Yukitaprihatin

Trend DKV (Desain Komunikasi Visual) – yang menjadi pilihan studi dan profesi banyak orang saat ini – lebih patut disikapi secara prihatin. Bagaimana tidak? Fenomena ‘Desain Gratis’, ‘Pitching/Bidding/Tender’, ‘Desain Instan’, makin menjadi-jadi.

Membludaknya peminat studi DKV disambut dengan sangat antusias oleh pihak lembaga pendidikan dengan perhatian yang rendah dalam hal kurikulum, infrastruktur, pengajar, dibandingkan dengan strategi dagang yang dirancang dengan sangat matang. Lalu desainer seperti apa yang dihasilkan dari ‘Sekolah-Dagang’ seperti itu?

Penggalakkan industri kreatif yang dicanangkan oleh Pemerintah menjadi pedang bermata dua: di satu pihak mempopulerkan DKV di masyarakat, di lain pihak – karena basisnya tetap ekonomis, dan dijalankan secara ‘formalitas’ saja – maka ia makin membunuh DKV dengan berbagai atribut yang makin memasyarakat: “seberapa besar kontribusi ekonominya”, “titik berat pada hasil, bukan proses”, “DKV itu komoditas seperti kerajinan dan pakaian”.

Di tengah keprihatinan ini, baiklah tidak menjadikan diri kita jadi pandai bersungut-sungut, bersumpah-serapah, atau saling membunuh. Sebaliknya secara kreatif terus berkarya, bekerja keras, dan bermanfaat bagi orang lain, terutama pada sesama pekerja desain (yang tidak sekolah maupun yang sekolah).

– Surianto Rustan 20140723.