Metodologi brand development? Brand equity? Brand value?

David Christian September 4 at 8:31pm
Malam pak Surya, saya david mahasiswa Esa unggul,
saya mau tanya pak..

Bagaimana cara berfikir dalam proses development (methodology- ny) sebuah brand identity ?

itu aja sih pak..klo lagi ngga sibuk mohon dikasih feedbacknya yahh pak…terimakasih pak Surya..

Surianto Rustan September 6 at 1:10am
maxud kamu tahapan kerjanya ato apa ya? kalo saya sih pake 3 tahap: 1. pengumpulan fakta, 2. cari strategi, 3. mendesain.
1. pengumpuan fakta (ini apa adanya, ga bisa diubah2): segala sesuatu tentang perusahaan/entitas tsb, produk, servis, visi misi, sejarah, pesaing, customer, manajemen, cara kerja, dll. juga interview dg klien tentang personality perusahaan / entitas itu.
2. cari strategi (ini desainer yg buat berdasarkan segala fakta tadi): swot, positioning, pemilihan media (item seperti kartu nama, kop surat, kwitansi, brosur, dll), pemilihan cara komunikasi, dll.
3. mendesain: mulai dari keywords / mindmapping, membuat sketsa, thumbnails, sampai logo jadi, layout sampai penerapannya di berbagai media.

gitu?

Surianto.

David Christian September 6 at 8:17pm
oohh gitu..iya pak terimakasihh yahh pak..
maaf jadi ngeropotin…

sekali lagi terima kasih pak..

David Christian September 7 at 8:47pm
oh iya pak surianto, saya boleh nanya lagi yah pak….

“Menurut pak surianto brand value itu apa yah? lalu bagaimana cara untuk membangun “Brand Value” kepada publik??

itu aj pak..kalau lagi ngga sibuk, ditunggu feedback ny pak…
terimakasih pak..

David Christian September 7 at 8:50pm
oh iya pak surianto satu lagi..

ap sama yah antara brand equity dan brand value itu???

terima kasih pak..maap jadi ngerepotin nh…

Surianto Rustan September 8 at 12:28am
btw kamu udah punya buku kamus brand? di situ lengkap tuh segala sesuatu istilah menyangkut brand. brand equity: seluruh keunggulan sebuah brand yang dikaitkan dengan reputasi finansialnya. Sebuah produk yg tingkat ekuitas brand-nya bagus memiliki daya saing yang kuat karena ia bisa menetapkan harga sendiri, contoh iPod bisa masang harga lebih tinggi daripada pesaing2nya tapi tetep pelanggannya mao beli.
Brand value: perkiraan / taksiran nilai finansial sebuah brand, misal: brand iPod nilainya 100 juta dolar amerika.
gitu.

David Christian September 9 at 10:41am
oohh gitu yahh…belum pak..oke pak nanti sya cari buku kamus brand..
makasih pak buat penjelasannya..

Klasifikasi huruf?

Hermansyah Muttaqin July 22 at 10:31am
Salam kenal. saat ini saya sedang menulis tesis tentang etiket merek dagang batik cap di kauman – surakarta periode 1940 – 1970. Bisakah mengklasifikasikan huruf2 tsb yg dibuat oleh seniman gambar otodidak berdasarkan tahun pembuatan? misal th 1940-an tren huruf dari jenis serif, tahun 1950an dari jenis sans serif, dsb…?

