12 CIRI EKONOMI DIGITAL & DAMPAKNYA BAGI DESAINER (bagian 1)

Penulis: Surianto Rustan

Foto: thearticle.com

Dulu, kalau mau beli barang harus ke toko, sekarang bisa dari rumah, bayarnya lewat hape. Mau ke mana-mana susah? Kini ada ojek online. Puluhan tahun kangen sama mantan waktu SD😱, sekarang bisa reunian di Whatsapp!

Semua perubahan ini terjadi di depan mata, awalnya mengagetkan, tapi lama-lama jadi terbiasa. Berikut ini dijabarkan ciri-ciri ekonomi digital dalam 3 bagian tulisan, plus bonus di setiap poinnya ada catatan: “dampak di dunia desain”, biar tambah seru.
_____

Dalam Revolusi Industri 4.0 saat ini, teknologi digital makin merasuk dalam kehidupan masyarakat, memicu lahirnya Ekonomi Digital yang memanfaatkan teknologi sebagai kunci pengembangan bisnis.

12 tema yang menjadi ciri Ekonomi Digital ini telah diprediksi & dirumuskan oleh John Tapscott sejak 1995, yaitu:
(tulisan bagian 1)
1. Knowledge/pengetahuan
2. Digitization/menjadi serba digital
3. Virtualization/menjadi serba virtual
(tulisan bagian 2)
4. Molecularization/menjadi molekul kecil
5. Integration/Internetworking
6. Disintermediation/menghapus perantara
(tulisan bagian 3)
7. Convergence/penyatuan
8. Innovation/inovasi
9. Prosumption/produsen sekaligus konsumen
(tulisan bagian 4)
10. Immediacy/serba seketika
11. Globalization/mendunia
12. Discordance/perpecahan

Mari kita bahas satu-persatu:

___

1. KNOWLEDGE/pengetahuan

Gambar: Freepik

Pengetahuan & kecerdasan menjadi aset yang paling berharga. Konsep mengenai produksi dulu adanya di pabrik, sekarang ada di dalam otak para pekerja yang inovatif. Hasilnya berupa smart products dengan AI (Artificial Intelligence/kecerdasan buatan).

Komputer bisa dilatih untuk berpikir & bereaksi seperti manusia cerdas. Contohnya smartphone & smart apps, drone yang otomatis mengikuti & mengambil foto, mobil yang bisa menyetir sendiri, atau lemari pendingin yang bisa pesan makanan online.

Dampak di dunia desain:
– Dengan bermodalkan smartphone dan apps yang semakin pintar, siapapun bisa jadi “desainer”, menjadikan persaingan semakin ketat.
– Di masa depan AI diperkirakan bisa menggantikan desainer, karena elemen & prinsip desain adalah semata-mata variabel data. Maka desainer sendiri dituntut makin smart & inovatif supaya bisa survive.

___

2. DIGITIZATION/menjadi serba digital

Gambar: Vectorstock

Informasi tidak lagi berbentuk analog, tapi digital: lebih ringkas, format beragam, kualitas lebih bagus, bisa dikirim ke manapun dengan sangat cepat. Produk/jasa bisa dipasarkan secara digital ke seluruh dunia.
Contoh produk-produk digital: e-mail, e-book, e-ticket, e-passport, e-money.

Dampak di dunia desain:
– Sistem cetak digital amat menguntungkan desainer grafis. Kerja lebih efisien, cepat, kualitas lebih baik, harga lebih murah.
– Banyak media fisik yang sudah tidak digunakan orang (uang kertas, koran, surat & perangko) diganti dengan media digital/elektronik. Banyak pula media baru bermunculan, desainer perlu belajar & membiasakan diri mengelola media digital yang baru ini.

___

3. VIRTUALIZATION/menjadi serba virtual

Gambar: Freepik

Aset fisik seperti gedung/peralatan kantor dan interaksi fisik dengan klien, semua digantikan dengan peralatan virtual & interaksi virtual di smartphone/laptop.
Bekerja virtual tidak dibatasi ruang & waktu, bisa di mana saja & kapan saja.
Contoh produk-produk virtual: virtual reality kini Augmented Reality, virtual office, virtual store, virtual money, virtual sex, dll.

Dampak di dunia desain:
– Yang kini makin marak adalah Desainer Kampung, mereka sesungguhnya Virtual Designer, yaitu desainer yang bekerja online untuk klien dari berbagai negara lain.
– Bekerja jarak jauh amat memungkinkan karena ada Virtual Meeting/conference call, dan kalau butuh kantor tinggal menyewa Virtual Office.

Bersambung ke bagian 2.

_____

Kalau mau share konten ini, baik sebagian maupun seluruhnya boleh saja, asal menyertakan nama penulis & referensi. Terima kasih atas pengertiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.