Usulan judul skripsi, dan ukuran huruf untuk indoor & outdoor

Wed, Apr 9, 2014 at 3:39 PM

Saya mahasiswa akhir Mediakom Trisakti, sedang Skripsi pak saya mau Analisa Desain Iklan Outdoor Pada Rangkaian Kereta Api Commuterline Bogor – Jakarta Dalam Perspektif DKV dan sebagai Judul Skripsi saya Mohon Saran.

Thu, Apr 10, 2014 at 1:05 PM

Mungkin judulnya: Kajian Desain Iklan Outdoor Pada Rangkaian Kereta Api Commuterline Bogor – Jakarta

Begitu Mas.
Tapi sesungguhnya mengenai struktur kalimat pd judul skripsi sebaiknya ditanyakan pd pembimbing masing2, krn setau sy beda perguruan tinggi, beda caranya.

Sat, Apr 12, 2014 at 11:53 AM

Siap bang terimakasih….
oh iya ada gak buku tentang berapa besaran huruf yang baik pada indoor atau indoor dalam pengaplikasiannya, juga layout yang baik pada outdoor, saya sudah cari-cari gak ada mungkin abang punya referensi, soalnya dibuku abang mengenai layout dan huruffont itu gak ada juga, terimakasih sebelumnya
sukses bang

Mon, Apr 14, 2014 at 8:22 AM

Halo Mas, silahkan donlot artikel dari CRC, judulnya:
Wayfindingdesignguidelines.pdf
di: http://eprints.qut.edu.au/27556/
nah di buku acuan itu ada bagian mengenai ukuran huruf yang tepat untuk jarak pandang tertentu dalam wayfinding.
Mdh2an berguna.

Apa perbedaan brand identity, corporate identity, identitas visual?

Mon, Mar 3, 2014 at 7:32 PM

Kpd Pak Rustan,

Salam Desain !

Malam pak, saya mahasiswa universitas Tarumanagara.. saya sedang mengerjakan tugas yang berhubungan corporate identity , saya mau bertanya apakah perbedaan antara brand identity, corporate identity , serta identitas visual? karena saya sendiri bingung untuk membedakannya , mirip” soalnya pak ketiga2 ny pak .. trima kasih

Tue, Mar 4, 2014 at 7:54 AM

Halo, maaf baru balas,
sebelumnya perlu diketahui bahwa tidak ada 1 pengertian yang fix dari istilah2 yang kamu tanyakan itu. maklum saja karena bidang ini sudah cukup lama dan sudah diteliti oleh jutaan orang di dunia, dan mereka masing2 memiliki pengertian yg berbeda2 thd istilah tsb.

Jadi istilah2 ini bukan eksklusif milik bidang desain grafis!

ini beberapa pengertian sejauh yg saya ketahui, ini juga diambil dari berbagai sumber, selayaknya kamu menggali lagi dari sumber2 lain lagi utk mengambil intisari maknanya:

brand identity
setau saya minimal ada 2 pengertian:
1. perangkat brand yang bersifat mengidentifikasikan, spt logo, name, tagline, color, typography, dll. mungkin sound branding juga termasuk di dalamnya (sound branding juga disebut: audio branding, music branding, sonic branding, acoustic branding, sonic mnemonics)
2. brand identity lawannya brand image. brand identitiy dibangun oleh si entitas (bisa perusahaan, produk, tokoh, partai, dll), untuk disampaikan / ditanamkan dalam benak masyarakat sehingga menimbulkan brand image. jadi brand identity adalah identitas yang dibangun oleh si entitas, brand image adalah persepsi mental di benak masyarakat mengenai brand identity tersebut.

corporate identity
istilah ini banyak berbaur dengan istilah brand identity. berbagai pihak menyatakan bahwa corporate identity adalah segala atribut fisik perusahaan seperti color, desain, tulisan, dll.
banyak sumber menyatakan bahwa corporate identity terdiri dari 3 bagian:
– visual / design (logo, seragam, colour)
– communication (advertising, public relations, dll)
– behavior (nilai2 perusahaan, budaya perusahaan, dll)
tentang hal ini saya juga bahas di buku saya ‘mendesain Logo’.

identitas visual / visual identity
pengertian yg ini agak lebih seragam: yaitu disamakan dengan brand identity, cuma yang visual saja: elemen2 visual sebagai identitas perusahaan.

utk lebih jelasnya, ini ada beberapa ebook & links yg bisa kamu pelajari supaya lebih ngerti, dan tentu saja memperkaya daftar pustaka di papernya 🙂

ebook ttg logo:
– designing brand identity – alina wheeler
– brand identity essentials – kevin budelmann, yang kim, curt wozniak
– logo design workbook – adams moroika
– logo design love – david airey
– Landor brand strategy (ini tentang Landor, konsultan branding terbesar di dunia dan karya2nya)
– the brand glossary – publisher: palgrave macmillan (kamus brand, bagus bgt)

ebook ttg brand:
– creating powerful brands – Leslie de Chernatony, Malcolm McDonald, Elaine Wallace
– building strong brands – Aavid A. Aaker (bapak brand dunia)
– ingredient branding – Philip Kotler (bapak marketing dunia)

website:
www.interbrand.com (di sini banyak artikel pdf gratis yang bisa dipelajari)

sementara demikian, mudah2an bisa membantu.
Terima kasih.

Apa grid ditentukan sendiri oleh desainer? Apa itu symmetrical grid dan golden section grid?

Mutiq Yb
selamat pagi pak, saya sudah beli buku bapak yg layout, dasar & penerapannya dan bukunya sangat bagus dan sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas akhir tentang pembuatan buku company profile, maksihh pak ,, hehe 🙂
tapi ada yang mau saya tanya kan pak, saya masih bingung mengenai GRID..

1. apakah grid itu bisa ditentukan sendiri oleh kita?
2. apakah ada teori yang jelas mengenai GRID? sebenarnya yang dimaksud symetrical grid dan golden section grid itu apaa yaa pak?

Mohon bantuannya pak, biar saya mempunyai teori yang bisa memperkuat tugas akhir sayaa waktuu sidangg, makasiihh sebelumnya pak hehe :p

surianto rustan
Halo Mba Mutiq,
Wah selamat ya sebentar lagi lulus 🙂

Mengenai grid:
1. grid ditentukan sepenuhnya oleh si desainer, jadi sangat bebas. Tapi namanya juga desain, walaupun bebas, tapi tidak bisa sebebas seni
murni. sebelum menentukan gridnya kaya apa, harus selalu mengacu ke tujuan desain, siapa si entitas, siapa target audience, dll hasil
riset sebelum mendesain, karena tidak semua jenis grid cocok untuk semua jenis tujuan, entitas, audience, dll.

2. golden section (ada yg bilang golden numbers, golden ratio, fibonacci numbers, dll) itu bukan grid, tapi bisa jadi dasar penentuan grid. golden section adalah formula jaman dulu untuk membuat sebuah komposisi enak dipandang mata. formulanya = 8 : 13 (8 banding 13), ada
juga yang bilang merupakan urutan angka= 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, dst. Katanya golden section ini berdasarkan kehadirannya di alam,
golden section ada pada proporsi tubuh manusia, ada pada cangkang keong, pada tumbuhan, dan di mana-mana. saya sendiri belum pernah
membuktikan kebenarannya 🙂 Bahkan ada juga yang mengaitkannya dengan daVinci Code, dll.
lebih lanjut mengenai golden section silahkan baca2 web di bawah ini, seru 🙂

http://www.mathsisfun.com/numbers/nature-golden-ratio-fibonacci.html
http://www.mathsisfun.com/numbers/golden-ratio.html

The Golden Section / Golden Ratio


http://en.wikipedia.org/wiki/Golden_ratio
http://www.maths.surrey.ac.uk/hosted-sites/R.Knott/Fibonacci/fibInArt.html

banyak orang masih menggunakan golden section ini hingga sekarang, termasuk di bidang arsitektur dan desain grafis, yaitu sebagai dasar
untuk membagi bidang menjadi beberapa bagian, misalnya untuk menentukan margin dan grid sebuah halaman buku.

