Konsep dalam desain & bagaimana menjelaskan ke klien soal harga desain?

    Riza Arfian Bahasuan
        siang pak… grin

    Surianto Rustan
    11 hours ago
        halo Mas Riza

    Riza Arfian Bahasuan
    11 hours ago
        lagi sibuk pak? mau ngobrol ngobrol seputar desain nih… (nyolong ilmu) hehe

    Surianto Rustan
    11 hours ago
        silahkan, tapi saya nyambi ya

    Riza Arfian Bahasuan
    10 hours ago
        yang dimaksud dengan konsep desain itu seperti apa ya pak? apakah seperti makalah, coret sketsa awal desain atau apa ya?

    Surianto Rustan
    10 hours ago
        istilah konsep sgt luas, tapi umumnya mengarah pada: segala proses yang dilakukan sebelum mendesain dan produksi.
        pada intinya ada 3 tahap mendesain: 1. riset, 2. strategi, 3. mendesain (kalo di desain grafis: mendesain visual)
        nah konsep itu adalah poin 1 dan 2.

    Riza Arfian Bahasuan
    10 hours ago
        ooo, paham paham… grin

    Surianto Rustan
    10 hours ago
        tp ada juga pada tahap desain visual hrs dibuat lagi konsep visualnya, nah jd intinya konsep ini adalah pra-desain

    Riza Arfian Bahasuan
    10 hours ago
        misalnih, ada klien, ketika brief sudah diisi, kemudian, kita (desainer & tim) melakukan riset, menyusun strategi (konsep), dan kemudian riset dan strategi itu yang dipresentasikan ke klien sebagai konsep ya pak?
        konsep visual itu sperti sketsa awal ya?

    Surianto Rustan
    10 hours ago
        iya, bisa dikatakan begitu. kl saya sih tidak suka pakai kata konsep, krn sifatnya umum sekali, tidak spesifik. kalo saya akan bilangnya: “Pak ini hasil riset yang sdh kami analisa, lalu kami jadikan landasan strategi yg kami ambil sebelum mendesain”. jadinya spesifik.

    Riza Arfian Bahasuan
    10 hours ago
        iya juga ya, kalau konsep visual itu seperti sketsa diatas kertas ya?

    Surianto Rustan
    10 hours ago
        iya, betul Mas

    Riza Arfian Bahasuan
    10 hours ago
        mmm, berarti selama ini saya baru menggunakan konsep visual saja…

    Riza Arfian Bahasuan
    9 hours ago
        mau tanya lagi, tapi bingung mau tanya apa, hehe, btw, trimakasih pak atas kucuran ilmunya…
        ^.^

    Riza Arfian Bahasuan
    9 hours ago
        semangat siang! grin

    Surianto Rustan
    about an hour ago
        silakan tanya saja Mas, pasti saya jawab kalo pas online

    Riza Arfian Bahasuan
    51 minutes ago
        oia, pak, gmana ya jelasin ke klien knp desain itu harganya puluhan ribu…
        soalnya saya udah berusaha jelasin, ujung ujungnya kalau ga’ ditawar jaauuuuh sekali, ya sya good bye…
        (bahkan ada yang bilang “lho mas, biasanya saya ga’ pakai harga desain”) itu yang bikin gimana gitu…

    Surianto Rustan
    44 minutes ago
        kalo saya selalu mengusahakan harus temu muka dengan klien. biasanya miting ke kantornya. saya bersikap sbg konsultan, saya yg tau desain itu apa, siapa itu desain grafis, bagaimana itu proses desain. tapi semua itu tidak dipaksakan ke klien kalau mereka tidak mau tahu. yang pasti dlm miting awal tsb saya hrs tau siapa si klien itu, dengan menanyakan secara rinci siapa mereka, apa produknya, servicenya, siapa pesaingnya, siapa konsumennya, sejarah perusahaan, manajemen, cabang, agen, distributor, dll, setelah kira2 ckp lengkap, saya minta ijin memperkenalkan diri

    Surianto Rustan
    44 minutes ago
        ini bagian yg penting: memperkenalkan diri.
        di sini saya memperkenalkan siapa saya, visi misis saya, apa yg saya kerjakan, siapa klien yg pernah saya servis, produk dan jasa saya, metode kerja saya, parter kalau ada, kantor, dll
        dan protfolio, hasil kasya yg pernah dibuat.

