Desain Grafis di Indonesia dalam Revolusi Industri 4.0

Ini adalah bagian pertama dari dua tulisan. Bagian kedua: Survive & Sustain sebagai Desainer.

Dinamika desain grafis/komunikasi visual selalu terkait erat dengan perkembangan teknologi. Apabila kita menengok ke belakang, ketika teknologi informasi mulai menguasai dunia di pertengahan 90-an, di Indonesia terjadi ‘penggusuran’ besar-besaran terhadap desainer manual. Profesi seperti paste-up artist, tukang setting, tukang stensil, digantikan oleh desainer pengguna komputer. Saat itulah masuknya arus besar Revolusi Industri 3.0.

Sekitar tahun 2010-an, aktivitas desain grafis instan makin marak. Penggunaan desain siap pakai, seperti template, mock-up, clipart menggantikan desain yang dimulai dari nol dan riset yang dianggap mahal dan bertele-tele. Akibatnya desain makin tidak dipandang sebagai proses mencari solusi, melainkan hanya sekedar make-up/dekorasi.

Dengan cara berpikir semacam itu, mulailah bermunculan kelompok-kelompok desainer di kampung. Para petani, buruh pabrik, kuli bangunan kini beralih profesi menjadi desainer kontes-kontes desain di internet. Bagaimana tidak alih profesi? Upah buruh yang sebelumnya Rp.450.000,- perbulan, setelah menjadi desainer kontes bisa naik menjadi Rp.20.000.000,- perbulan, apabila sering menang kontes.

Fenomena di atas merupakan beberapa manifestasi dari Revolusi Industri 4.0 di bidang desain grafis di Indonesia. Dalam konteks desain yang telah bergeser ini, siapapun bisa menjadi desainer. Bahkan teknologi perangkat genggam dan aplikasinya sekarang sangat memungkinkan kita untuk mendesain kapanpun dan di manapun melalui puluhan apps desain instan yang siap diunduh dan digunakan secara gratis!

Dalam surat kabar Kompas 3 Mei 2017 mengenai dampak Revolusi Industri 4.0 terhadap bidang-bidang profesi, diprediksi pekerjaan desainer grafis/komunikasi visual akan tetap ada. Prediksi tersebut mungkin benar, namun substansi desain dan pelakunya di masa depan makin berubah. Berikut ini adalah beberapa prakiraan para ahli mengenai pengaruh Revolusi Industri 4.0 terhadap bidang Desain Grafis/Desain Komunikasi Visual:

– Semua peralatan kerja akan saling terhubung di internet (IoT/Internet of Things), dan kecerdasan buatan (AI/Artificial Intelligence) ditanamkan di dalamnya. Rob Girling (konsultan desain Artefact) memperkirakan: software/apps desain grafis akan membuatkan ratusan alternatif layout/logo dalam seketika, pengguna tinggal menyediakan teks dan gambarnya saja.

– Karena pekerjaan mendesain makin dipermudah, maka bisa dilakukan oleh siapapun. Imbasnya, menurut Duane Bray dari Ideo: kelak posisi desainer tidak harus dipegang oleh yang berlatar belakang desain, yang penting berpikiran terbuka dan punya niat belajar tinggi.

– pencetakan tiga dimensi (3D printing), robotik, VR/Virtual Reality, AR/Augmented Reality akan menjadi hal yang umum. Menurut John Maeda (desainer dan teknolog): desainer akan terbagi menjadi dua jenis, yaitu Desainer Klasik, contohnya Desainer Grafis, Desainer Interior, dan Desainer Komputasional (computational designer), yaitu mereka yang berkecimpung dengan kode dan program. Desainer komputasional ini bersifat hybrid (kombinasi), bisa mengerjakan desain klasik, juga akrab dengan teknologi. Kepala jurusan Integrated Design Universitas Texas, Doreen Lorenzo bahkan memperkirakan peran Desainer Klasik akan segera mati dan digantikan oleh kecerdasan buatan, di masa depan semua desainer akan menjadi hybrid.

– Lama-kelamaan desain bukan lagi sebuah bidang yang berdiri sendiri, keberadaannya makin lama makin tidak kentara karena ia melebur dengan bisnis, teknologi, pendidikan, dan disiplin lainnya. Batasan antara area desain dan yang lainnya akan semakin kabur. Menurut Cees de Bont (Dekan School of Design, Universitas Politeknik Hong Kong): ditengah kondisi seperti itu desainer perlu memperluas pengetahuan akan bidang-bidang di luar desain, serta keterampilannya dalam hal teknologi, komunikasi dan bisnis.
_____

Ditulis oleh Surianto Rustan sejak Mei 2017 atas keresahan yang telah dirasakan sejak 3 tahun sebelumnya. Ini adalah bagian pertama dari dua tulisan. Bagian kedua: Survive & Sustain sebagai Desainer.

Apa itu key-visual?

Gladys Cinthya
Malam pak surianto …

6:36pm
Surianto Rustan
halo.. malam..

6:37pm
Gladys Cinthya
Saya mau tanya” seputar dunia desain.. bapak tau istilah key visual ?
Nah saya lagi mencari definisi yang pas buat arti dri key visual itu

7:00pm
Surianto Rustan
btw untuk keperluan apa nih Mba?

7:01pm
Gladys Cinthya
lagi nyusun tugas akhir..

7:02pm
Surianto Rustan
ooo i c

7:03pm
Gladys Cinthya
Mohon bantuannya ya pak,

7:07pm
Surianto Rustan
bntr ya, nyari dulu
sudah pernah dapat pengertian ini?: The key-visual is an image motif that is used in campaigns in order to enhance brand recognition

7:08pm
Gladys Cinthya
Belum pernah…
Itu dari buku apa ya pak? ..

7:10pm
Surianto Rustan
kalau saya perhatikan, tak terbatas motif, tapi bisa berupa apa saja: fotografi, motif, ilustrasi, apa saja. yang tujuannya mbikin brand tsb makin menarik perhatian & jd cepat diingat audiensnya
hmmm campuran dari berbagai sumber, atau bisa tulis saja hasil wawancara dengan saya

7:13pm
Gladys Cinthya
bisa dibilang sebagai benang merah suatu desain untku desain lainnya yang masih ada dalam satu brand?

7:15pm
Surianto Rustan
contohnya?

7:21pm
Gladys Cinthya
saya kn mau buat ke visual media promosi museum-museum tmii(16 museum).. rencananya saya buat key visualnya dengan memakai motif ukiran bali serta typografi tradisional nanti disetiap desain media promosi ada benang merahya ( motif n typo ) yang dipadukan dengan elemen lain yang mendukung setiap museum…

7:22pm
Gladys Cinthya
jadi antara museum serangga, museum iptek, olahraga dll akan terlihat satu mencirikan museum tmii…
begitu bukan?

7:26pm
Surianto Rustan
iya, tp itu bukan istilah satu2nya, ada yg bilang juga dengan istilah: visual ambience, supergraphic, dll. dan selain itu, key visual juga ada yg menerjemahkan tidak seperti pengertian yg kamu bilang, tapi ini: http://www.jovoto.com/blog/2011/01/logo-vs-keyvisual/

7:37pm
Gladys Cinthya
makasih ya pak untuk pencerahannya tentang key visual

Adakah majalah desain grafis di Indonesia saat ini? Bagaimana mendesain dengan deadline super singkat? Bagaimana supaya dapat ide cepat? Desain gratis atau dicharge?

