Apa beda seni grafis dan desain grafis? Adakah buku referensi dasar2 senirupa?

halo pak surianto,
nama saya Hadid Windoro.

sebelumnya saya ingin berterima kasih sama bapak karena dari buku bapak saya bisa belajar banyak tentang bidang desain. baik itu logo, layout maupun tipografi sehingga saya, mahasiswa yang sebenarnya ingin sekali masuk jurusan seni tapi ngga kesampean ini bisa belajar mandiri. dan dengan buku bapak ini saya menjadi semakin ter-motivasi lagi untuk mencari cari pengetahuan ilmu desain secara mandiri. baik itu dari internet atau pun buku lainnya.

dari buku buku karangan bapak yang saya baca, saya jadi paham betul bahwa untuk menyandang predikat desainer grafis itu bukan perkara yang mudah yang hanya bisa didapatkan dengan modal kemampuan photoshop dan selera yang bagus. tapi jauh lebih dalam lagi dari itu.

nah, ada dua buah pertanyaan yang ingin saya ajukan. mungkin pertanyaan ini sangat sederhana dan bersifat kontekstual, trapi saya tidak tahu jawabannya. sebenarnya, apa ada perbedaan dari seni grafis dan desain grafis?
kedua, apakah bapak punya referensi buku yang membahas seni rupa dari hal yang paling dasar? (seperti sejarah, aliran, tokoh, perkembangan, contoh karya)

terima kasih banyak sebelumnya.
_____

Halo Mas Hadid,

Saya akan jawab sejauh pengetahuan saya yg terbatas ini. Jadi kalau tidak memuaskan, sebelumnya sy minta maaf.

Mengenai seni grafis dan desain grafis.

Seni grafis itu ada di tataran seni murni, sedangkan desain grafis itu ada di tataran yg berbeda.
seni grafis adalah seni murni seperti seni lukis, dll, tapi mediumnya adalah alat2 grafika / percetakan. yang saya tahu biasanya para seniman seni grafis ini sekolahnya di jurusan seni murni, tapi mendalami grafika, mereka mengeksplorasi berbagai teknik cetak, dari cetak tinggi, mencetak menggunakan cetakan cukil kayu, dll. dan hasilnya dipamerkan selayaknya pameran lukisan.

Sebagaimana layaknya seni murni, sang seniman / karyanya itulah yang menjadi subjek / pusat seni tersebut, lalu audience yang harus mendatangi mereka, masuk utk menyaksikan karya2 tsb. riset yg dilakukan seniman bukan riset audience, tetapi riset thd objek yang mau dilukisnya. Seniman langsung berhadapan dengan audience, dia bukan ‘komunikator’ bagi pihak lain melainkan bagi dirinya sendiri.

Berbeda dengan desain grafis, yang menjadi subjek adalah audience, karena itu riset audience merupakan yg utama bagi desainer grafis. Desainer grafis yang mendatangi audience dan melayani mereka, bukan sebaliknya. Desainer grafis biasanya berada di posisi jembatan penghubung antara pemilik produk / perusahaan dan masyarakat /audience. jadi dia adalah ‘komunikator’.

artikel yg membahas dasar2 senirupa sangat banyak beredar di internet Mas, silahkan ke google dengan search variasi kata2 ini: basic, fundamental, history, art, movement.

sedangkan buku bahasa indonesia yg membahas senirupa saya sendiri belum pernah baca selain dari sisi desain grafis Indonesia, yaitu di: http://dgi-indonesia.com/garis-waktu-desain-grafis-indonesia-2/ dan buku Arief Adityawan S.: Tinjauan Desain Grafis. Karena desain grafis asalnya juga dari seni murni, maka dalam sejarah desain grafis, pastinya ketemu seni rupa di awal2nya.

Demikian Mas, sementara itu dulu sejauh pengetahuan saya. mudah2an bermanfaat. salam suxes!

