ULASAN FILM: CHINA’S VAN GOGH

Genre: documentary, art.
Tahun: 2016.
Negara: Cina, Belanda.

Penulis ulasan: Surianto Rustan.
___

Di gang-gang sempit di Dafen, Shenzhen, Cina, tinggallah ratusan buruh kasar yang beralih profesi menjadi pekerja lukis (mungkin mirip dengan desainer kampung di Indonesia). Mereka bekerja siang malam memenuhi deadline pesanan replika lukisan-lukisan terkenal karya para master dunia.

Salah seorang pekerja lukis itu bernama Xiaoyong Zhao, ia dan keluarganya telah membuat 100.000 replika Van Gogh pesanan, sampai-sampai terobsesi ingin melihat sendiri lukisan aslinya.

Mimpipun menjadi kenyataan. Setelah berjuang & menabung, ia berhasil ke Belanda bertemu dengan pemesan lukisannya selama ini, yang ternyata cuma toko suvenir kecil. Ia juga ke museum Van Gogh dan melihat dengan mata kepala sendiri karya-karya yang selama ini ditirunya.

Perasaan Zhao campur aduk antara senang & terharu bisa melihat dengan mata kepala sendiri, kagum menyaksikan sapuan kuas Van Gogh yang brilian, merasa dirinya murahan jika dibandingkan dengan Sang Master, sekaligus sedih mengingat kehidupannya & keluarga yang susah di kampung.

Melihat cerminan dirinya sendiri yang selama ini meniru karya orang, tidak ada harga diri dan kebanggaan. Seakan-akan Van Gogh sendiri yang menanyakan: “mana karyamu?”

Pertemuan dengan “Sang Guru” menjadi pencerahan bagi Zhao, sekembalinya di kampung ia mulai menggali kemampuannya sendiri, melukis dengan gaya sendiri.

Film yang memenangkan banyak penghargaan ini bercerita tentang perjuangan seseorang mengejar mimpi, dan menemukan titik balik dalam kehidupannya. Sekaligus jadi bahan perenungan bagi kita desainer, untuk terus-menerus berjuang menjadi diri sendiri & menghasilkan karya yang jujur.

_____

Kalau mau share konten ini, baik sebagian maupun seluruhnya boleh saja, asal menyertakan nama penulis & referensi. Terima kasih atas pengertiannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published.