Surianto Rustan July 22 at 10:45am
kebetulan saat ini sy sedang menulis tentang tipografi dan saya sedang menyususn tahun pembuatan huruf2, tapi pembuat huruf ini kebanyakan dari eropa & amerika & tidak semuanya otodidak:
1940 Berkeley Old Style. Frederick W. Goudy
1948-1950 Palatino. Hermann Zapf
1950-1958 Optima. Hermann Zapf
1953 Mistral. Roger Excoffon
1953 Clarendon. Hermann Eidenbenz
1955 Courier. Howard Kettler
1960 Mojo. Jim Parkinson
1961 Eras. Albert Boton, Albert Hollenstein
1962 Eurostile. Aldo Novarese
1964-1967 Sabon. Jan Tschichold
1965 Impact. Geoffrey Lee
1965 Friz Quadrata. Ernst Friz
1965 ITC AMericana. Richard Isbell
1968 Frutiger. Adrian Frutiger
1970 Avant Garde. Herb Lubalin
1971 ITC Souvenir. Ed Benguiat
1974 Lubalin Graph. Herb Lubalin
1974 Bell Centennial. Matthew Carter
1974 ITC American Typewriter. Joel Kaden & Tony Stan
1978 Benguiat. Edward Benguiat
1979 Zapf Chancery. Hermann Zapf

Hermansyah Muttaqin July 22 at 10:51am
terima kasih atas infonya yang lengkap sekali. buku bapak termasuk salah satu dari referensi yang saya gunakan dalam penyusunan tesis ini. Tipografi yg digunakan dalam etiket merek dagang batik memang dibuat oleh seniman otodidak, yaitu si pengusaha batik sendiri atau percetakan yang mencetak etiket tersebut krn pada masa itu di indonesia belum ada profesi desainer grafis. makanya hurufnya susah dikelompokkan krn sesuai selera mereka, tdk berpatokkan pada aturan tipografi barat…

Surianto Rustan July 22 at 11:03am
ini klasifikasi typeface menurut Alexander Lawson (yg saya pakai dlm buku saya):
1200an Black letter
1400an Venetian
1500an Old style
1700an Transitional
1784an Modern
1800an Slab serif
1816an Sans Serif
sudah ada sejak dulu Script
1810an Decorative

semoga tesisnya sukses!

Hermansyah Muttaqin July 22 at 11:06am
Amiiin…terima kasih sekali informasi dan doanya pak. Saya tunggu nih bukunya terbit di solo…

Apa bedanya desainer otodidak sama yang sekolah?

Sani Wira Sanjaya June 18 at 10:50am
Oh iya Sir, mau nanya2 nih. Apa bedanya desainer otodidak sama yang sekolah? Apakah untuk menjadi seorang desainer (logo khususnya ), harus sekolah dulu?
Dan, referensi buku2 laen about logo ada ga sir?
Saya tunggu kreasi buku anda selanjutnya!!!
Hehehehe…

Surianto Rustan June 22 at 12:43pm
sejauh pengalaman saya, hanya lewat baca buku atau lihat karya orang lain efeknya tidak begitu dalam dibandingkan praktek melalui seorang ahli seperti dosen atau praktisi yang punya pengalaman kongkrit di bidangnya, jadi kalau punya kesempatan sekolah sebagai desainer saya pikir jauh lebih baik.

mengenai referensi buku2 tentang logo bisa dilihat pada daftar pustaka yg saya cantumkan di buku mendesain logo, di halaman2 belakang.

btw trims atas supportnya, ini saya sedang proses penulisan buku tentang font & tipografi, mudah2an dalam tahun ini bisa terbit.

salam suxes!

Makna logo harus diketahui orang banyak?

Bintang Pramudya P P April 4 at 2:02pm
mau tanya pak. logo harus memiliki arti atau filosofi yang mewakili pihak tertentu, makna dari logo itu sendiri apa harus diketahui orang banyak? atau hanya sekedar pemesannya saja yang tau akan arti dari logo tersebut???

Surianto Rustan April 5 at 1:47pm
maknanya tidak perlu semua org tahu. logo kan sbg identitas, seperti nama & wajah manusia. kan ga semua org perlu dijelaskan arti namamu & kenapa wajahmu spt itu. sama persis dgn logo. syarat utama logo cuma: unik. bukan unik = menarik, tapi unik yang berbeda dengan orang lain. itu saja

Surianto Rustan April 5 at 1:47pm
konsepnya balik lagi seperti nama dan wajah manusia

Bintang Pramudya P P April 5 at 1:50pm
hem……makasi, aku coba de 🙂

Pakai warna apa?

