Ruang kosong pada desain, Nirmana, dan susah cari buku desain

Mon, Mar 10, 2014 at 3:36 PM

Sore pak…… apakabar ??
pakk saya kasih teknik dan tips dong untuk mengisi ruang kosong pada design …
terima kasihhhhh

Mon, Mar 10, 2014 at 8:01 PM

halo Mas,
lho, mengapa ruang kosong harus diisi?
justru ruang kosong (white space) diperlukan utk:
– memberi jedah supaya mata pengamat bisa beristirahat
– menjadi pemicu agar mata pengamat tertuju pada objek yang kita inginkan untuk dilihat.
– sebagai ‘frame’ objek.
– sebagai penyeimbang komposisi layut.
jadi white space itu tidak selalu harus diisi, justru yg harus dilakukan adalah membuat komposisi seimbang dengan menggunakan elemen2 seadanya, tidak perlu diada-adakan.

bahkan ada ebooknya lho:
whitespace is not your enemy – kim golombisky

baca juga wikipedia:
http://en.wikipedia.org/wiki/White_space_%28visual_arts%29

Tue, Mar 11, 2014 at 12:53 PM

oke pak paham..
oiyaaa berulang kali saya dengar istilah nirmana udah saya pelajari secara teori tpi g paham penerapan langsung nya dalam desain itu gmna pak (maklum otodidak) mohon dijelaskan yaa pakk

Thu, Mar 13, 2014 at 9:43 PM

Setelah mengalami diajari dan mengajar nirmana juga, maka kesimpulan saya nirmana itu lebih bersifat ‘training’, semacam latihan dalam hal kepekaan terhadap elemen-elemen desain dan penataannya, serta pengaruhnya terhadap persepsi.

jadi nirmana ini semacam latihan ‘soft skill’, bukan ‘ilmu siap pakai’, butuh pengolahan lebih lanjut oleh si desainer sehingga ia bisa menerapkannya di proyek desain real. jadi sifatnya tidak bisa langsung diterapkan seperti ilmu layout, atau packaging.

Demikian Mas.

Thu, Mar 13, 2014 at 10:20 PM

terima kasih pak penjelasannya..
oiya pak ngomong2 soal buku, susah bener ya cari buku design ditoko buku, alih2 cri buki design yg ada malah, “tips corel draw” “cara membuat font” manipulasi foto dll.. tpi yg lebih ke anatomi design susah cari nya..
knapa bsa gtu pak ? dan beli nya dmna ya pak ?

Fri, Mar 14, 2014 at 4:12 PM

halo Mas,
itulah cerminan kondisi masyarakat kita yg ga tau tentang desain itu apa. mereka taunya bhw desain itu software saja, kosmetik, dll. btw apa sudah baca artikel saya di:
http://www.suriantorustan.com/bukamata-3-mitos-fakta-desain-grafis/
di situ ada artikel mitos & fakta desain grafis, ya seperti itulah kira2 yg terjadi di masyarakat kita. mau beli buku desain (yg bukan cuma software) memang sulit, lah wong bukunya juga cuma bisa dihitung jari saja 🙂

inilah salah satu alasan saya mengapa menulis buku2 desain, supaya masyarakat melek desain 🙂

Adakah pakem buku sehingga layak dibaca orang?

Tue, Feb 18, 2014 at 5:09 PM

Selamat sore pak,

Semoga masih ingat dengan saya pak.
Saya mau bertanya seputar dengan masalah penyampaian informasi dari sebuah buku. Dalam buku layout, di katakan bahwa ada beberapa Hal yang perlu di perhatikan saat membuat buku yaitu, desain cover, desain navigasi, kejelasan informasi, kenyamanan membaca, dll.

Nah yang saya mau tanya kan adalah, apakah ada pakem khusus atau aturan khusus atau nilai-nilai standard dalam membuat sebuah buku sampai buku tersebut layak di sebut sebagai sebuah buku? Atau sebagai sebuah buku yang layak untuk di baca oleh banyak orang? Atau kah mungkin ada kelayakan lainnya yang lebih tepat pak?
Atau kah karena desain ini bersifat relatif, jadi Hal tentang pakem atau aturan atau kelayakan ini berhubungan langsung dengan selera dari target pembacanya?

Begitu pak pertanyaan saya, saya mohon sharing-an nya dari bapak. Terima kasih pak.

Tue, Feb 18, 2014 at 5:56 PM

apakabar 🙂
mengenai desain buku, selayaknya sebuah karya desain, ia memiliki berbagai fungsi selain hanya sekedar estetis / indah / bagus.
lebih lengkapnya silahkan membaca2 artikel yg saya tulis tentang apa itu desain grafis:
www.dgi-indonesia.com/bukamata

nah, ada karya2 yang didesain lebih banyak menonjolkan fungsi2nya (misalnya tulisan yang jelas, layout yang teratur, dll > untuk mengakomodir fungsi menjual, fungsi navigasi, dll), tapi ada juga yang lebih diperlukan segi kreativitasnya (utk topik2 tertentu, misalnya seni kontemporer, ekspresi personal, dll). penanganan keduanya sangat berbeda, yg satu sangat teratur, terbaca dengan jelas, rapi, dll, yg satu lagi abstrak, emosional, tp tidak jelas terbaca.
kita tidak bisa bilang yang jelas terbaca & teratur rapi itu lebih baik daripada yg sgt kreatif dan hampir tidak terbaca. semua sangat tergantung pada konsep desain tsb dibuat, antara lain 5W 1H:
– What: untuk apa desain itu dibuat
– Who: ditujukan utk siapa desain tsb
– When: kapan
– Where: dimana
– Why: mengapa diperlukan
– How: mengapa pakai strategi tsb

Jadi kelayakan sebuah buku didesain spt apa itu sgt tergantung dari konsep & fungsi2 yg diemban buku tsb. Ia disebut layak bila konsep2 & fungsi2 tsb bisa terjawab dalam desainnya. misalnya cocok dan diminati oleh target audiens ybs, dll.