Raden Andi Setiawan
pak
manggil bapk atw mas ni

10:47pm
Surianto Rustan
halo

10:48pm
Raden Andi Setiawan
sibuk pak
kayaknya banyak jadwal ni
tuk jd pmbicara

10:55pm
Raden Andi Setiawan
pak
ada recomendasi majalah design ga
dah lama ni ga di supply trend2 design

11:00pm
Surianto Rustan
halo, majalah desain sekarang cuma diproduksi oleh kampus, tp semuanya recomended, soalnya digarap dgn serius:
Masterpiece -UMN
ArtMax – Untar
TitikDua – Binus

11:03pm
Raden Andi Setiawan
di jual publik ga pak
dimedan ga ada tu ketiga tianya

11:05pm
Surianto Rustan
ga dijual umum, hanya kalau ada event seperti Design Cooking ini. Atau coba kontak redaksinya, harusnya sih bisa dipesan & dikirim lewat Tiki.
Coba hub Fb: Triden Tan (Masterpiece)

11:05pm
Raden Andi Setiawan
y dua lagi ada kontak personnya pak
concept dah ga ada lagi ya

11:07pm
Surianto Rustan
sbntr sy carikan
ini page-nya ArtMax, coba tulis komen sj / message: http://www.facebook.com/groups/55096127881/?fref=ts
Titikdua: http://www.facebook.com/TitikDuaTidu

11:11pm
Raden Andi Setiawan
bapak aktif di y mana

11:11pm
Surianto Rustan
semuanya saya support, semua teman-teman saya

11:12pm
Raden Andi Setiawan
ooo bapak aktif di ke tiga nya
kirain bapak cuman di masterpiece

11:12pm
Surianto Rustan
tidak, saya tidak aktif juga, hanya mengamati, kadang2 memberi input & artikel

11:13pm
Raden Andi Setiawan
bapak tau ga kemana concept sekarang

11:13pm
Surianto Rustan
sudah bubar Mas

11:14pm
Raden Andi Setiawan
pindah atau bubar total pak
pak boleh tanya2 gak
mengenai job design

11:23pm
Raden Andi Setiawan
gini pak
saya biasa ngerjain design
tapi y deadlinenya super pendek
kadang2 ditunggu malah

11:24pm
Surianto Rustan
trs?

11:24pm
Raden Andi Setiawan
sering sih merasa ga puas dengan y dibuat
tapi user ga pernah nolak apa y saya buat
menurut bapak saya y kurang expert tuk cairkan ide atau memang org2 y jadi client saya cuek thd design

11:26pm
Surianto Rustan
wah, mnrt sy sdh baik apabila kita tdk pernah puas thd desain sendiri, artinya selalu ada dorongan utk belajar. tdk peduli apakah org suka dgn desain yg kita buat, tp kita terus mengembangkannya. sy rasa itu baik sekali
berkarya itu tidak sebatas membuat klien senang
tapi ya kita ini hidup utk berbuat sebaik2nya

11:28pm
Raden Andi Setiawan
biasa bapak klo ada deadline pendek, tuk dapat ide biasanya gmn sih
gmn tuh pak

11:43pm
Surianto Rustan
cara paling mudah, hrs sering2 baca buku2 desain / browsing melihat desain2 para desainer2 ahli, banyak nonton film yg sifatnya fantasi / science fiction, kalo ada pameran / seminar, dll rajin datang utk mendapat byk inspirasi, bergaul dg para pakar2 desain, dan terus berkarya sambil belajar

11:43pm
Surianto Rustan
kalau itu semua sering dilakukan, biasanya jd mudah keluar ide

11:44pm
Raden Andi Setiawan
kayaknya cuman browsing sama nonton aja y sering
dimedan ga pernah ada seminar desain
jarang kali
terakhir kali BiNus center y ngadakan
tapi itu pun pembicaranya kawan sendiri

11:46pm
Surianto Rustan
o begitu.

11:46pm
Raden Andi Setiawan
majalah dlu sering beli
waktu concept masih ada
trus pak
saya tanya lagi ya
biasanya job y saya terima bukan sekedar desain
tapi sampai produksi jg
nah, biasanya saya include kan biaya desain ke prduksinya
terkadang malah desain sy ga kelihatan fee nya
ada kiat2 ga biar angkat itu ke permukaan biar jd ada row tersendiri di penawaran tuk biaya desain

11:51pm
Surianto Rustan
wah sebaiknya ada biaya desain tersediri, ini mendidik Klien bahwa desain itu tidak cuma templok, melainkan butuh usaha & waktu utk membuatnya, makanya di-charge.
bilang pada klien: kalau mau gratis saya juga bisa, caranya: pakai template, tapi ga tanggung kalau dituntut orang kelak, apabila desainnya mirip sekali dengan desain lain yg sudah ada, krn pernah dipakai oleh org lain juga.

