Ada ga website yang menyediakan jasa kontes2 desain, tapi yang tidak ada tipu menipunya?

Mon, Dec 16, 2013 at 1:47 PM
Pak Rustan, maaf ganggu.
Di indonesia ini, ada ga website yang menyediakan jasa kontes2 desain seperti di http://www.crowdspring.com tapi yang tidak ada tipu menipunya.
mohon bimbingannya 🙂

Mon, Dec 16, 2013 at 6:46 PM
Halo Mas, kita tdk bs menjamin kontes2 macam itu tidak ada tipu-menipunya. Kl sy perhatikan, kontes desain ada 2 macam, yg 1 itu semacam crowdspring, 99design, dll.
Jenis yg kedua, biasanya istilahnya bukan kontes, tp awarding, peserta dipersilahkan mengirimkan portfolio yg prnh dikerjakan utk kliennya. Lalu karya tsb akan dinilai keunggulan kualitasnya.
Menurut sy yg kedua itu lbh baik drpd yg pertama.
Utk memperdalam pengertian ttg kontes2 logo tsb dan akibat2nya, silahkan baca2:
www.nospec.com
www.Aiga.org/position-spec-work
Sekian dulu Mas, smg bermanfaat 🙂

Apa saja faktor yang menentukan harga desain? profesionalisme? lamanya pengerjaan? banyaknya permintaan klien? Bagaimana dengan maraknya jasa desain online yang murah?

Augusty Katherina
Selamat Sore Pak Rustan..

Ngobrol lg ya pak..
Saya masih dibingungkan dengan bagaimana untuk mematok harga desain. Apa saja yg mendasari penentuan harga desain. apakah profesionalisme /lamanya pengerjaan /banyaknya permintaan klien /…..

Saya masih mengerjakan proyek sebelumnya, pertama klien minta desain kemasan kopi kemudian nambah lagi (stiker, banner, spanduk, seragam, table menu, tshirt utk gift) utk keperluan kafenya.
dan saya blm menentukan harga, terus terang pak saya masih bingung soal harga desain. saya takut kerendahan /ketinggian ngasi harga. Tp saya jg pengen desain saya dihargai. krn saya jg kerjakan melalui proses berpikir.

Saya pernah searching ttg harga desain, kmdian saya ceritakan kpd teman saya dan dia blg “itu yg sdh profesional kali”. Memang bs diblg saya blm ckp berpengalaman, tp setiap mendesain saya selalu kerjakan dgn dedikasi. dan menjlnkan proses desain (riset, analisis, brainstorming, desain). Saya tdk ingin disamakan dgn “tukang desain” (desain tanpa berpikir).
Sblm klien saya mempercayakan saya utk mendesain, dia pernah memperlihatkan desain yg tlh dibuat sblmnya oleh desainer lain(yg sdh bekerja diperusahaan desain), namun desainnya sgt mengecewakan klien, saat saya lht jg desainnya terlihat tdk “baik”.
Dlm menentukan harga saya jg tdk mau dilemahkan dgn kata ‘blm profesionalisme’. Dan bagaimana bila klien sgt puas dgn desainnya.
Lalu mnrt pak Rustan bagaimana?

Ada rumus harga desain ga pak? 🙂

Sebelumnya terimakasih pak sudah mau berbagi.
God Bless.

surianto rustan
Halo Katherina,
mohon maaf baru bisa balas sekarang,
Mengenai harga desain, ini saya paste cuplikan2 hsl saya diwawancara oleh teman2 lain ttg topik yg sama mudah2an bisa membantu:

8. Saya kan seorang calon desainer, dan dalam perjalanan desain saya cukup banyak order yang masuk. Sampai sekarang saya masih bingung
bagaimana saya memberikan tarif harga. Saya bimbang, apakah saya harus memberikan tarif harga pada umumnya, atau pasrah saya jika penawaran rendah (setidaknya lumayan dapat pengalaman dan portfolio)? Dulu pengalaman bapak bagaimana?

Dulu saya juga dibayar rendah koq. Maklumlah, masih kuliah atau baru lulus kuliah, punya pengalaman kerja apa? Paling2 portfolio yg kita
tunjukkan pada klien adalah tugas2 kuliah, bukan real project. Nah yg perlu diingat adalah: profit seorang desainer tidak hanya berupa uang, tapi sangat penting juga: pengalaman (pengalaman mendesain agar makin mahir, pengalaman menghadapi klien, dll), portfolio, link / relasi (mendapat channel / relasi2 bisnis yang baru), promosi (apabila karya kita bagus dan klien senang, mungkin dia akan umumkan ke teman2nya mouth to mouth, ini jadi promosi gratis buat kita), berkah & doa (apabila klien senang dan merasa terbantu, maka ia akan berterima kasih pada kita dan mungkin mendoakan kita), bukankah semua ini profit yang luar biasa?

Untuk seorang pemula, cara menghitung harga desain bisa berdasarkan man-hours atau man-days. perkirakan berapa lama waktu yg dibutuhkan utk mengerjakan desain tersebut, kalikan dengan harga perjam atau perharinya. sedangkan harga perjam atau perharinya dihitung dari ongkos2 yang dikeluarkan untuk mengerjakannya (listrik, internet, komputer, uang kost, makan, minum, transport ke kantor klien, dll)
dalam sehari / sejam. maka nanti akan ketemu perkiraan harganya.

Apabila kamu sudah 5 tahun kerja, portfolio dan link sudah banyak, barulah silahkan tambahkan harga personal-mu, berdasarkan seberapa
besar personal brandingmu.

10. Dan dalam penentuan masalah tarif harga, bagaimana perubahan patokan tarif harga dari seorang desainer pemula sampai menjadi
seorang desainer yang terkenal seperti bapak ini?