0 Replies to “Apa beda seni grafis dan desain grafis? Adakah buku referensi dasar2 senirupa?”

  1. hallo pak surianto rustan
    saya hamzah
    sebelumnya saya juga mau ngucapin terima kasih sudah berbagi ilmu (buku layout dasar & penerapannya, mendesain logo dan huruf font tipografi). sebenarnya buku yang seperti ini yang saya butuhkan jadi sedikit banyak saya tau tentang grafis (walaupun baru tau grafis itu apa. 🙂 ).
    tapi ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan;
    1. apa desainer grafis harus menguasai juga tentang ilmu percetakan, bukan hanya sekedar membuat desain?
    2. bagaimana supaya hasil yang di cetak, baik buku atau poster atau yang lainnya, sama bagus dengan proses digitalnya?
    3. apakah pak surianto rustan menulis buku tentang proses seperti yang saya tanyakan di atas ?(atau pak surianto rustan punya referensi bukunya agar bisa saya pelajari.

    sebelumnya saya ucapkan terima kasih, semoga pak surianto rustan bisa menjawab ke galaun saya ini :).
    di tunggu buku selanjutnya:)

    1. Halo Bung Hamzah, ini saya jawab sejauh pengetahuan saya:
      1. Desainer grafis / desain komunikasi visual (DKV) saat ini sudah menjadi bidang yang sangat luas sejalan dengan kemajuan teknologi. Jadi saat ini ada banyak lagi sub bidang dalam desain grafis, dan masing2 sub itu juga sudah sangat kompleks, misalnya: ada yang mendalami identitas visual (logo, corp. identity, dll), ada yang mengolah komunikasi dan promosi (iklan, dll), ada yang sifatnya editorial (perbukuan, permajalahan, surat kabar, dll), ada yang ke arah media2 baru yang interaktif dan erat kaitannya dengan IT (web, animasi, game, dll), dan banyak lagi.
      Bagi desainer yang pekerjaannya dekat dengan pencetakan di atas kertas, misalnya dalam bidang editorial, maupun yg lainnya, tentunya perlu memahami seluk-beluk pencetakan agar kualitas tetap prima tidak hanya di tahap desainnya, tapi sampai ke hasil produksinya.
      2. desainer perlu memahami ada begitu banyak filter dalam prosesnya bekerja menggunakan teknologi digital jaman sekarang. Setelah melakukan tahapan2 pekerjaan riset, analisa, mencari strategi, brainstorming visual, dll yang sifatnya non komputer, ia kemudian masuk ke tahap penggunaan komputer. dalam tahap ini perlu disadari banyak sekali alat yang mempengaruhi kualitas hasil karya, antara lain: monitornya, vga cardnya, komputernya, softwarenya, proses kalibrasinya, hingga ke tahap produksi ada banyak lagi filter: kalau offset tradisional ada pembuatan film separasi, pelat, tinta cetak, mesin cetak, kertas, dll. jadi dari ujung A hingga Z proses desain hingga produksi banyak sekali filter2 yang mempengaruhi kualitas karya desain tsb. Desainer sebaiknya memahami satu-persatu proses dan filter tersebut, agar tetap konsisten antara desain dan hasil produksinya. setahu saya, beberapa yang paling penting adalah pengkalibrasian antara software dan monitor komputer, sehingga secara visual apa yg terlihat di monitor (screen) sangat mendekati hasil akhir setelah dicetak.
      3. saya belum menulis tentang bidang produksi desain / proses pencetakan tersebut. tapi ada beberapa buku berbahasa Indonesia yang merangkum hal2 itu, antara lain yang saya tau buku2 tulisan Anne Dameira. Ia banyak menulis tentang pencetakan dan warna. mungkin bisa membantu.

      Demikian Bung Hamzah, mudah2an bermanfaat 🙂
      Salam suxes!

  2. terima kasih atas jawabannya pak surianto rustan, sangat berguna sekali buat saya yang belajar otodidak tentang desain grafis.
    sekali lagi terima kasih atas jawabannya

    salam sukses juga 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *