset pesaing utk melihat apa yg dilakukan pesaing dlm memenangkan pasar (desainnya, bentuk, warna, iklan, promo, dll), mungkin riset kepribadian visi misi perusahaan utk menangkap sifat2 positif mrk & utk kelak direfleksikan dlm bntk visual, mungkin riset supply chain utk mengetahui ukuran, berat, bahan, dll yg plg enak digenggam konsumen, sedikit mgkn penggunaan bahan spy efektif & mengurangi sampah, tp jg efektif utk dimasukkan ke box isi 20, box bsr isi 100, box dimasukkan ke mbl box, kontainer, dll.

Jd desain tidak hanya penampilan kulit, tapi mengenai kecerdasan & kebijaksanaan si pelakunya 🙂
Sekian dulu, smg berguna 🙂

Augusty Katherina:
Sangat berguna, terima kasih pak Rustan.. Saya lagi ada proyek mendesain kemasan produk kopi untuk kemasan premium dan ekonomis. kalau dilihat sekarang ini sdh byk sekali produk kopi yg dijual. jadi saya pikir mgk akan sdkt sulit utk bs menarik perhatian audience bila disandingkan dgn produk2 lain yg sdh dikenal. boleh minta sedikit masukannya pak Rus.. hal apa yg mendasari perancangan sbh kemasan, apakah lbh kpd pemenuhan kebutuhan audience atau mgk pemenuhan keinginan klien atau apa pak?

Banyak desain kemasan kopi yg menggunakan gbr kopi + secangkir kopi. menurut pak Rustan, itu gambaran  desainer yg kurang kreatif atau memang sebaiknya ya seperti itu utk menggambarkan sbuah produk kopi? Tp ada jg produk kopi yg kemasannya sama sekali tdk memakai 2 gbr tsb, spt starbuck. apakah hal itu dilandasi oleh krn starbuck sdh sgt dikenal sbg produk kopi? lalu bagaimana dgn produk yg baru spt klien saya? mohon pencerahannya pak Rustan.
Terima kasih.

Surianto Rustan:
Halo lagi 🙂
mohon maaf baru balas hari ini.
utk menjawab ha; apa yg mendasari desain kemasan – saya rasa cukup relevan juga mendasari desain apapun – adalah: banyak hal. contohnya:
– audience. behavior/kebiasaannya: warna kesukaannya? gimana cara dia membuka kemasan? kapan dia ngopi? kesukaannya: misalkan varian rasa apa yg paling disukainya? kebutuhannya: apa utk diminum sendiri? atau dia sajikan utk keluarga/teman?
dia butuh utk dibawa diperjalanan? kemping? piknik? atau di rumah saja?
semua itu mempengaruhi desainnya, baik desain kemasannya, desain grafisnya, desain produknya (serbuk? cairan? dll), desain distribusinya (saset jual di warung, box jual di pasar swalayan, dll)

itu tadi baru audience. dari segi klien tentu juga pengaruh, krn biasanya klien sdh pny tim produk analis / tim riset sendiri yg paling tau soal sifat & karakteristik produknya (apabila dlm kasus desainer tidak merisetnya sendiri), dan klien biasanya punya visi misi & strategi perusahaan & produk.

banyak lagi faktor lainnya: misalnya personal aesthetic desainer (desainer profesional biasanya punya ciri desain tertentu yg mau ditonjolkan dlm tiap hsl karyanya misalnya), trend desain global (warna / style tertentu lagi trend misalnya), karakteristik produk secara umum (kopi arabica paling kuat aromanya misalnya), dll, dll.

tugas desainer menyelaraskan semuanya itu dengan satu tujuan yg paling utama ditanamkan dibenaknya: produk harus laku!

stlh saya kaji, kriteria desain yg cukup penting adalah: unik (different from others), ini membuat produk tsb menonjol. tp hrs lihat dulu faktor2 yg mendasari desain tadi, misalnya utk dipasarkan ke audience golongan ekonomi bawah, mereka mgkn ga ngerti kalo desainnya terlalu abstrak, jadi kopi hrs ada gambar kopinya, shampo hrs ada gambar rambut orangnya, dll. jadi kembali lagi hrs melihat segala faktor tsb.

itulah pentingnya riset, riset, riset. tanpa riset mungkin bisa saja menghasilkan desain yg bagus juga, tp jgn2 produk tsb jd ga laku, apalagi sudah dicetak jutaan & didistribusikan ke seluruh Indonesia. betapa sia2 jadinya. produk gagal = desainer gagal = reputasi jatuh.

Sekian dulu Mba Augusty,
smg bermanfaat.