11:54pm
Raden Andi Setiawan
tapi dimedan khususnya,banyak percetakan y dah include gitu dagangnya

11:54pm
Surianto Rustan
nah supaya tdk mirip dengan desain manapun, maka saya bikin sendiri dengan ide sendiri, dan utk itu ada proses yg tidak mudah, yaitu riset, walaupun riset kecil2an, namun itu perlu, lalu saya hrs cocokkan dengan audiens-nya dan dengan perusahaannya / produknya, lalu setelah itu menentukan layout, style, huruf / teks, warna, dll, byk sekali yg hrs dilakukan

11:54pm
Surianto Rustan
itu pilihan mau ikut arus atau bikin arus sendiri
karena saya sudah mengalami sendiri, ternyata bisa tanpa harus merendahkan harga / ikut2an arus
Kawan2 saya di Bandung & Semarang juga telah mengalami hal yg sama, sehingga kami yakin ini bisa, asal punya iman & sadar tanggung jawab moral bhw kita memang hrs mengedukasi masyarakat yg belum tau apa itu desain
hmm.. supaya kita dihargai, yg penting kita sendiri hrs menghargai diri sendiri, yaitu dengan:
tau apa itu desain grafis, dan tau siapa itu desainer grafis.
apa sudah baca artikel BUKAMATA di dgi-indonesia.com/bukamata
silahkan pelajari dulu, bahkan silahkan dishare kemana2 sbg edukasi bagi masyarakat

11:58pm
Raden Andi Setiawan
bener juga ya
klo diluar sana bisa seharusnya di medan juga bisa
saya check ni pak linknya
belum ngantuk kan pak
biasanya bapak kalau ada client minta desain mematok berapa hari pengerjaan pak?

12:10am
Surianto Rustan
tergantung pekerjaannya Mas

12:12am
Raden Andi Setiawan
saya paling banyak terima deadline pendek itu kegiatan gathering
pengadaan material gathering
merchandise dan lainnya
kayak backdrop,spanduk,hadiah
biasanya bapak klo buat begituan minta waktu berpa lama

12:15am
Surianto Rustan
wah sy malah belum prnh dpt order desain event

12:16am
Raden Andi Setiawan
kalau y lainnya pak
normally berapa lama

12:21am
Surianto Rustan
tergantung Mas, kalau pekerjaan bikin brosur dkk paling2 1 minggu, tp biasanya sy tdk mau kalau pekerjaannya cuma 1, misalnya brosur saja, krn itu sy tawarkan lainnya yg bermanfaat bagi si klien, krn itu biasanya 1 paket: brosur, folder, flyer, dll. paling lama pernah sampai 1 tahun, krn nambah2 terus, tp semuanya dibayar. itu pekerjaan identity / logo

12:22am
Surianto Rustan
btw saya mohon diri dulu ya Mas, krn sudah larut, besok2 silahkan sapa saya, kita ngobrol lagi. selamat malam, senang bercakap2 dengan Anda

12:22am
Raden Andi Setiawan
thanks pak

12:22am
Surianto Rustan
btw apa boleh percakapan kita ini saya upload ke blog surianto.wordpress.com ? supaya makin byk teman2 yg juga mengerti

12:23am
Raden Andi Setiawan
boleh sangat pak

12:23am
Surianto Rustan
baik, terima kasih banyak selamat malam..

12:23am
Raden Andi Setiawan
malam pak

Mau sekolah desain grafis?

Muhamad Fajri Firdaus
halo om
saya pny cita2 jadi design grafis
abis kulih s1 ini mau lanjut ambil s1 desain grafis om
nanti di campur sama ilmu bisnis
ada saran ga om? butuh nasehat

10:51am
Surianto Rustan
wah sip

10:52am
Muhamad Fajri Firdaus
bagus dimana ya om?
ya kira2 masih 3thn lagi om
yang perlu saya siapin dari sekarang apa ya?

10:59am
Surianto Rustan
sarannya: yg diajarkan di S1 cuma desainnya aja, sedangkan di kerjaan nanti yg dibutuhkan ga cuma desain, tapi juga ketrampilan bisnis dan komunikasi.
jadi yg hrs dipelajari dr sekarang, jgn cuma asik mendesain, tapi belajar ngomong, mendengarkan, bertanya, bersikap baik, pada org yg sdh dikenal maupun belum dikenal, belajar rapat, negosiasi, dll.
segi bisnis: belajar ngitung harga desain, belajar pembukuan sederhana, belajar kerjasama dengan org lain (teamwork), dll

11:05am
Muhamad Fajri Firdaus
wi mantep om
bagus bagus
iya om saya masih belajar lewat organisasi kampus

11:08am
Surianto Rustan
sip Mas Fajri, hrs aktif organisasi dan kenal banyak org, supaya network luas, nantinya gampang kalau butuh bantuan krn banyak teman

11:09am
Muhamad Fajri Firdaus
iya om
masih agak masalah sama sikap ke orang
hehhe

Tanya jawab mengapa pilih DKV?

Mario Nozzle
mlm mas… sya ingin bertanya mas…
apa yang membuat mas memilih DKV sebagai bagian dari hidup mas??

December 25, 2012
7:56am
Surianto Rustan
hehe.. wkt sd-smp maunya jadi seniman lukis, krn sy senang sekali menggambar, pas sma sadar bhw seniman lukis masa depannya suram, krn saat itu (sampai sekarang juga sih) dunia seni rupa tidak cerah apabila kita ga bener2 hebat, ato punya nasib yg bagus.
karena itulah saya pilih desain grafis krn saya tau bidang ini cukup luas lingkupnya dan belajar banyak, mulai dari fotografi, ilustrasi, periklanan, dll.
lucunya pas lulus kuliah saya justru nyari kerjaan sbg gitaris tunggal di hotel2 sebelum akhirnya yakin bhw jalan hidup saya bukan di musik (saya sadarnya pas ternyata ga diterima di mana2 sbg gitaris padahal udah audisi di mana2).
akhirnya melamar juga jadi desainer grafis di perusahaan umum, sbg inhouse designer. jadilah hingga saat ini sy di desain grafis.

December 25, 2012
11:24pm
Mario Nozzle
ow bgtu pak… wah ada kemiripan pak dengan saya.. saya merasa senang bisa share dg anda pak… klo blh saya jg mw share pak,apa dulu bapak sempet ragu ketika memilih jurusan dkv???
karna sampai saat ini saya msih smester 5 dan blum ad pengalaman apapun ttg dunia krja dkv,dan saya hanya takut skill yang saya miliki tidak mampu saya tuangkan di dunia kerja,walaupun dari tugas kuliah saya mampu,tapi sya ragu pak klo untuk dunia kerja.. bisa bapak ceritakan pak pngalaman anda krja sebagai designer pak???
hehehe maaf pak saya jadi bawel begini… haha. oy pak ada salam pak dari jack john… hehehe

12:25am
Surianto Rustan
hoho.. salam balik utk Jack John, apakab dia? saran saya untukmu: jangan takut waktu pertama kali dpt orderan ato pertama kali kerja fulltime, saya banyak melakukan kesalahan dan hal2 bodoh, super banyak. sangat memalukan krn jd merugikan para desainer senior yg kerja sama dgn saya di kantor tsb. tp mereka juga maklum saya baru di dunia kerja yg berbeda dengan kuliah. selain banyak melakukan kesalahan, tapi kita juga akan banyak bertemu dengan malaikat2 penolong orang2 yang baik yg membantu kita di tempat kerja, ada saja yg memberi tahu cara, mengajari komputer, dll. kalau mau dirata2 lebih banyak menyenangkannya drpd menakutkannya koq jd jgn takut. itu memang waktunya kita belajar kan

December 26, 2012
3:13pm
Mario Nozzle
hahaha… tapi apa anda pernah pak mengalami suatu kegagaln yang luar biasa dalam karier sebagai designer?? hehehe…
baik pak,dia salah satu inspirasi saya pak,serta bapak juga.. hahaha…
tpi skarang ini designer sendiri sudah bnyak aliran pak,apa bapak sendiri tetap dengan designer grafis sekarang pak???

6:06pm
Surianto Rustan
kegagalan saya adalah pada saat saya “bengong di dalam tempurung”. itu hal terbodoh yg pernah saya lakukan dalam hidup.
pencapaian kesuksesan itu dalam abstraksi saya adalah seperti gunung. (btw saya tidak peduli orang mau ngomong apa, ada yg bilang “sukses itu kan proses, sukses itu kan relatif, dll ya silahkan, itu kan terserah mereka, yg pasti: sukses tidak bisa digeneralisasi. dan sukses menurut saya adalah puncak gunung).
dulu waktu jomblo saya santai2 (kan masih sendirian, jadi uangnya cukup), btw ga usah munafik, bhw sistem kita hidup di sini (conditional – di saat ini, di tempat ini) adalah uang. tidak usah berlebih, yg penting cukup (cukup: ukuran saya secara pribadi, bukan pake standar orang lain)
pas pacaran dan merit juga masih santai, malah enak ada double income.
nah pas punya anak baru kelabakan. jadi single income dan tambah tanggungan pula.
jadi sebelumnya saya hanya ‘mendesain’ sebagai pekerjaan, bukan ‘mendesain hidup’ saya sendiri. hidup saya tidak didesain dengan baik. tidak ada perencanaan, tidak ada strategi, dll.
Tapi ternyata saya harus mengalami hal2 itu, sehingga memacu saya mendaki gunung sambil berlari seperti dikejar anjing!
juga supaya detik ini saya bisa sharing pada Anda

December 26, 2012
11:45pm
Mario Nozzle
ow seperti itu pak pngalaman anda… sungguh luar biasa pak…
saya setuju dg bapak,mgkin jika buku ini tidak ad saya masih belum sadar pak,dan seperti bapak bilang saya mgkin msh di dalam tempurung pak…
terus apa bapak sampai sekarang ini tujuan hidup sudah terpenuhi pak??

December 27, 2012
12:51pm
Surianto Rustan
Hehe sy merasa msh mendaki, msh krj krs, blm sampai puncak, cuma kayanya sih track-nya sdh benar. Spt di dlm hutan, Tuhan yg membuka dan memperlihatkan track tsb pd saya, ini betul2 tangan Tuhan, coba, pekerjaan mana yg sehebat ini? Bekerja susah payah, bayarannya bukan cuma uang, tp lbh jauh dr itu: doa dan ucapan terima kasih dr pembaca. Ya ampun! Sy jg tdk terpikir sblmnya punya pekerjaan luar biasa ini. Nah dari pengalaman2 itulah sy membalas kebaikan Tuhan dg bersyukur lewat prinsip baru: TULUS. Prinsip tsb sy jadikan pedoman dlm bekerja, berkomunikasi, dlm hidup.
Kesimpulannya:
Jd krn sy berkeras mau ke puncak gunung, maka Tuhan buka jalan, sy peka thd tanda2 tsb, sy percaya & ikuti jln tsb dg tak henti2nya berdoa dan kerja super keras walaupun sgt menyakitkan. Di tengah pendakian Tuhan ksh penghiburan berupa doa dan ucapan trm ksh dr org2 yg mdpt manfaat dr karya saya, dr situ sy makin bersyukur dan yakin jln ini yg ditunjukkan Tuhan (krn buah2nya baik / hslnya bermanfaat positif bagi semua), selain bisa menghidupi keluarga.
Demikian Mas, sy yakin dengan doa dan kerja keras Mas PASTI BERHASIL

December 29, 2012
12:46am
Mario Nozzle
mlm pak…. muup pak saya baru baca mlasan anda pak..

12:46am
Surianto Rustan
iya, kepanjangan ya

12:47am
Mario Nozzle
swkwkwk… nggk pak,mla seru pak.. hahaha… sangat bermanfaat sekali pak msukan ny…

Apa beda seni grafis dan desain grafis? Adakah buku referensi dasar2 senirupa?

halo pak surianto,
nama saya Hadid Windoro.

sebelumnya saya ingin berterima kasih sama bapak karena dari buku bapak saya bisa belajar banyak tentang bidang desain. baik itu logo, layout maupun tipografi sehingga saya, mahasiswa yang sebenarnya ingin sekali masuk jurusan seni tapi ngga kesampean ini bisa belajar mandiri. dan dengan buku bapak ini saya menjadi semakin ter-motivasi lagi untuk mencari cari pengetahuan ilmu desain secara mandiri. baik itu dari internet atau pun buku lainnya.

dari buku buku karangan bapak yang saya baca, saya jadi paham betul bahwa untuk menyandang predikat desainer grafis itu bukan perkara yang mudah yang hanya bisa didapatkan dengan modal kemampuan photoshop dan selera yang bagus. tapi jauh lebih dalam lagi dari itu.

nah, ada dua buah pertanyaan yang ingin saya ajukan. mungkin pertanyaan ini sangat sederhana dan bersifat kontekstual, trapi saya tidak tahu jawabannya. sebenarnya, apa ada perbedaan dari seni grafis dan desain grafis?
kedua, apakah bapak punya referensi buku yang membahas seni rupa dari hal yang paling dasar? (seperti sejarah, aliran, tokoh, perkembangan, contoh karya)

terima kasih banyak sebelumnya.
_____

Halo Mas Hadid,

Saya akan jawab sejauh pengetahuan saya yg terbatas ini. Jadi kalau tidak memuaskan, sebelumnya sy minta maaf.

Mengenai seni grafis dan desain grafis.

Seni grafis itu ada di tataran seni murni, sedangkan desain grafis itu ada di tataran yg berbeda.
seni grafis adalah seni murni seperti seni lukis, dll, tapi mediumnya adalah alat2 grafika / percetakan. yang saya tahu biasanya para seniman seni grafis ini sekolahnya di jurusan seni murni, tapi mendalami grafika, mereka mengeksplorasi berbagai teknik cetak, dari cetak tinggi, mencetak menggunakan cetakan cukil kayu, dll. dan hasilnya dipamerkan selayaknya pameran lukisan.

Sebagaimana layaknya seni murni, sang seniman / karyanya itulah yang menjadi subjek / pusat seni tersebut, lalu audience yang harus mendatangi mereka, masuk utk menyaksikan karya2 tsb. riset yg dilakukan seniman bukan riset audience, tetapi riset thd objek yang mau dilukisnya. Seniman langsung berhadapan dengan audience, dia bukan ‘komunikator’ bagi pihak lain melainkan bagi dirinya sendiri.

Berbeda dengan desain grafis, yang menjadi subjek adalah audience, karena itu riset audience merupakan yg utama bagi desainer grafis. Desainer grafis yang mendatangi audience dan melayani mereka, bukan sebaliknya. Desainer grafis biasanya berada di posisi jembatan penghubung antara pemilik produk / perusahaan dan masyarakat /audience. jadi dia adalah ‘komunikator’.

artikel yg membahas dasar2 senirupa sangat banyak beredar di internet Mas, silahkan ke google dengan search variasi kata2 ini: basic, fundamental, history, art, movement.

sedangkan buku bahasa indonesia yg membahas senirupa saya sendiri belum pernah baca selain dari sisi desain grafis Indonesia, yaitu di: http://dgi-indonesia.com/garis-waktu-desain-grafis-indonesia-2/ dan buku Arief Adityawan S.: Tinjauan Desain Grafis. Karena desain grafis asalnya juga dari seni murni, maka dalam sejarah desain grafis, pastinya ketemu seni rupa di awal2nya.

Demikian Mas, sementara itu dulu sejauh pengetahuan saya. mudah2an bermanfaat. salam suxes!