Desain tidak melulu intuitif, tapi juga rasional. kalau melulu intuitif itu kemungkinan seni rupa murni, bukan desain. masalah relatif dan masalah selera tidak menduduki tempat teratas dalam desain. tempat teratas adalah apakah desain itu bisa memenuhi fungsi2 yg diembannya.
silahkan baca di http://www.suriantorustan.com/bukamata-3-mitos-fakta-desain-grafis, mudah2an bisa menjelaskan soal selera ini.

mungkin sementara itu, Ingrid, apabila setelah membaca2 artikel tersebut masih bingung juga, silahkan tanya2 lagi ya.

Suxeselalu!

Apa beda seni grafis dan desain grafis? Adakah buku referensi dasar2 senirupa?

halo pak surianto,
nama saya Hadid Windoro.

sebelumnya saya ingin berterima kasih sama bapak karena dari buku bapak saya bisa belajar banyak tentang bidang desain. baik itu logo, layout maupun tipografi sehingga saya, mahasiswa yang sebenarnya ingin sekali masuk jurusan seni tapi ngga kesampean ini bisa belajar mandiri. dan dengan buku bapak ini saya menjadi semakin ter-motivasi lagi untuk mencari cari pengetahuan ilmu desain secara mandiri. baik itu dari internet atau pun buku lainnya.

dari buku buku karangan bapak yang saya baca, saya jadi paham betul bahwa untuk menyandang predikat desainer grafis itu bukan perkara yang mudah yang hanya bisa didapatkan dengan modal kemampuan photoshop dan selera yang bagus. tapi jauh lebih dalam lagi dari itu.

nah, ada dua buah pertanyaan yang ingin saya ajukan. mungkin pertanyaan ini sangat sederhana dan bersifat kontekstual, trapi saya tidak tahu jawabannya. sebenarnya, apa ada perbedaan dari seni grafis dan desain grafis?
kedua, apakah bapak punya referensi buku yang membahas seni rupa dari hal yang paling dasar? (seperti sejarah, aliran, tokoh, perkembangan, contoh karya)

terima kasih banyak sebelumnya.
_____

Halo Mas Hadid,

Saya akan jawab sejauh pengetahuan saya yg terbatas ini. Jadi kalau tidak memuaskan, sebelumnya sy minta maaf.

Mengenai seni grafis dan desain grafis.

Seni grafis itu ada di tataran seni murni, sedangkan desain grafis itu ada di tataran yg berbeda.
seni grafis adalah seni murni seperti seni lukis, dll, tapi mediumnya adalah alat2 grafika / percetakan. yang saya tahu biasanya para seniman seni grafis ini sekolahnya di jurusan seni murni, tapi mendalami grafika, mereka mengeksplorasi berbagai teknik cetak, dari cetak tinggi, mencetak menggunakan cetakan cukil kayu, dll. dan hasilnya dipamerkan selayaknya pameran lukisan.

Sebagaimana layaknya seni murni, sang seniman / karyanya itulah yang menjadi subjek / pusat seni tersebut, lalu audience yang harus mendatangi mereka, masuk utk menyaksikan karya2 tsb. riset yg dilakukan seniman bukan riset audience, tetapi riset thd objek yang mau dilukisnya. Seniman langsung berhadapan dengan audience, dia bukan ‘komunikator’ bagi pihak lain melainkan bagi dirinya sendiri.

Berbeda dengan desain grafis, yang menjadi subjek adalah audience, karena itu riset audience merupakan yg utama bagi desainer grafis. Desainer grafis yang mendatangi audience dan melayani mereka, bukan sebaliknya. Desainer grafis biasanya berada di posisi jembatan penghubung antara pemilik produk / perusahaan dan masyarakat /audience. jadi dia adalah ‘komunikator’.

artikel yg membahas dasar2 senirupa sangat banyak beredar di internet Mas, silahkan ke google dengan search variasi kata2 ini: basic, fundamental, history, art, movement.

sedangkan buku bahasa indonesia yg membahas senirupa saya sendiri belum pernah baca selain dari sisi desain grafis Indonesia, yaitu di: http://dgi-indonesia.com/garis-waktu-desain-grafis-indonesia-2/ dan buku Arief Adityawan S.: Tinjauan Desain Grafis. Karena desain grafis asalnya juga dari seni murni, maka dalam sejarah desain grafis, pastinya ketemu seni rupa di awal2nya.

Demikian Mas, sementara itu dulu sejauh pengetahuan saya. mudah2an bermanfaat. salam suxes!