Miko Wijayanto February 28 at 1:14pm
pakdhe numpang kasih saran dong..ane dapet tugas buat logo prusahaan spa n private villa bernuansa thailand..enaknya pake warna apa ya..?

Surianto Rustan February 28 at 8:47pm
wah kudu riset dong, coba liat motif2 & ornamen thailand, mereka pake warnanya apa. ato coba ambil dari konsep yg mau dibangun, misal keakraban, kehangatan, ya berarti warnanya yg warm, ato kalo mo ngambil dari bidang usahanya yg menjual ketenangan hidup, mungkin sebaliknya, pake yg cool.
pada akhirnya sih ga ada patokan yg kaku, semua berasal dari konsep yg mau dibangun.

Surianto Rustan February 28 at 8:48pm
coba juga liat2 buku2 color harmony, siapa tau ada yg sesuai dengan tema yg mau dibangun

Miko Wijayanto March 6 at 6:36am
terima kasih atas sarannya!!

Referensi tentang kemasan produk?

Nixon Ao January 16 at 10:27pm
Halo Mas Surianto, saya Nixon Ao mahasiswa Universitas Kristen Duta Wacana Jogjakarta. Saya pernah membaca buku ttg mendesain logo karangan dari mas. Saat ini saya sedang menyelesaikan skripsi tetang Tanggapan Konsumen Terhadap Elemen Kemasan Produk. Saya mengalami kekurangan sumber terutama buku-buku ttg Kemasan Produk. Apakah Mas Surianto memiliki referensi ttg Desain Kemasan Produk, atau yg berkaitan?
Terima kasih banyak Mas, atas hadirnya buku ttg mendesain logo yang menambah wawasan bagi saya.

Surianto Rustan January 18 at 8:21am
Halo Mas Nixon, salam kenal.
Setahu saya sampai saat ini belum ada buku desain berbahasa Indonesia yang membahas mengenai kemasan produk. Tapi kalau mencari referensi yang berbahasa Inggris cukup banyak. Ini beberapa link dari internet:

http://desktoppub.about.com/od/packagedesign/Package_Design.htm

http://www.thedieline.com/

http://www.packagingcoach.com/articles.htm

Mudah2an bisa bermanfaat.

Tanya tugas

Michael Andikawan Silalahi February 28 at 3:47pm
k, saya maw nanya2 tentang dugas desain grafis saya donk… boleh nggk???
kbetulan dosen saya lulusan trisakti juga, jd sama lah kiraa2 bahasannya… hha~
thx..

Surianto Rustan February 28 at 8:48pm
silahkan, mana tugasnya?

Michael Andikawan Silalahi February 28 at 8:54pm
mksih…

sy disuru dosen sy buat gmbr dgn elemen visual, yg mngambarkan “tinggi,”pendek”,”besar”,”kecil”,”leban”… gmn y cara gmbrinny ??? bingung…

thx y om..

Surianto Rustan February 28 at 9:06pm
apa soalnya hanya sesingkat itu? yg lengkap dong 🙂

Michael Andikawan Silalahi February 28 at 9:12pm Report
hohoho… bgini perintahny…

buat 10 gambar dengan elemen2 visual gmbar dengan makna setiap gmbarnya sbb:
1. panas
2. dingin
3. tinggi
4. pendek
5. besar
6. kecil
7. leban
8. sempit
9. kemarau
10. sedih

bgitulah soalny…

poin 3, 4, 5, 6, 7 sy paling blank, nggk ad bayangan…

thx y om…

Surianto Rustan March 3 at 2:23pm
kamu temannya Chacha Lencha bukan? koq pertanyaannya ampir sama ya? ini saya kopi dari jawaban saya ke dia:

mungkin mxd dosenmu itu sebuah objek abstrak. jadi cuma permainan garis / shape / dot, dll plus tentu saja warna, yg tidak berbentuk objek nyata, tapi kudu abstrak, yg penting bisa menggambarkan kesan sedih, kecil, dll.
sebetulnya ga terlalu susah kalo kita tau caranya: misal: sedih: pertama kudu mikirin, kalo lagi sedih kamu merasa mentalmu atau jiwamu besar atau kecil? warnanya warna hangat atau dingin? tekanan garisnya kuat atau lemah? kasar atau halus? kacau atau teratur? coba bayangin, nah, masing2 kata yg tadi aku tanyakan, sebetulnya bisa divisualkan kan? misal, jiwamu merasa kecil, berarti objek tersebut kecil, mungkin tidak perlu memenuhi bidang gambar, ato mungkin sisa bidang kertasnya diberi warna aja, warnanya hangat ato dingin? kalo sedih campur marah mungkin pake warna2 hangat, kayak merah, kuning, oranye, tapi kalo berasa hopeless pake warna2 fingin, kayak biru, hijau.
gitu deh, cobain dulu deh, mudah2an berguna

Michael Andikawan Silalahi March 4 at 7:38am
Ya, dosen kita sama..
Wah, trnyata om mrhatiin y..
Saya sudah dikabari jawaban om ke dia, tp saya msh sdikit kurang mngerti..

Makasi bnyk ya..
Saya sudah sngat ngerti skrg kalau baca langsung..

Trimakasih banyak om..

Surianto Rustan March 4 at 8:55am
sam2.. smg suxes ya

Harga sebuah logo?

December 12, 2009 at 1:51pm
Pakabar Mas Surianto?(panggilannya apa Mas?).Saya mau nanya tentang menentukan harga sebuah desain Mas,khususnya logo. Mohon share pengalamannya Mas. Oya, saya dan mahasiswa memakai buku Mas sebagai referensi utama karena buku sejenis sangat langka. Dan berkat usulan saya jurusan kami sudah beli 5 buah buku mendesain logo…terima kasih Mas (panggilannya apa Mas?).

Surianto Rustan December 14, 2009 at 8:38am
Panggil saja Surya :). sebelumnya terima kasih atas kepercayaannya untuk menggunakan buku tsb sebagai referensi dlm pengajaran. tentang harga sebuah desain (baik logo maupun desain lainnya), sangat bergantung pada antara lain: sejauh mana riset yang dilakukan (baik riset terhadap entitasnya, riset pasar produk tsb, riset konsumen, dll), apakah riset tsb menggunakan tenaga pihak ketiga? apakah riset dilakukan sampai ke luar kota atau bahkan keluar negeri? makin luas dan dalam riset yg dilakukan, maka harga desain makin mahal. ingat bahwa mendesain sangat bergantung pada riset. kedua..

Surianto Rustan December 14, 2009 at 8:43am
seberapa besar entitas tersebut? apakah ia sebuah grup perusahaan yg memiliki banyak anak perusahaan, atau ia adalah hsil konglomerasi beberapa perusahaan, apakah jangkauannya multinasional atau lokal saja, apakah Tbk? bagaimana laporan keuangannya? dll. besar kecilnya perusahaan mempengaruhi harga desain, alasannya: semakin besar jangkauannya, maka desain yg akan kita buat itu nantinya akan digunakan secara luas dan dilihat oleh makin banyak orang, lalu makin luas dan besar si entitas, maka tanggung jawab desainer utk membuat desain yg efektif akan makin besar > makin berat tanggung jawabnya. ketiga..

Surianto Rustan December 14, 2009 at 8:47am
kompleksitas pekerjaan. biasanya makin besar dan luas si entitas, maka pekerjaan akan makin kompleks, misalnya kita hrs membuat sebuah logo grup dengan 9 anak perusahaan yg masing2 ingin tetap terlihat sbg satu kesatuan. problem juga termasuk dlm kompleksitas. misalnya lion air yg mau redesign logonya, sedangkan mereka sendiri byk dirundung masalah keamanan penerbangan > orang makin kurang percaya thdp mereka.

Surianto Rustan December 14, 2009 at 8:49am
saya rasa sekian dulu Mas, jadi yg perlu dicamkan oleh desainer pertama2 adalah riset. lah bagaimana kita bisa menghasilkan desain yg efektif apabila tidak tau apa2 problem entitasnya? jd definisikan dulu problem si entitas, lalu baru kita bisa cari solusinya > dlm bentuk desain.

December 14, 2009 at 9:57am
wew..sip Mas Surya, it’s cool…terima kasih byk Mas…saya akan menerapkannya…jangan bosen2 ya Mas… 🙂

Surianto Rustan December 14, 2009 at 2:15pm
Silahkan Mas, jgn sungkan 🙂

Logo sebaiknya menggunakan warna2 primer?

Henny Vitri December 6, 2009 at 10:16am
pak, saya mau tanya.. apa sebaiknya dlm pembuatan logo itu menggunakan warna2 primer yah?
thanks bfore 🙂

Surianto Rustan December 6, 2009 at 10:23pm
ga selalu. yg penting sesuai dengan kepribadian entitasnya. sebaiknya sih alasannya dilandasi oleh riset si entitasnya. siapa entitasnya itu? supaya lebih gampang, mendingan riset dulu. apakah perusahaan itu mau dilihat sbg kumpulan orang2 muda yg dinamis, ato corporate kelas atas yg berwibawa? atau produknya mainan anak2 atau restoran jepang, atau apa? kadang2 solusina sudah melekat di problemnya loh. misalkan muda & dinamis = warna2 warm, kelas atas & berwibawa = ditambah campuran black jd agak tua, anak2 = komplementer, restoran jepang yg mau menampilkan sisi tradisionilnya = warna2 oriental. sekian dulu, apa sudah cukup jelas?

Henny Vitri December 7, 2009 at 7:48am
hmm kira2 udah. sebenernya udah d coba cari solusinya dr cara itu, tp sy d kasih advice katanya sebaiknya memakai warna2 primer, karna ragu, makanya saya coba tanya k bapak. makasih ya jawabannya, membantu bgt (:

Surianto Rustan December 7, 2009 at 7:55pm
sama2..

Studi bentuk (makna lingkaran dan bentuk2 lain)

Artika Farmita December 17, 2009 at 11:02am
Pak Rustan,,, perkenalkan saya Artika, mahasiswa DKV ITS.
Sekarang saya sedang mengerjakan riset untuk TA pak, tentang visual identity stadion internasional Bung Tomo di Surabaya.
Saya juga mempunyai buku bapak yang Mendesain Logo dan buku itu sangat membantu saya.

Nah, saya ingin mengkaji lebih dalam mengenai studi bentukan pak.
Mengkajinya itu menggunakan dasar ilmu apa pak ya?
Seperti lingkaran bermakna dinamis, bergerak, dll…dan bentuk-bentuk lain. Di buku bapak memang sudah ada, tapi saya ingin mencari referensi lain.
Apa itu kaitannya dengan semiotika? atau psikologi ya?
[mulai bingung deh,hehe].

Terima kasih sebelumnya Pak.
🙂
Best regards!

Surianto Rustan December 22, 2009 at 9:46am
Halo Artika,
itu byk kaitannya dgn psychology & neuroscience. coba riset lg ke sumber2 ini, mgkn bisa membantu:
http://char.txa.cornell.edu/
http://www.usask.ca/education/coursework/skaalid/textindex.htm
http://scienceblogs.com/cognitivedaily/2006/03/the_emotion_of_shapes.php
http://scienceblogs.com/cognitivedaily/2005/10/when_do_babies_learn_to_group.php
http://hubel.med.harvard.edu/bcontex.htm