    Riza Arfian Bahasuan
    37 minutes ago
        waw, seperti itu yaa…
        siap pak! akan saya praktikan segera…
        (^.^)7

    Surianto Rustan
    28 minutes ago
        O iya, perkenalan diri saya ini dalam bentuk powerpoint, jadi terlihat secara visual, boleh juga kalau ada karya jadinya. dengan melihat dengan visual dan penjelasan lisan, maka klien ada gambaran siapa diri saya, “ooo ini orang ternyata bukan desainer di tempat fotokopi / digital printing”, “ooo ini orang kerja pake konsep”, ooo desain ada langkah2 kerjanya ya, ternyata pake riset ya, ternyata ga cuma visual semata, ternyata ga cuma masalah selera ya”

    Surianto Rustan
    27 minutes ago
        nah, masalahnya apa desainer itu tau desain grafis itu apa? bagaimana mau menjelaskan ke klien kalau desainernya sendiri tdk tau? jadi supaya dianggap ahli, saya sendiri harus tau siapa saya dan apa yg saya kerjakan ini.
        untuk itu apa mungkin sudah baca ini: http://dgi-indonesia.com/bukamata/
        setelah mengetahui siapa klien dan apa kebutuhannya, serta memperkenalkan diri, barulah boleh bicara harga

    Riza Arfian Bahasuan
    9 minutes ago
        wah, selama ini belum sejauh dan sedalam itu informasi yang saya berikan ke klien, ga’ heran klu banyak yang gimana gitu ya…

    Surianto Rustan
    7 minutes ago
        iya, krn mereka belum kenal siapa kita, terutama kitanya sendiri belum terlalu kenal diri kita
        maklum saja kalau mereka beraninya harga murah
        btw apakah saya boleh upload percakapan ini ke blog saya surianto.wordpress.com? supaya makin byk org yg turut paham

    Riza Arfian Bahasuan
    5 minutes ago
        sangat boleh sekali pak… grin
        sangat menginspirasi…

    Surianto Rustan
    5 minutes ago
        baik kl bgt, terima kasih Mas Riza atas kesediaannya smile

    Riza Arfian Bahasuan
    4 minutes ago
        btw saya jadi ingat sebuah kata Erwin Aksa dalam sebuah seminar yang saya hadiri, “Profesional itu dimulai dari diri sendiri”…
        seorang profesional memang harus benar benar memahami apa yang dilakukannya, dan profesional memang pantas dibayar mahal…
        #kesimpulan grin

Mendesain Company Profile tanpa wawancara dengan Klien

Tati Pertiwi
Hallo Pak Rustan apa kabar?
aku mau minta bimbingannya mengenai cara mendapatkan brief selain dari klien.
aku disuruh (bukan diminta) untuk membuat company profile sebuah perusahaan kecil. Namun karena ini adalah tantangan yang diberikan si-empu-nya, jadi briefnya hanyalah “lihat saja di website kami”.
untuk isi comp profile aku udh baca2 di om gugel hehe. namun untuk menentukan bgmn desain yang cocok untuk comp frofile mereka caranya bagaimana ya pak?
langkah apa saja yang bisa aku ambil sebelum menentukan desain. dalam hal ini “mewawancarai keinginan klien” sepertinya ndak bisa krn sesuatu hal.
makasih banyak bapak rustan [:)]

Surianto Rustan
February 23
Halo Mba Tati,
ini masukan dr saya yg sgt terbatas pengetahuannya:
sayang ya, padahal semaikn byk dan lengkap data hasil riset (website, wawancara owner, wawancara staff, kuesioner target audience bila perlu, dll) maka semakin tepat strategi pemecahannya.
soalnya website itu utk konsumsi umum, sedangkan yg dibutuhkan adalah wawancara personal. perumpamaanya begini:
misalnya kamu ada masalah, tidak mungkin kamu curhat ke semua orang sedunia tanpa pandang bulu, pastinya kamu hanya curhat ke teman2 dekat atau keluarga yg kamu tahu persis dapat membantu memberikan pencerahan dlm menyelesaikan masalahmu, dan tahu betul dia tidak cerita2 lagi ke org lain.
nah, keadaannya sama. bahasa dan konten di website itu utk konsumsi umum, jd nadanya selalu baik, optimis, profesional, dll. tapi tidak tercermin pribadi yang sebenarnya.
padahal dlm mendesain itu tidak sekadar visual, tp hrs tau kepribadian si entitas. dengan mengetahui kelemahannya, justru kita tau hrs dinetralisir dengan apa, dengan tau sifat2 aslinya, justru nanti dicari strategi visual yg cocok dengannya.
saya sendiri kalau wawancara dengan owner, selalu mengajak mereka melihat seandainya perusahannya itu seseorang, maka kira2 seperti apa perawakannya? pakaiannya? potogan rambutnya? kalau selebritis, cocoknya siapa?, dll. pertanyaan2 yg personifikasi.
nanti akan lebih mudah utk visualnya.

Tati Pertiwi
February 23
yap betul pak. sebab guna comp. profile yang saya baca scara umum untuk menggambarkan perusahaan. gambarannya bukan cuma dikata-kata aja kan pak, tapi lewat visualnya. sebenarnya saya blm dua bulan bekerja di perusahaan itu, dan belum merasa berhak menilai sih. hanya saja mungkin cuma bisa ngambil sedikit aja dan itu masih menurut saya. nah tapi nih pak, ketika saya minta data tentang isi umum comp profile (seperti: sejarah, visi misi, organisasi, fasilitas, dll), klien bilang kalau itu digunakan buat perusahaan diluar seni (maksudnya yang berhubungan dengan jasa nyeni).
saya mengerti pemikiran dia tapi sekaligus bingung dengan pernyataan tersebut . Lalu saya harus buat apa ya? isi di websitenya hanya seperti perkenalan tentang perusahaan, apa yang dikerjakan, dan klien. ada beberapa pertanyaan dibenak saya yaitu:
1. apakah benar isi company profile yang umum digunakan hanya dipakai untuk perusahaan diluar seni. jika iya, lalu yang didalam seni itu isinya seperti apa kira-kira?
2. apakah bisa isi website seperti itu mewakili comp. profile yang profesional.
hehehe maaf pak tampaknya buanyak ya nanyanya. [:)]

Surianto Rustan
February 24
gapapa Mba Tati, saya senang menjawab pertanyaan yg banyak :)))
tapi saya mau tanya dulu nih, maxudnya perusahaan di luar seni apa ya? perusahaan beliau sendiri bergerak di bidang apa? si empunya perusahaan itu latar belakang pendidikannya apa? Terima kasih.

Tati Pertiwi
February 24
asik2 trims, sy bs tau bnyk ni. [:)]
perusahaan di luar seni mngkin maksudny seperti perusahaan minyak, transportasi, jual beli, dll yg bkn desain. perusahaan beliau msh tergolong kecil dan usahany sprti rmh desain grafis. dia lulusan desain dr universitas pak.

Surianto Rustan
February 28
halo, maaf baru bisa balas lagi nih:
1. isi company profile baik perusahaan yg bergerak di bidang desain / seni, maupun bukan, hampir sama saja, biasanya berbicara tentang siapa dia, sejarahnya, apa yg dikerjakannya, bagaimana cara mengerjakannya, di mana kantornya, pabriknya, apa produk / servisnya, struktur manajemennya, keunggulannya, bagaimana cara menghubunginya, dll.
Yang membedakan antara company profile perusahaan desain dan bukan mungkin hanya di segi penampilannya. perusahan desain / seni biasa lebih stylish / bergaya / lebih artistik desain company profilenya, sedangkan yg bukan, biasa lebih plain / tidak terlalu artistik.
mungkin yg menjadi perhatian si empunya, takut Anda mendesainnya terlalu stylish / bergaya seperti perusahaan seni / desain.
2.utk menjawab yg ini, mungkin ada baiknya Anda riset kecil2an ke internet perusahaan yang bergerak di bidang yg serupa dg perusahaan tsb. Memang betul bhw desain apapun (tidak hanya website) bisa mempengaruhi pemikiran di benak masyarakat yg melihatnya tentang perusahaan tsb., lah kalau tidak, semua orang sudah pakai motor bebek saja yg lebih irit, tapi kenyataannya kan tidak, ada yg senang desain yg beda, fitur yg beda, dll.
Sekian dulu Mba, nanti kepanjangan [:)]

Tati Pertiwi
March 9
makasih banyak pak rustan infonya.
company profile mereka sudah selesai sy kerjakan dan alhamdulillah hasilnya mereka puas. [:)]
ngomong2 sy sedang semester akhir dan butuh banyak pembimbing. sy harap bpk mau jawab2 lagi pertanyaan sy nanti. he he he… sepertinya akan banyak bertanya. [:)]

Surianto Rustan
March 10
oh silahkan Mba, dengan senang hati saya menjawabnya. jangan sungkan2. semoga lancar dan suxes studinya [:)]

Menghadapi Klien

Ircuz Pastrana
oke, boleh panggil aku prazz aja,, hehe. biar lebih akrab,, hehe,, eh ngomong” ni lagi sibuk gak pak ? mau sharing” ni .. tentang client.. [:)]

Surianto Rustan
January 22
silahkan Mas Praz

Ircuz Pastrana
January 22
gini pak, selaku junior, apa kedepan nya aku harus menerima client yg ngerti atau paham dan mau mengerti tentang apa itu hak, kewajiban dan lain” tentang desainer grafis, stelah aku jabarkan atau mengkasih 3 artikel yg judulnya kalo gk slah BUKA MATA di site nya DGI.. atau mungkin aku juga boleh menerima client yg gak mau tau tentang itu semua.. ” ah saya gak perlu tau detail tentang itu semua,, yg penting desenin yg bagus,, konsep dan bla bla bla ,, gak perlu ,, tapi harga nya jangan mahal2” ketika aku menerima client yg gak mau tau tentang DG ini, apakah secara gak langung ikut serta memperkembangkan pemikiran masyarakat yg slah kaprah tentang DG. tp aku juga butuh menambah porto, dan juga ngenyangin perut,, melihat di indonesia ato d surabaya (krna aku tinggal di sby) yg sudah terpecah mnjadi 2 , yaitu pemikir dessain dan tukang desain, karna aku pengen nanti nya jadi desainer yg PRO. pemikir desain.bukan ” TUKANG ”. mohon penjelasannya dari bapak ?

Surianto Rustan
January 22
Pertama2 saya salut dg sikap kritisnya Mas.
Begini, kalau kita cuma mau dengan klien yg mengerti & menghargai desain, bisa2 ga pernah dapat kerjaan. masalahnya bukan di kliennya, tapi di kitanya. karena kita terlalu berpihak pada diri sendiri, menganggap orang lain harus mengerti kita. saya sarankan ubah 180% pemikiran seperti itu.
desainer grafis itu konsultan, bukan operator. sbg konsultan hukumnya harus pertama2 bisa menempatkan diri sebagai klien, mendengarkan, mengerti jalan pikirannya, dan berbicara dengan bahasa mereka
kedua: menyambung kita sbg konsultan yg hrs mengerti klien, jadi yg perlu dipelajari oleh desainer sama sekali bukan ilmu desainnya saja, tapi ilmu mendengarkan, dan berkomunikasi dengan baik pada klien. ini semua utk memperlihatkan pada mereka bhw “oh desainer itu sopan2 & wawasannya luas, dll” > citra positif. ini adalah misi & tanggung jawab moral kita: mengedukasi masyarakat (trmsk klien) tentang apa itu desain & siapa itu desainer.

Surianto Rustan
January 22
tiga: hampir semua klien yg saya temui punya pemikiran yg barusan Mas sebutkan semua: mau cepat, desain bagus, murah. itu semua wajar saja, krn mereka belum kenal siapa kita & apa itiu desain. ok, sekarang tunjuk balik diri saya sendiri, apa saya tau betul apa itu desain grafis? siapakah saya yg disebut desainer grafis ini? nah sebelum edukasi mereka, sepertinya kita hrs didik diri kita sendiri dulu. belajar yg banyak, cari wawasan seluas2nya, bergaul dengan desainer lain, dll.

Ircuz Pastrana
January 22
oo.. gitu ya pak, jadi aku boleh menerima klien yg sperti apa saja ya. dan yg paling utama aku sendiri harus mempunyai patokan ato pondasi, harus mengerti ilmu mendengarkan dan berkomunikasi dengan baik pada klien. terus bagaimana aku mensikapi klien” yg tidak mau tau tentang desain grafis, dan menganggap desain itu ya gitu” aja, hanya software dan selera, dan berlaku se.enak nya sendiri terhadap desainer grafis ?

Surianto Rustan
January 22
portfolio, uang, pengalaman, network, dll, itu semua adalah penghargaan2 yg akan kita terima kalau kita berprestasi, tapi sebelum itu seharusnya saya bertanya pada diri saya: standar kualitas saya bagaimana? sekali lagi bukan hanya di ilmu desain, tapi juga kemampuan introspeksi, kemampuan mendengarkan & berbicara, pemikiran bisnis, manajemen, dll.
itu dulu.
penghargaan2 psti akan menyusul belakangan.
bagi yg masih baru di industri ini, silahkan terima klien siapa saja tanpa terlalu melihat gaji, krn profit yg dibutuhkan bukan uang, melainkan: pengalaman, network, kepercayaan orang, portfolio, dll.
tapi bagi yang sudah kerja lama sbg desainer, sudah punya branding, pengalaman, network, dll. seharusnya harganya pun makin mahal, krn kualitasnya mungkin sudah jauh lebih baik dr pd seorang pemula.

Surianto Rustan
January 22
di belahan dunia manapun, kalau kita perhatikan, top designer adalah seorang yg ahli secara tukang, sekaligus seorang pemikir yg ulung. sebaiknya kita sendiri tidak ikut2an arus negatif, termasuk adanya jenis2 desainer, dll, kita harus ‘autis’. kalau tujuannya mau jadi desainer top, ya harus peka segalanya, belajar segalanya, sangat rendah hati & merasa kurang terus.

Ircuz Pastrana
January 22
ooo.. oke” ya ya ya.. aku baru mendapatkan jawaban yg pas untuk masalah ini, sebelumnya aku pernah menanyakan pada teman” senior dan di forum diskusi, jwaban nya kurang kuat. terima kasih pak surya. jawabannya sangat bermanfaat.

Surianto Rustan
January 22
halo Mas Pras, mohon maaf, tadi off sebentar
kalau boleh saya lanjutkan:

Ircuz Pastrana
January 22
ya pak gak pa” ..santai saja..

Surianto Rustan
January 22
yg saya maxud tukang disini adalah ahli soal craft-nya, keindahan, warna, huruf, detail, segala aspek dalam membuat desain tsb.
lagipula semua orang harus mulai dari nol. arsitek ternama harus belajar jadi kuli bangunan dulu, sutradara terkenal hrs mahir megangin lampu dulu, penulis terkenal waktu kecilnya harus belajar mengeja kata2 dulu. semua hrs bersakit2 dahulu, sedikti2 lama2 menjadi bukit, hukum ini berlaku pada tiap orang tanpa kecuali. yg instan cuma indomie dan cerita sinetron!