Banyak versi jenis2 grid yang dibuat oleh berbagai pihak. ada yang bilang 2 macam yaitu symmetrical, asymmetrical, multiple. lalu yg
symmetrical dibagi 2: symmetrical column based, symmetrical module based.
disebut Symmetrical grid kalo grid di halaman verso (halaman bagian kiri dr sudut pandang si pembaca) merupakan cerminan dari halaman
recto-nya (kanan).

liat buku: basic design 02: :Layout, oleh Gavin Ambrose dan Paul Harris.

Ada juga yang membaginya jadi 4 macam grid:
Manuscript grid, Column grid, Modular grid, Hierarchical grid

silahkan liat juga buku:
Making and breaking the grid oleh Timothy Samara.

juga website menarik berikut ini:
http://www.thegridsystem.org/

4 Types of Grids And When Each Works Best


http://en.wikipedia.org/wiki/Grid_%28graphic_design%29

selamat berburu grid Mba,
suxes buat sidangnya nanti 🙂

Mutiq Yb
okehh pak..maksihh banyak atas jawabannya…hehe
alhmdulillah dapat jawaban..
jangan bosan jawab pertanyaan saya yaa pak 🙂

surianto rustan
Sip, sama2 Mba.

Apa itu scanimation? Optical ilusion?

Ilham Ilmam Aufar
Pak, mksh atas jawaban tempo kemarin,
hmmm saya jadi mengambil tugas akhir buat buku SCANIMATION, seperti bukunya Star Wars karya Rufus Butler Seder
kira-kira, bapak tahu tentang itu? dan bisa saya mengajukan lebih banyak pertanyaan?

lumayan banyak pak hhe maaf ya 😀

1. Teori tentang SCANIMATION BOOK, itu seperti buku STAR WARS, saya ingin cari teori itu untuk tugas akhir saya, tapi saya susah pak nemunya, mungkin dia pakai optical illussion ya? -_-
Jadi tugas akhir saya membuat seperti SCANIMATION BOOK STAR WARS itu, tapi versi wayang Indonesia, nah saya agak kesulitan cari teori tentang itu pak
ini contoh bukunya: http://scanimationbooks.com/

Mksh Pak 😀

surianto rustan
Halo Mas Aufar,
mohon maaf baru bisa balas hari ini.

Saya sudah cari ke kamus-kamus, tapi tidak menemukan istilah scanimation. ada kemungkinan ini bukan official terms, tapi popular terms. jadi sifatnya populer pada masa kini (ini dipengaruhi juga oleh aspek marketing si penjual bukunya – buat jualan, jadinya kudu cari istilah yg menarik), namun sesungguhnya bukan istilah resmi seperti yang Anda maksudkan, soalnya kalo liat di wikipedia, ternyata “scanimate” itu sebuah teknik animasi untuk video, bukan di buku / kertas: “The Scanimate systems were used to produce much of the video-based animation seen on television between most of the 1970s and early 1980s in commercials, promotions, and show openings.”

Silahkan pelajari juga sumber lainnya: http://scanimate.zfx.com/article.html
ini istilah scananimation menurut wordnik:
http://www.wordnik.com/words/Scanimation

Saya tidak yakin ada teori (dalam rupa buku) tentang ini, paling mungkin yang ada sejarahnya dan cara pembuatannya, tapi teorinya harus
digabung2kan sendiri dari beberapa teori lain, misalnya teori tentang animasi, dan teori tentang ilusi optis.

Demikian Mas, yang setahu saya.
Btw apa boleh saya upload percakapan kita ini ke blog san website
saya? spy teman2 lain juga bisa belajar tentang hal ini.

Salam sejahtera.

Ilham Ilmam Aufar
Halo Pak
okeh, makasih atas bimbingan dan infonya, akan saya artikan dan cari tahu lebih banyak tentang scanimation.