Aduh, saya masih amatiran gini koq. mengenai tarif, ya itu tadi, setahun bekerja, 5 tahun bekerja, 10 tahun, 20 tahun, pasti seharusnya
tambah mahal, kan portfolio & list klien sudah panjang. Nah kalo saya harga saya naikkan begitu saya mengajar jadi dosen, pas buku-buku saya terbit, bergabung dalam komunitas desainer grafis, dan sejak menjadi pembicara, dll. karena semua itu menjadi bargaining power kita / jd punya kekuatan atas harga. cara lain adalah: memenangkan kompetisi desain, punya klien perusahaan besar, menjadi juri lomba desain, dll.

12. Bagaimana saran bapak dalam menangani customer yang banyak maunya, tapi menaruh harga patokan yang sangat rendah? saya masih sangat bingung dalam menego harga, tapi tetap ingin memberikan kesan baik pada customer.

Nah untuk itulah kita sebagai desainer harus kenal apa itu desain grafis, apa bedanya dengan hiasan / dekorasi semata, kenapa harganya tidak murah, mengapa harus riset, bagaimana tahapan kerja mendesain, dll. Desainer itu kalau mau dihargai (termasuk dihargai karyanya) pertama-tama harus menghargai dirinya dulu, dengan apa? dengan baca, mempelajari, cari tau siapa dirinya sendiri, apa kekuatan saya, di
mana kelemahan saya, dll. Jadi pertama2 sebelum minta dihargai, tolong hargai diri sendiri dulu.

Kedua, harus tau mengapa klien dan masyarakat bisa berpikiran begitu terhadap desain, mengapa mereka menawar serendah2nya, apa sebabnya? apakah cara komunikasi saya yang kurang baik? apa penampilan saya kurang meyakinkan? apa saya sudah berbicara dengan cara pandang si klien? atau saya masih menganggap klien juga tau desain? apakah saya dapat menerangkan apa itu desain grafis kepadanya? dll.

Utk klien yg cerewet, saya memandangnya sebagai sasaran edukasi saya, ini dia org yg tepat utk di edukasi mengenai desain grafis, tentunya
dengan cara2 yg sopan & tidak menggurui. Bila ia tetap tidak mau mengerti ya sudah terima saja perlakuannya tapi dengan tanpa
menurunkan harga saya, tinggal dia mau terima atau tidak. apabila tidak, ya mungkin ia cukup dengan desain yg kualitasnya yg lebih
rendah, kan memang ada kelas2 desainer dan target grupnya sendiri. Toh jodoh & rejeki di tangan Tuhan. Daripada saya menurunkan harga (nanti desainer lain marah / yg paling buruk: profesi desainer grafis jadi mati), lebih baik saya bertahan. Biasanya sih kalau 1 klien ga jadi, 3
klien gol.

8. bagaimana cara bapak untuk menghargai (memberi harga) karya yang sudah bapak ciptakan?

Tentunya saya menghitung dulu basic resource yang saya pakai untuk membuat proyek tsb, yaitu waktu, uang, tenaga, tenaga lain yang saya
kontrak, + biaya produksi (kalau termasuk dalam kontrak), setelah itu saya tambahkan presentasi tertentu sesuai dengan brand value saya saat
ini. Tapi tidak tertutup kemungkinan hal-hal lain juga masuk dalam perhitungan, misalnya: tingkat kesulitan pekerjaan yang sangat tinggi,
besar-kecilnya perusahaan / banyak-sedikitnya produk, jauh-dekatnya klien (transportasi), dll.

Saya juga menyarankan kamu untuk membaca2 website saya di bagian learning, karena semua wawancara dan tanya jawab dengan teman2 lain ada di situ, untuk melengkapi pertanyaanmu soal tarif desain.
http://www.suriantorustan.com/en/learning/

atau bisa juga ke klinikonsultasi di blog saya:
http://surianto.wordpress.com/category/klinikonsultasi-2/

Nah, seandainya setelah baca2 masih bingung dan ada yg mau ditanyakan soal tarif, jangan sungkan2 tanya lagi ya.

Suxeselalu!

Augusty Katherina
Terimakasih pak Rustan..
Saya pelajari dulu pencerahan dr pak Rus, sambil ngitung2 hehe…

Skrg saya mo nanya tentang maraknya jasa desain yg ditawarkan dengan harga murah bahkan yg nerima online jg semakin banyak. Menurut pak Rus gimana ttg hal ini?

Suxes jg pak 🙂

surianto rustan
yah itu tidak dapat dielakkan, pada akhirnya memang ada kelas2 desainer, ada yang kelas 50rb, ada yg kelas 500rb, ada yg kelas 1 juta, 5 juta, 10 juta, 100 juta, 1 M, dll.

desainer tidak bisa hanya menguntungkan dirinya sendiri dan keluarganya saja, tapi berkaitan dengan seluruh desainer lain. satu orang mematikan harga maka terjadilah perang harga murah2an sampai gratis.

Desainer sepantasnya meningkatkan kualitas pribadi dan kualitas karyanya, tidak hanya cari uang cepat. kalau kualitas dirinya baik, belajar terus, belajar komunikasi yang baik, cara bicara dengan klien, cara bisnis yang baik, belajar marketing, belajar bahasa asing, memperdalam pengetahuan tentang desain, bergaul dengan desainer lain sampai ke luar negeri, maka kita tidak perlu berebut sepotong kue lokal, tapi bisa bikin sendiri kue sebesar yang kita mau yang lingkupnya internasional. pasar tidak cuma di Indonesia, tapi juga di luar negeri. mengapa tidak
berani? karena minder, tidak bisa bahasa inggris, mengapa pengetahuan desainnya sedikit? karena tidak bisa bahasa inggris, sedangkan buku2
desain (wong asal ilmunya dari Eropa) rata2 berbahasa Inggris. tidak pede? minder? itu karena tidak mau belajar, bukan karena kemampuan
otaknya yang terbatas. orang yang tidak begitu cerdas bisa jadi mahir sekali karena rajin belajar.

jadi perdebatan yang selama ini kita dengar tentang adu murah harga di dalam negeri, itu sikut2an sendiri antara pihak2 yang mungkin minder karena tidak meningkatkan kualitas dirinya sendiri dan karyanya. kemajuan desain grafis negara ini semua ada di tangan para pelakunya sendiri.

lebih jauh lagi silahkan baca artikel tanya jawab yg ada di website & blog saya, sudah sering sekali hal ini dibicarakan & didiskusikan,
jangan sampai ketinggalan berita, jadi silahkan disharekan ke sebanyak2nya teman agar makin banyak orang mengerti.

Daaaaaa..

Mendesain kemasan perlu tau seluk-beluk klien? Hal apa saja yg mendasari desain kemasan? Bagaimana kalau produknya pendatang baru?

Augusty Katherina:
Malam Pak Rustan.. Saya tidak sengaja menemukan blog bapak, sangat menarik, memperkaya saya sebagai graphic desainer. Pak Rus, pakah dalam merancang desain kemasan sebuah produk, kita juga harus mengetahui seluk beluk perusahannya, seperti halnya kalau kita mau mendesain logo? kira-kira apa saja pak yang perlu diketahui dari klien untuk mendesain kemasannya. Terima kasih

Surianto Rustan:
Halo,
Sy rasa dlm mendesain, apapun bentuknya – apakah itu logo, iklan, papan nama, maupun kemasan, dll – semua hrs dimulai dr riset.
Riset ada 2: eksternal & internal perusahaan klien.
Eksternal: riset pasar, trend industri tsb, pesaingnya, dll.
Internal: riset perusahaannya, produknya, sejarah, manajemen, visi misi, kepribadian perusahaan & etos kerja, pabrik, produksi > supply chain, dr bhn baku hingga siap dipakai konsumen, riset karyawan, partner, prestasi, dll

Mgkn tdk semua itu perlu dilakukan dlm rangka mendesain kemasan, tp silahkan lihat & tentukan yg mana sj yg diperlukan, mungkin riset pesaing utk melihat apa yg dilakukan pesaing dlm memenangkan pasar (desainnya, bentuk, warna, iklan, promo, dll), mungkin riset kepribadian visi misi perusahaan utk menangkap sifat2 positif mrk & utk kelak direfleksikan dlm bntk visual, mungkin riset supply chain utk mengetahui ukuran, berat, bahan, dll yg plg enak digenggam konsumen, sedikit mgkn penggunaan bahan spy efektif & mengurangi sampah, tp jg efektif utk dimasukkan ke box isi 20, box bsr isi 100, box dimasukkan ke mbl box, kontainer, dll.

Jd desain tidak hanya penampilan kulit, tapi mengenai kecerdasan & kebijaksanaan si pelakunya 🙂
Sekian dulu, smg berguna 🙂

Augusty Katherina:
Sangat berguna, terima kasih pak Rustan.. Saya lagi ada proyek mendesain kemasan produk kopi untuk kemasan premium dan ekonomis. kalau dilihat sekarang ini sdh byk sekali produk kopi yg dijual. jadi saya pikir mgk akan sdkt sulit utk bs menarik perhatian audience bila disandingkan dgn produk2 lain yg sdh dikenal. boleh minta sedikit masukannya pak Rus.. hal apa yg mendasari perancangan sbh kemasan, apakah lbh kpd pemenuhan kebutuhan audience atau mgk pemenuhan keinginan klien atau apa pak?

Banyak desain kemasan kopi yg menggunakan gbr kopi + secangkir kopi. menurut pak Rustan, itu gambaran  desainer yg kurang kreatif atau memang sebaiknya ya seperti itu utk menggambarkan sbuah produk kopi? Tp ada jg produk kopi yg kemasannya sama sekali tdk memakai 2 gbr tsb, spt starbuck. apakah hal itu dilandasi oleh krn starbuck sdh sgt dikenal sbg produk kopi? lalu bagaimana dgn produk yg baru spt klien saya? mohon pencerahannya pak Rustan.
Terima kasih.

Surianto Rustan:
Halo lagi 🙂
mohon maaf baru balas hari ini.
utk menjawab ha; apa yg mendasari desain kemasan – saya rasa cukup relevan juga mendasari desain apapun – adalah: banyak hal. contohnya:
– audience. behavior/kebiasaannya: warna kesukaannya? gimana cara dia membuka kemasan? kapan dia ngopi? kesukaannya: misalkan varian rasa apa yg paling disukainya? kebutuhannya: apa utk diminum sendiri? atau dia sajikan utk keluarga/teman?
dia butuh utk dibawa diperjalanan? kemping? piknik? atau di rumah saja?
semua itu mempengaruhi desainnya, baik desain kemasannya, desain grafisnya, desain produknya (serbuk? cairan? dll), desain distribusinya (saset jual di warung, box jual di pasar swalayan, dll)

itu tadi baru audience. dari segi klien tentu juga pengaruh, krn biasanya klien sdh pny tim produk analis / tim riset sendiri yg paling tau soal sifat & karakteristik produknya (apabila dlm kasus desainer tidak merisetnya sendiri), dan klien biasanya punya visi misi & strategi perusahaan & produk.

banyak lagi faktor lainnya: misalnya personal aesthetic desainer (desainer profesional biasanya punya ciri desain tertentu yg mau ditonjolkan dlm tiap hsl karyanya misalnya), trend desain global (warna / style tertentu lagi trend misalnya), karakteristik produk secara umum (kopi arabica paling kuat aromanya misalnya), dll, dll.

tugas desainer menyelaraskan semuanya itu dengan satu tujuan yg paling utama ditanamkan dibenaknya: produk harus laku!

stlh saya kaji, kriteria desain yg cukup penting adalah: unik (different from others), ini membuat produk tsb menonjol. tp hrs lihat dulu faktor2 yg mendasari desain tadi, misalnya utk dipasarkan ke audience golongan ekonomi bawah, mereka mgkn ga ngerti kalo desainnya terlalu abstrak, jadi kopi hrs ada gambar kopinya, shampo hrs ada gambar rambut orangnya, dll. jadi kembali lagi hrs melihat segala faktor tsb.

itulah pentingnya riset, riset, riset. tanpa riset mungkin bisa saja menghasilkan desain yg bagus juga, tp jgn2 produk tsb jd ga laku, apalagi sudah dicetak jutaan & didistribusikan ke seluruh Indonesia. betapa sia2 jadinya. produk gagal = desainer gagal = reputasi jatuh.

Sekian dulu Mba Augusty,
smg bermanfaat.

Metode mendesain maskot

Submitted on 2013/03/18 at 10:25 am

selamat siang pa Surianto…oh iya pa..aku ada tugas dari dosen…di suru buat maskot…untuk metode perancangan maskot sendiri.langkah-langkah apa saja yg harus di lakukan..terimakasih banyak sebelumnnya pa…
____________________

Submitted on 2013/03/18 at 4:51 pm | In reply to sukri.

Halo Mas Sukri,
Sebelumnya saya minta ijin dulu untuk memindahkan percakapan kita ini ke surianto.wordpress.com, krn klinikdesain.wordpress.com mau saya hapus.

Menjawab pertanyaan tentang metode membuat maskot,
pada dasarnya mendesain apapun, apakah itu logo, iklan, maskot, dll. metodenya sama saja:
1. riset
2. strategi
3. mendesain visual

riset paling mudah pakai 6W1H:
what: untuk keperluan apa maskot ini dibuat?
why: mengapa?
who: siapa / pihak mana yg diwakili oleh maskot tsb?
whom: untuk siapa? (target audiens)
when: kapan?
where: di mana?
how: bagaimana maskot yg diinginkan?

stlh pertanyaan riset terjawab, maka dicari strateginya, misalnya target audiens adalah anak2 SD, maka mungkin menggunakan bentuk2 yang akrab dengan mereka, misalnya bulat2, atau mirip tokoh yg mereka idolakan, dll., di strategi ini ditentukan tdk cuma visual: bentuk, tinggi, ukuran, style / gaya, tp juga suara, tingkah laku, dll.

Setelah dapat strategi, maka bisa ulai mendesain visualnya: mimik wajah, bentuk tubuh, pakaian, warna, tipografi, dll.

Demikian yang saya ketahui, Mas Sukri, mudah2an bisa membantu.

Awalnya desainnya dikasih gratis, lama2 keterusan, bagaimana ini?

Someone (nama disamarkan)
Sore Pak, lagi sibuk kah?
saya mau konsultasi…
grin

Surianto Rustan
Thursday
silahkan smile

Someone
Thursday
saya punya paman nih pak, dia kan punya perusahaan, dan saya sempat menawarkan jasa desain saya ke perusahaannya, karena saya merasa itu paman saya, yaa, saya ga’ minta harga desain di awal, cuma harga cetak (kebetulan yang paman saya minta itu desain banner, jdi sekalian cetak)…
nah, saya sempat mengajukan harga desain paman saya bilang “biasanya ga’ pernah kena ongkos desain”, mau ngasi penjelasan kok rasanya ga’ enak, mau nolak orderannya ga’ enak juga…
eeh, keterusan sampai skarang, hanya saja paman saya mendelegasikan urusannya ke staffnya…
alhasil stafnya menghubungi saya untuk order ini itu…
saya minta fee desain, ga’ di respon…
kalau saya nolak orderannya, saya ga’ enak sama paman saya…
wah, jadi galau setiap malam… -.-
apa yang sebaiknya saya lakukan ya?

oia, pak, saya mau tanya, ketika ada penawaran project desain kan sebaiknya langsung tatap muka, bagaimana dengan yang lokasinya jauh? misalnya saya di Bali, klien saya di Jakarta, atau Sumatra, bahkan mungkin di luar negri (amin, hehe) apakah bisa dbuat jadi efektif ya?

Surianto Rustan
Yesterday
halo Mas, itu pertanyaan yg pertama sudah saya jawab kemarin, cuma nampaknya koneksi saya bermasalah jadinya hilang semua yg sdh saya jawab dan tdk terkirim frown
ini saya jawab lagi:
Segala yang telah kita alami, baik yg manis maupun yang pahit adalah guru yg paling baik. seluruhnya membuat kita tambah dewasa dan bijaksana.
nah setelah mengerti kesalahan yg telah kita lakukan, mudah2an kelak menjadi pelajaran bagi kita untuk tidak melakukannya lagi di masa depan.
usul saya, ajak Paman anda bicara 4 mata, perlihatkan portfolio dan karya2 Anda, tunjukkan bagaimana cara kerja Anda yg tidak asal2an saja, ada riset, mencari strategi, membuat alternatif desain yg banyak, orisinil dan tidak pakai template, tidak pakai clipart, ceritakan jerih payah Anda saat membuat deain tersebut, bahwa desain ada aturannya, tidak sekadar selera, dll. ceritakan apa yg saya tulis di link berikut ini, yg mungkin bisa menambah pemahamannya tentang desain: http://dgi-indonesia.com/bukamata/ di situ ada 3 artikel penting yg wajib diketahui siapa saja tentang desain grafis.
Bukamata adalah rubrik praktis, singkat, padat, amat bermanfaat bagi siapa saja yang ingin mendapat gambaran tentang apa itu desain grafis.

Surianto Rustan
Yesterday
dari situ kemudian bilang padanya bahwa atas jerih payah itu harus ada penghargaan untuk desain, karena desain itu dibikin khusus untuk dirinya. Jadi selain dia terima barang berupa spanduk misalnya, tapi kan di dlm desain spanduk itu ada bobot lain, yaitu kemampuan spanduk tsb memperkenalkan produk Paman Anda, kemampuan spanduk itu utk menjual produk tsb ke masyarakat, atau minimal menginformasikan pada khalayak. Jadi bobot fungsi itu yang sebetulnya harus dihargai, tidak sekadar ‘barang’ komoditi. Itulah desain.
sebetulnya pelajaran dari pengalaman Anda itu dapat dikembangkan lebih jauh, yaitu apabila seseorang desainer memberi ‘edukasi’ pada klien (masyarakat) bahwa desain itu gratis, maka akan makin banyak orang yang mengerti: “ooo ternyata desain itu bisa gratis ya”, atau sebaliknya, apabila para desainer kompak mengedukasi masyarakat bahwa desain itu bukan template, ada tahapan kerja yg perlu dilakukan, ada riset, harus orisinil, bukan template, ada prinsip2 desain, tidak sekadar selera dll, maka makin banyak masyarakat yg mengerti: “ooo desain itu ternyata ilmiah ya, desain ternyata bukan komoditi ya. dll”
mudah2an dengan si Desainer mengerti siapa dirinya sendiri, maka dapat membuat masyarakat (termasuk klien) mengerti siapa desainer itu dan apakah desain itu. kedepannya profesi ini akan dihargai secara berimbang oleh masyarakat

mengenai tatap muka dengan klien, sebisa mungkin ya, harus dilakukan. namun apabila ada kendala geografis, lihat dulu proyeknya, kalau proyek skala kecil, mungkin komunikasinya masih bisa dilakukan secara online, tapi kalau proyeknya besar dan menuntut ketepatan pengertian oleh kedua pihak (desainer & klien) mau tidak mau harus bertemu muka.
yg menjadi dasar pengertian adalah: hrs ada relasi yg erat antara desainer – klien. itu yg penting

Presentasi ke Klien hasil jadinya saja atau sketsa2nya/mindmapping-nya dulu? Bgmn cara membuat hati klien tenang?

Janrico Renaldy Liando
oia pak, lagi sibuk ga?
pengen nanya lagi seputar desain, hehe
(nanya mulu jd ga enak, hehe)
upset

Surianto Rustan
3 hours ago
trims smile silahkan, gapapa koq, malah senang saya

Janrico Renaldy Liando
3 hours ago
tq tq tq
hehe
gini pak
melanjutkan perbincangan kita yg kemarin

Janrico Renaldy Liando
3 hours ago
yg bikin identitas visual manajemen hotel
kan saya udah dpt nih datanya

Surianto Rustan
3 hours ago
iya

Janrico Renaldy Liando
3 hours ago
proeses desain akan saya lakukan
nah yang ingin saya tanyakan
kira2 pas kasih ke klien itu hasil jadinya berikut alternatifnya yg udah ada warnanya
atau sketsanya dulu yang bebentuk thumbnail?
bingung pak, ini kali pertamanya saya
upset
mohon pencerahannya
grin

Surianto Rustan
3 hours ago
presentasinya harus sudah rapi, sudah diedit di komputer. tidak dalam bentuk sketsa. kalau saya biasanya semua alternatifnya dimasukkan ke dlm powerpoint semua lalu dipresentasikan. tiap alternatif disertakan keywords nya masing2. misalnya alternatif A, tulis keywordsnya: friendly, letter A & K, flexible, emphaty, dynamic. alternatif B, keywordsnya: strong, charisma, fist (kepalan tangan), unbreakable, dll.

Janrico Renaldy Liando
3 hours ago
ohhh

Surianto Rustan
3 hours ago
keywords itu bisa menggambarkan bentuknya, sifat/kepribadiannya, harapan2nya, dll.

Janrico Renaldy Liando
3 hours ago
jadi harus dah dalam bentuk pilihan alternatif (yg sudah jd beserta keyword dan keyvisual) nya ya?
sketsa, brainmap gak perlu yah pak?
(gak perlu di presentasikan maksudnya)

Surianto Rustan
3 hours ago
sketsa ga perlu, soalnya Klien sih biasanya ga mao tau smile
sketsa itu urusan desainer
presentasi logo2 tsb sdh beserta alternatif warnanya tapi diinfokan bhw warnanya itu blm fix, tahap memilih warna bisa kemudian. supaya fokus dulu pada bentuknya

Janrico Renaldy Liando
3 hours ago
wiw
MANTAP pak
grin
iya soalnya saya mikir kalo kyk skripsikan ada tahapannya dan itu smua harus di acc dosen pembimbing
hehe
sekarang saya semakin paham apa yang akan saya presentasikan kepada klien
smile

Surianto Rustan
3 hours ago
tahapan pengerjaan desain dari sejak riset, dll itu dipresentasikan di briefing awal, nah kalo sdh mau presentasi desainnya, ga perlu dipresentasikan lagi, kecuali mau mengingatkan klien, “pak setelah ini kita akan berlanjut pada tahap berikutnya, yaitu..” semuanya agar klien ngerti arah pekerjaan ini, dan melihat kita kompeten

Surianto Rustan
3 hours ago
tiap status pengerjaan hrs dikomunikasikan. ini penting supaya klien juga sadar bhw desain ga cuma visual belaka, tapi ada proses2 yg tidak instan

Janrico Renaldy Liando
3 hours ago
hmmm
ya, betul saya sudah bicaran tahapan dan cara kerja saya sebagai desainer sm klien pas brief awal. bearti saya harus infokan yah kalo saya sudah dapat datanya dan sekarang sedang memasuki proses selanjutnya
supaya klien tau proses saya sudah sampai dimana
bukan begitu pak?

Surianto Rustan
2 hours ago
betul! masalah klien adalah: mereka selalu gelisah, ini desainer kompeten ga sih? bisa ga sih rancangin logo gw? dll. jadi mereka hrs diyakinkan & ditenangkan hatinya: dengan selalu memberitahukan status pengerjaan desain yg kita lakukan. mirip update status fb
Janrico Renaldy Liando
2 hours ago
iya betul bgt bgt pak, saya setuju
grin
saya selalu follow up dia
status saya
makasih banyak pak
pencerahannya

Konsep dalam desain & bagaimana menjelaskan ke klien soal harga desain?

    Riza Arfian Bahasuan
        siang pak… grin

    Surianto Rustan
    11 hours ago
        halo Mas Riza

    Riza Arfian Bahasuan
    11 hours ago
        lagi sibuk pak? mau ngobrol ngobrol seputar desain nih… (nyolong ilmu) hehe

    Surianto Rustan
    11 hours ago
        silahkan, tapi saya nyambi ya

    Riza Arfian Bahasuan
    10 hours ago
        yang dimaksud dengan konsep desain itu seperti apa ya pak? apakah seperti makalah, coret sketsa awal desain atau apa ya?

    Surianto Rustan
    10 hours ago
        istilah konsep sgt luas, tapi umumnya mengarah pada: segala proses yang dilakukan sebelum mendesain dan produksi.
        pada intinya ada 3 tahap mendesain: 1. riset, 2. strategi, 3. mendesain (kalo di desain grafis: mendesain visual)
        nah konsep itu adalah poin 1 dan 2.

    Riza Arfian Bahasuan
    10 hours ago
        ooo, paham paham… grin

    Surianto Rustan
    10 hours ago
        tp ada juga pada tahap desain visual hrs dibuat lagi konsep visualnya, nah jd intinya konsep ini adalah pra-desain

    Riza Arfian Bahasuan
    10 hours ago
        misalnih, ada klien, ketika brief sudah diisi, kemudian, kita (desainer & tim) melakukan riset, menyusun strategi (konsep), dan kemudian riset dan strategi itu yang dipresentasikan ke klien sebagai konsep ya pak?
        konsep visual itu sperti sketsa awal ya?

    Surianto Rustan
    10 hours ago
        iya, bisa dikatakan begitu. kl saya sih tidak suka pakai kata konsep, krn sifatnya umum sekali, tidak spesifik. kalo saya akan bilangnya: “Pak ini hasil riset yang sdh kami analisa, lalu kami jadikan landasan strategi yg kami ambil sebelum mendesain”. jadinya spesifik.

    Riza Arfian Bahasuan
    10 hours ago
        iya juga ya, kalau konsep visual itu seperti sketsa diatas kertas ya?

    Surianto Rustan
    10 hours ago
        iya, betul Mas

    Riza Arfian Bahasuan
    10 hours ago
        mmm, berarti selama ini saya baru menggunakan konsep visual saja…

    Riza Arfian Bahasuan
    9 hours ago
        mau tanya lagi, tapi bingung mau tanya apa, hehe, btw, trimakasih pak atas kucuran ilmunya…
        ^.^

    Riza Arfian Bahasuan
    9 hours ago
        semangat siang! grin

    Surianto Rustan
    about an hour ago
        silakan tanya saja Mas, pasti saya jawab kalo pas online

    Riza Arfian Bahasuan
    51 minutes ago
        oia, pak, gmana ya jelasin ke klien knp desain itu harganya puluhan ribu…
        soalnya saya udah berusaha jelasin, ujung ujungnya kalau ga’ ditawar jaauuuuh sekali, ya sya good bye…
        (bahkan ada yang bilang “lho mas, biasanya saya ga’ pakai harga desain”) itu yang bikin gimana gitu…

    Surianto Rustan
    44 minutes ago
        kalo saya selalu mengusahakan harus temu muka dengan klien. biasanya miting ke kantornya. saya bersikap sbg konsultan, saya yg tau desain itu apa, siapa itu desain grafis, bagaimana itu proses desain. tapi semua itu tidak dipaksakan ke klien kalau mereka tidak mau tahu. yang pasti dlm miting awal tsb saya hrs tau siapa si klien itu, dengan menanyakan secara rinci siapa mereka, apa produknya, servicenya, siapa pesaingnya, siapa konsumennya, sejarah perusahaan, manajemen, cabang, agen, distributor, dll, setelah kira2 ckp lengkap, saya minta ijin memperkenalkan diri

    Surianto Rustan
    44 minutes ago
        ini bagian yg penting: memperkenalkan diri.
        di sini saya memperkenalkan siapa saya, visi misis saya, apa yg saya kerjakan, siapa klien yg pernah saya servis, produk dan jasa saya, metode kerja saya, parter kalau ada, kantor, dll
        dan protfolio, hasil kasya yg pernah dibuat.

    Riza Arfian Bahasuan
    37 minutes ago
        waw, seperti itu yaa…
        siap pak! akan saya praktikan segera…
        (^.^)7

    Surianto Rustan
    28 minutes ago
        O iya, perkenalan diri saya ini dalam bentuk powerpoint, jadi terlihat secara visual, boleh juga kalau ada karya jadinya. dengan melihat dengan visual dan penjelasan lisan, maka klien ada gambaran siapa diri saya, “ooo ini orang ternyata bukan desainer di tempat fotokopi / digital printing”, “ooo ini orang kerja pake konsep”, ooo desain ada langkah2 kerjanya ya, ternyata pake riset ya, ternyata ga cuma visual semata, ternyata ga cuma masalah selera ya”

    Surianto Rustan
    27 minutes ago
        nah, masalahnya apa desainer itu tau desain grafis itu apa? bagaimana mau menjelaskan ke klien kalau desainernya sendiri tdk tau? jadi supaya dianggap ahli, saya sendiri harus tau siapa saya dan apa yg saya kerjakan ini.
        untuk itu apa mungkin sudah baca ini: http://dgi-indonesia.com/bukamata/
        setelah mengetahui siapa klien dan apa kebutuhannya, serta memperkenalkan diri, barulah boleh bicara harga

    Riza Arfian Bahasuan
    9 minutes ago
        wah, selama ini belum sejauh dan sedalam itu informasi yang saya berikan ke klien, ga’ heran klu banyak yang gimana gitu ya…

    Surianto Rustan
    7 minutes ago
        iya, krn mereka belum kenal siapa kita, terutama kitanya sendiri belum terlalu kenal diri kita
        maklum saja kalau mereka beraninya harga murah
        btw apakah saya boleh upload percakapan ini ke blog saya surianto.wordpress.com? supaya makin byk org yg turut paham

    Riza Arfian Bahasuan
    5 minutes ago
        sangat boleh sekali pak… grin
        sangat menginspirasi…

    Surianto Rustan
    5 minutes ago
        baik kl bgt, terima kasih Mas Riza atas kesediaannya smile

    Riza Arfian Bahasuan
    4 minutes ago
        btw saya jadi ingat sebuah kata Erwin Aksa dalam sebuah seminar yang saya hadiri, “Profesional itu dimulai dari diri sendiri”…
        seorang profesional memang harus benar benar memahami apa yang dilakukannya, dan profesional memang pantas dibayar mahal…
        #kesimpulan grin

Bagaimana cara dapat ide? Prinsip2 desain? Apakah perlu skill gambar?

Sahertian DG

asalamualikum
bpa saya jga pngn kya bpa jdi desainer
wah pa kehormatan bwtt sya klo sya bsa berguru sma bpa
bku bpa bgus2 sya udah bca 3 bku’a
cba sya bsa lngsng di ajarin sma bpa
mungkin sya bsa ahli graphic design jga [:)]

Sahertian DG
June 8
asalamualikum pak maaf pak saya mengganggu

Surianto Rustan
June 8
halo

Sahertian DG
June 8
halo juga pak

Surianto Rustan
June 8
santai, ini juga nyambi2

Sahertian DG
June 8
pak saya boleh bertanya ??

Surianto Rustan
June 8
silahkan..

Sahertian DG
June 8
pak saya ingin sekali jadi desainer gravis tapi kata guru saya imajinasi saya kurang tajam, bagai mana ya pak biar imajinasi saya bisa lebih tajam lagi sebagi desainer gravis

Surianto Rustan
June 8
kamu sekolah atau kuliah?

Sahertian DG
June 8
saya masih kelas 1 smk pak

Surianto Rustan
June 8
ok sip

Sahertian DG
June 8
cara bapak mendapat imajinasi bagai mana si pak ? bis buku” bapak ide kreatifnya kren-kren

Surianto Rustan
June 8
sebelum saya jawab yg itu, saya mau bilang dulu nih: dalam desain grafis, banyak sekali sub-sub bidangnya. misalnya visual branding, periklanan, kemasan / packaging, dan juga ada sub2 keahlian khusus, misalnya ilustrasi, tipografi, fotografi, dll.

Sahertian DG
June 8
berarti semua’a berpatokan ama prinsip dasar desain ya pak

Surianto Rustan
June 8
ada sub-sub keahlian yg memerlukan banyak sekali imajinasi, tapi ada juga yang butuh banyak sekali keahlian crafting, misalnya jago make komputer, jago ilustrasi, gambar komik, dll.

Sahertian DG
June 8
wah pak saya minder kalau soal gambar pak, skill saya buat gambar 0

Surianto Rustan
June 8
jadi dlm desain grafis, ada org2 yg dibutuhkan konsep2 pemikirannya, ada juga org yg dibutuhkan khusus keahliannya dlm mewujudkan konsep2 tersebut menjadi bentuk2 kongkrit, seperti ilustrator, kartunis, fotografer, dll.

Sahertian DG
June 8
alhamdulilah pak kalau soal teknik saya insya allah cukup cakap sama illustrator dan photoshop juga teman-teman adobe lainnya

Surianto Rustan
June 8
bukankah imajinasi memang diperlukan oleh siapa saja, tidak hanya desainer. tapi tenang saja, itu bisa ditingkatkan koq dengan latihan2 keras dan memperbanyak jam terbang.
sebentar saya jawab satu2 ya

Sahertian DG
June 8
aduh maaf pak

Surianto Rustan
June 8
iya, sebelum kamu tanya lagi, saya mau pilah dulu pertanyaan2mu supaya kamu dan sayanya ga bingung.
saya lihat sudah ada 3 pertanyaan berbeda:

Surianto Rustan
June 8
1. bgmn cara dapat imajinasi
2. prinsip2 desain
3. skill gambar

Surianto Rustan
June 8
mohon jgn dipotong dulu ya :)))

Sahertian DG
June 8
ok pak saya siap menanti jawaban’a saya minta dijawab nomor 1 dulu deh pak

Surianto Rustan
June 8
1. cara dpt imajinasi mgkn mxdnya cara dapatin ide. itu macam2, bisa dengan: banyak baca buku2 desain, byk nonton film2 yg bermutu, byk dengar musik, byk ke pameran2 seni dan desain, byk ikutan seminar desain dan seni, byk gaul dengan komunitas desainer dan seni, dll. tapi ingat, jgn cuma lihat lalu lupakan, tapi lihat dan pelajari, kalo ga ngerti, cari jawabannya sampai dapat, bisa cari di internet, bisa tanya ahlinya, cari di buku2, tanya pembicara pas seminar desain misalnya, dll. pokoke cari tahu sampai dapat. itu beberapa modal utk dpt ide banyak.

Surianto Rustan
June 8
jadi sebetulnya ide itu bukan dewanya, tapi pengertiannya / pemahamannya itu dewanya.

Sahertian DG
June 8
oh pantes pak saya sampai jungkir balik susah bngt dapet ideimajinasi ternyata saya kurang keluar ruangan

Surianto Rustan
June 8
yg sering salah kaprah di masyarakat adalah seakan2 ide adalah segala2nya, sebetulnya bukan itu. tapi pembelajaran hingga menjadi paham, itu yg membuat kita berkembang. belajarnya ya lewat cara2 tadi (byk baca, nonton, dll)
‘keluar ruangan’ > itu istilah yg super tepat!

Sahertian DG
June 8
siap pak

Surianto Rustan
June 8
desainer hrs gaul!

Sahertian DG
June 8
so pasti pak

Surianto Rustan
June 8
nah, sekarang no 2 ya:

Sahertian DG
June 8
he he si bapak tau aja
ya pak

Surianto Rustan
June 8
dengan belajar memahami prinsip2 dan elemen2 desain sebetulnya kamu memperkaya ide itu sendiri. krn cara lain nyari ide adalah dengan menggali ilmu itu sendiri. krn itu coba baca2 lagi buku2 ttg prinsip2 dan elemen2 desain, di internet byk bgt sumbernya, tinggal pake keywords di google: design principles, atau: design elements

Sahertian DG
June 8
oh bgtu pak
nah pak saya masih penasaran kira” desainer graivs itu perlu gak si skill menggambar tangan ???

Surianto Rustan
June 8
no. 3 tentang skill gambar.
desainer grafis memang perlu bisa menggambar, tapi tidak usah sampai mahir sekali. kenapa perlu? krn ia tugasnya mengkongkritkan ide2. ide2 itu kan abstrak, dan hanya ada di pikiran, nah desainer itu mengkongkritkan yg abstrak itu menjadi suatu yg kongkrit dan bersifat fisik, bisa dilihat, dipegang, dll.

Sahertian DG
June 8
wah pak berarti saya perlu belajar gambar dong ???

Surianto Rustan
June 8
untuk memenuhi tugas mengkongkritkan / mewujudkan ide2 itu, salah satunya dengan menggambar. menggambar adalah menuliskan pikiran2 / ide2 kita, sama dengan menulis, cuma menggambar ya memakai gambar2 (+ tulisan, kalau dlm desain grafis).
tp jgn takut, sudah byk bukti bahwa ketrampilan menggambar itu bisa dilatih. saya pny teman g awal kuliah gambarnya super jelek, begitu lulus kuliah gambarnya jadi bagus, itu krn giat latihan. hrs kerja keras! tapi jadi bisa, dan sangat menyenangkan! ga usah tanya saya link belajar menggambar, di internet super banyak!

Sahertian DG
June 8
wah alhamdulilah kesampaian juga bisa berbincang sama bapak, puas saya pak, terjawab semua pertanyaan saya, terima kasih ya pak [:)]
oh ya pak bapak ada pengen ngeluarin buku algi gak ????

Surianto Rustan
June 8
yg terakhir dari saya:
boleh saja orang lain berpendapat kamu kurang imajinasi, tapi mohon jgn ditelan bulat2, jgn dipercaya begitu saja sebelum kamu betul2 berusaha keras mencobanya. saya pernah mengalami, karena sering dibilang bodoh, maka saya jadi bodoh betulan. itu karena saya mempercayai omongan orang itu. setelah saya sadar, saya ternyata selama ini mau saja diperbudak oleh omongan orang. saya katakan: JANGAN MAU!

Surianto Rustan
June 8
itu sumber ‘kematian dini’ kita! sumber ketidak mampuan kita. katakan dalam hati: SAYA BISA! maka itu akan melepaskan segala kutuk dari omongan orang lain. saya katakan kutuk, karena itu bisa membentuk kita seperti maunya dia.

Sahertian DG
June 8
siap pak akan saya ingat benar-benar kata bapak

Surianto Rustan
June 8
sebut semua orang2 top idolamu, mereka itu semuanya mulai dari nol. mungkin sama seperti dengan keadaanmu sekarang ini. tapi dengan kerja keras, lihat apa hasilnya? apapun yg diimpikan tercapai. bila kamu mau keinginanmu tercapai, harus katakan pada dirimu yg super kuat itu: SAYA BISA, lalu mulailah belajar dan bekerja keras. maka jadilah SAYA BISA betulan!

Sahertian DG
June 8
amin ya allah semoga saja saya bisa jadi seprofesional bapak

Surianto Rustan
June 8
buktikan pada semua orang dan orang yg mengatakan bahwa kamu kurang imajinasi, buktikan pada mereka kamu bisa, dan suatu hari kamu dengan bangga mengatakan pada mereka: lihat saya sekarang, kamu dulu salah terka!

Sahertian DG
June 8
ok pak doa kan saya ya pak [:)]

Surianto Rustan
June 8
sip! Pasti Mas Sahertian! kita saling mendoakan ya [:)] nah, apalagi kita orang2 yg bertakwa dan berdoa, berkat Tuhan pasti turun deras bagai hujan tak berhenti

Sahertian DG
June 8
oooo pasti pak ayo pak kita buat kalau desainer grafis indonesia juga sama hebat’a seperti orng-orng luar

Surianto Rustan
June 8
btw malam2 jadi kotbah nih [:)] ngomong2 sbg tambahan boleh juga mampir lihat2 tulisan saya tentang desain grafis di: dgi-indonesia/bukamata, dan di blog saya: surianto.wordpress.com/category/klinikonsultasi-2/
Dokumentasi tanya jawab seputar desain grafis yang dicuplik dari Fb Surianto Rustan, supaya makin banyak orang paham tentang Desain Grafis. Catatan: beberapa informasi sengaja tidak dicantumkan untuk alasan kenyamanan penanya.

Sahertian DG
June 8
wah makasih pak, untung bapak kasih tau saya butuh bngt nih