Ircuz Pastrana
January 22
oo.. iya ya,, jadi bukan ” tukang ” yag maen ceplak ceplok gambar dan huruf.. mungkin hard skill nya ya pak.. baru setelah itu soft skill .. komunikasi,
tapi bagaimana pak surya mensikapi klien” yg belum mengenal desain ? dan siapa itu desainer grafis ?

Surianto Rustan
January 22
menghadapi klien yg tidak menghargai, yah kita tidak tau masa lalu klien itu gimana. coba pikir, yg pasti mereka bukan desainer, mungkin mereka tidak lulus sd (byk org ga lulus sd tp jd jutawan), mungkin mereka dulu disixa ortunya shg sekarang mau menyixa kita [:)] dll, tapi itu semua seharusnya bukan dijadikan alasan mereka harus mengerti kita, justru kitanya yg harus sangat maklum & sabar, untuk itu kitanya harus menggali ilmu2 tadi itu: mendengarkan & berbicara. sudah banyak bukti bahwa dengan komunikasi yg sopan, sabar & baik, klien justru jadi tunduk sama kita.

Ircuz Pastrana
January 22
oalah.. jadi gitu ya mensikapinya ,, brarti desainer grafis itu profesi yag mnurut ku sangat bagus ya,, sealin dengan kelebihan” nya juga harus baik di karakteristiknya.

Surianto Rustan
January 22
tapi ya memang ada beberapa special case, dimana klien tsb sangat kepala batu walaupun sudah berhubungan lama dengan kita dan diberi penjelasan dengan sabar. untuk yg begini dia saya kasih harga khusus. bukan diskon, tapi sebaliknya: saya tinggikan harganya, jadi kalau dia mau syukur (saya masukkan dalam biaya sakit hati saya), kalau dia tidak mau ya sudah, masih banyak klien lain koq, tenang saja [:)]

Ircuz Pastrana
January 23
haha.. iya pak sabar ada batasnya.. kita harus tegas.
tapi bgini pak . bagaimana kalau aku tahu aku mendapat klien yg bagus kedepannya.. dari segi karakteristiknya mau tau tentang desain dan desainer grafis, dan juga kepengen dibuatin karya desain yang bener2 ” berat/berbobot ”. apakah aku akan memberikan semuanya langsung pada saat itu juga , atau aku aku putus” supaya aku masih bisa berhubungan lama dengannya ? kalo misal aku berikan semuanya langsung setelah itu apa. ya sudah habis.. ini lebih ke corporate identity pak ,, mungkin bisa memberi penjelasannya ?

Surianto Rustan
January 23
yg diberikan semuanya itu apa ya maxudnya? desainnya? ide2nya?

Ircuz Pastrana
January 23
iya.. ya mulai dari desainnya idenya semuanya ..apa juga perlu di beri step” nya .. yg padahal itu bisa saja diberi pada saat itu juga. supaya bisa berhubungan terus karna mendapat klien yg cocok.

Surianto Rustan
January 23
utk mendapat kepercayaan klien, kita harus tulus. itu kuncinya. tapi juga kita harus pintar, jgn sampai dimanfaatkan, krn itu saya tidak pernah mengirimkan desain hi-res pada klien, semua lo-res, sedangkan ide, sketsa, dll tidak pernah tertulis, tapi lisan atau dipresentasikan lewat powerpoint.
ide2 brilian kita harus dipresentasikan, supaya klien yakin & berpikir: “saya tidak cuma2 membayar orang ini”. begitu kita sudah dapat kepercayaannya, juga jangan lalu bermalas2an, ketulusan hati harus tetap dijaga sampai akhir kerjasama, harapannya utk dapat projek2 selanjutnya. berpikirlah jangka panjang.

Ircuz Pastrana
January 23
oo.. begitu ya,, wah aku belajar banyak sekali hari ini sama pak surianto rustan. terima kasih banyak pak. mungkin lain waktu aku bisa sharing” lagi sama bapak. jangan kapok ya pak .. hehe [:)]
seorang junior butuh banget belajar dari senior, supaya kelak bisa seperti seniornya. tq pak.

Surianto Rustan
January 23
hahaha saya sendiri juga masih belajar koq, baik kalau kita sama2 belajar, nanti kalau saya ada yg tidak tahu, saya tanya kamu juga ya

Surianto Rustan
January 23
Mas Praz, apa boleh percakapan kita ini saya upload ke blog, spy byk teman2 yg lain bisa belajar juga dari sini?

Ircuz Pastrana
January 23
hahaha, sama2 belajar pak, siap2.. sebisa mungkin saya bantu jawab.
oh, silakan pak dengan senang hati.

Apa bedanya pekerjaan desain kontes logo VS proyek dari klien betulan?

A.C.
masih sibuk ya, pak? [:)]

Surianto Rustan
September 30, 2011
sok sibuk tepatnya, sy belum komen ya?

A.C.
September 30, 2011
hehe.. belum.. [:)]

Surianto Rustan
September 30, 2011
bntr ya
wah karyanya sudah banyak sekali, ini mah saya aja kalah ni

A.C.
September 30, 2011
sy korban kontes soalnya, pak
msh susah klo nyari real client [:(]

Surianto Rustan
September 30, 2011
gpp, yah semuanya pasti ada kelebihannya ada kekurangannya. dg real klien emang sih cape bgt tp kita sgt didewasakan secara pribadi

A.C.
September 30, 2011
mohon wejangannya, pak [:)]

Surianto Rustan
September 30, 2011
wejangan apa nih?

A.C.
September 30, 2011
buat karya dan karir sy.. [:D]
klo dibandingin karya orang2 yg punya jalur akademis pasti punya sy msh jauh banget ya, pak?
gmn caranya biar bisa ngejar?

Surianto Rustan
September 30, 2011
hmm.. menurut pengalaman saya sih guru yg paling baik itu adalah pengalaman. coba perbanyak pengalaman dengan real client (bisa tanpa perlu meninggalkan pekerjaan yg ini – kompetisi), jadinya diri kita lebih kaya nantinya, bukan soal uang, tapi perkembangan kepribadian. sekolah ga terlalu menentukan koq, banyak juga yg sekolah formal tapi kalau memang malas atau ga ada keinginan belajar, ya sama saja. keberhasilan kita ditentukan oleh seberapa kuat keinginan kita itu utk berhasil

Surianto Rustan
September 30, 2011
sekolah, latar belakang keluarga, teman, dll ga lagi mempengaruhi. cuma diri kita sendiri.
dinding penghalang kemajuan kita ya diri kita sendiri juga

A.C.
September 30, 2011
klo dinilai, kira2 karya sy dpt nilai apa, pak?
apa yg perlu ditingkatkan?
*kadang pengen juga dpt studi kasus layaknya mahasiswa, trus dinilai sm dosennya [:D]

Surianto Rustan
September 30, 2011
masalahnya desain grafis ga cuma sekadar hiasan / visual, yg dinilai dari penampilannya saja, tapi desain grafis itu satu paket dengan segala konsep di belakang karya tersebut. ini juga mungkin bedanya real klien dengan yg tidak, kalo ada real klien, kita berhadapan dengan real problem, kudu tau target audience-nya siapa, tau persis siapa perusahaannya, dia punya anak perusahaan ga, apa produknya, siapa pesaingnya, dll. dari situ semua baru menyusun strategi komunikasi (belum visual), terakhir baru visualnya. jadi penilaiannya ga cuma: bagus, jelek, ato secara visual saja, dan membuatnya / pendekatan visualnya tidak cuma disesuaikan dengan sektor industrinya / bidang pekerjaannya saja, tapi bisa juga dari spirit / jiwa si perusahaan, ato kecenderungan si target audience, atau bahkan ke hal2 yang spontan sifatnya seperti bentuk bangunannya yg unik, atau karyawannya yg semua orang muda, dll. itu yg setahu saya

A.C.
September 30, 2011
sy catat bener2, pak [:)]

Surianto Rustan
September 30, 2011
desain grafis itu pemecahan masalah, memang hasil akhirnya berbentuk visual, tapi sebetulnya itu hrs bisa memecahkan masalah si klien, apakah itu meningkatkan penjualan (misal iklan produk, packaging, sign di rak toko), meningkatkan awareness thd produk tsb (iklan branding), mengajak target audience datang ke tempat tsb (display toko / pameran, iklan event), mengidentifikasi (logo perusahaan, produk & identitas visual lainnya), dll. kalau desain itu tidak bisa memecahkan masalah si klien itu desain yg tidak efektif – dianggap gagal.

Surianto Rustan
September 30, 2011
logo nantinya digunakan oleh si klien utk memperkenalkan diri, dipakai di segala produknya, di billboard, di koran, di tv, dll. akan digunakan utk identifikasi & jualan & mewakili brand / citrasi si klien, mungkin hal itu akan berlangsung selama 10 tahun sebelum logo itu diganti lagi. klien akan keluar uang sangat banyak utk itu semua. sayang kalau logonya hanya sekedar visual & dibuat lewat pendekatan yg hanya dari 1 sudut saja. not fair.

A.C.
September 30, 2011
kliatannya perlu baca ulang buku ‘mendesain logo’nya pak rustan nih..
sy baca lagi

Surianto Rustan
September 30, 2011
hehe yah saya sendiri masih belajar koq Mas, bukan cuma spy tambah pinter tapi spy tambah bijak [:)]
btw mohon maaf sekiranya ada kata2 yg kurang berkenan, namanya juga manusia jd suka salah bicara, harap maklum [:)]

A.C.
September 30, 2011
kata2 pak rustan tu halus banget+wise kok, pak
sy dpt ilmu banyak

A.C.
September 30, 2011
kira2 ada contoh brief dr real client+real case yg bisa sy lihat gak ya, pak? mungkin juga hasil desain dr brief itu
biar sy bisa belajar dr contoh riil..

Surianto Rustan
September 30, 2011
di buku logo saya da Mas Abi, halaman 37-38, itu klien saya beneran

A.C.
September 30, 2011
contohn brief yg di halaman itu brarti apa memang gk ada brief tertulis dr klien..
jd pak rustan yg riset & wawancara sendiri gitu?
lalu,rumus semiotika untuk menentukan visualisasi dr tiap keyword yg didapet dr brief tu gmn biar bisa pas?
*maaf ya, pak klo banyak nanya & pertanyaannya belibet
maklum,orang awam…

Surianto Rustan
September 30, 2011
sori barusan aku ke bawah bentar.
desainer sebaiknya selalu menganggap dirinya adalah pemberi solusi, klien itu tidak tau apa2 tentang desain krn itu mereka datang pada kita, mereka butuh solusi. utk mencapai solusi tsb kita yang guide mereka tahap2nya, krn kita yg tau seluk beluk desain.
setelah mengetahui klien itu siapa & apa problemnya, saya beri mereka kuesioner yg hrs mereka isi, selain itu juga saya interview. nah yg di buku logo tsb adalah hasil kuisioner & interview.
begitu sampai tahap brainstorming desain mah sudah lebih banyak feeling & membangkitkan perbendaharaan hubungan verbal – visual. sedangkan rumus2 semiotika sebaiknya sudah diluar kepala, krn itu kit hrs byk2 belajar, baca, melihat, menonton, dll, spy byk perbendaharaan datanya.

A.C.
September 30, 2011
buku yg recomended untuk belajar semiotika apa ya pak?

Surianto Rustan
September 30, 2011
saya belum menemukan buku semiotika berbahasa indonesia yg bagus di sini. tp resource yg bagus dari luar & berbahasa inggris ada:
http://www.aber.ac.uk/media/Documents/S4B/semiotic.html

A.C.
September 30, 2011
maturnuwun… [:)]

Surianto Rustan
September 30, 2011
sama2 Mas Abi, suxeselalu!

A.C.
September 30, 2011
suxeselalu [:D]