Next Question:
2. Menurut Bapak, gaya disain wayang seperti apa yang targetnya untuk anak muda sekarang, antara SMP dan SMA?
karena klo dikasih bener-bener sesuai pakemnya, kebanyakan remaja sekarang pada “kabur” pak hhe
terbukti dengan melihat pertunjukan wayang setiap minggunya di Museum Wayang, yang dateng hanya beberapa butir hhe

Makasih pak 😀

surianto rustan
yang kayak gini Mas salah satu contohnya:
http://dgi-indonesia.com/wayang-rasa-udang-college-final-assignment-of-bima-nurin-aulan/

penerapannya di media & pengembangannya sampe kayak gini:
http://madcat7777777.deviantart.com/art/Wayang-Rasa-Udang-2011-Concept-275013823

Ilham Ilmam Aufar
okeh pak tq, oh iya, silahkan di share untuk teman2 😀
mksh ya pak 😀

Bagaimana membuat layout yang berkesan simpel namun fun tapi cuma pakai warna merah, putih, hitam.

Dimas yusmana
sore pak
maaf ganggu
saya dimas mahasiswa yang sedang bikin tugas akhir mau bertanya seputar layout
untuk memberikan kesan simpel tp jga ada fun nya dalam sebuah layout booklet gmana carany ya pak, tp cma hanya menggunakan wrna merah putih hitam saja pak
terima kasih

surianto rustan
Halo Mas Dimas,
Mohon maaf sekali baru mengabarkan hari ini,
mengenai layout:
semua pekerjaan desain tidak berdasarkan style (style yg humor itu begini, style yg simpel ini begitu, style yg serius itu begini, dll).
desain harus dilandasi oleh problem. problemnya apa? problem ini harus dikumpulkan dulu. problem yaitu:
siapa si klien? apa produknya? siapa audiens-nya? apa yg mau disampaikan? dll.
6W+1H: what, who, whom, when, where, why + how..

Soalnya kalau dilandasi oleh style (style yg humor itu begini, style yg simpel ini begitu, dll) jadinya seperti template. bahayanya pakai template: keserupaan. keserupaan adalah musuhnya desain. desain murah gara2 ini, gara2 template. mungkin di level tertentu template bisa digunakan, tapi tidak di semua level desain. misalnya akan gawat sekali kalau starbucks pakai logo bergambar cangkir kopi karena kecenderungan template adalah menggambarkan bidang usahanya. nanti starbucks logonya akan serupa dengan kopi bengawan solo, dengan kopitiam, dengan excelso, dll.

makanya itu selalulah mendesain dengan berlandaskan problem: siapa klien, siapa audiens, apa produknya, dll, dll. dengan demikian hasilnya: klien A (problem A), solusi desainnya A, klien B, solusi desainnya B. tidak mungkin desain A merupakan solusi bagi A, B, C, D, dll.
krn problem tiap klien beda2, kepribadian klien juga beda2.

ngomong2 soal kepribadian, seperti halnya logo, semua desain itu spt wajah manusia = tidak ada yg sama. kalaupun style humor cocok utk
klien A, B, C, tapi mana ada selera humor orang yang sama? ada yg cocok dengan gaya Tukul, ada yg cocok dengan gaya Olga, ada yg cocoknya gaya humor stand-up comedy, dll.

Ini menekankan bahwa kalau berlandaskan style / gaya, maka jatuhnya ke komoditi, pukul rata semua. jadi berproseslah berdasarkan jatidiri
klien, tujuan, 6W1H.

Nah, kalau boleh tahu, siapa kliennya? tujuannya? 6W1H-nya? Apa sudah bikin creative brief?
Untuk lebih jelasnya, silahkan melihat2 kumpulan artikel tanya jawab
saya dengan teman2 lain di:
http://www.suriantorustan.com/en/learning/
atau di blog saya:
http://surianto.wordpress.com/category/klinikonsultasi-2/

Sementara sekian dulu Mas Dimas yang setahu saya.