Portfolio: Hyperinstitutionalisation

Hyperinstitutionalisation
Hyperinstitutionalisation

Resources:

– Barthes, Roland, Mythologies. New York: Farrar, Straus and Giroux, 1972.
– Bloomfield, Leonard, Language. Illinois: University of Chicago Press, 1958.
– Bourdieu, Pierre, Intellectual Field and Creative Project. New York: Sage Publications, 1969.
– Bourdieu, Pierre, Language and Symbolic Power. Massachusetts: Harvard University Press, 1991.
– Brueghel, Peter the Elder, The Big Fish Eat the Small Ones (1556). Metropolitan Museum of Art.
– Culler, Jonathan, Framing the Sign: Criticism and Its Institutions. Oklahoma: University of Oklahoma Press, 1989.
– Douglas, Mary, Purity and Danger: An Analysis of the Concepts of Pollution and Taboo. London: Routledge, 1966.
– Eco, Umberto, Role of the Reader: Explorations in the Semiotics of Texts. Indiana: Indiana University Press, 1979.
– Eco, Umberto, The Open Work, Massachusetts: Harvard Univeristy Press, 1989
– Foucault, Michel, The Order of Things: An Archaeology of the Human Sciences. New York: Vintage Books, 1994.
– Galindo, Rene, Language Wars: The Ideological Dimensions of the Debates on Bilingual Education, Colorado: University of Colorado, 1997.
– Humphrey, Caroline, Barter and Economic Disintegration. London: Royal Anthropological Institute of Great Britain and Ireland, 1985.
– Maslow, Abraham H., A Theory of Human Motivation. Psychological Review #50, 1943.
– Thompson, Michael, Rubbish Theory: The Creation and Destruction of Value. Oxford: Oxford University Press, 1979.
– Willis, Paul E., Common Culture: Symbolic Work at Play in the Everyday Cultures of the Young. Colorado: Westview Press, 1990.

Portfolio: Anglo Maple

All logo alternative
All logo alternative
Anglo Maple core logo
Anglo Maple core logo
Formal - vertical version
Formal – vertical version
Formal - horizontal version
Formal – horizontal version
Coloured version
Coloured version
seasonal images for e-cards
seasonal images for e-cards
e-cards
e-cards
Logo alternates #1
Logo alternates #1
Logo alternates #1 w/ background
Logo alternates #1 w/ background
Logo alternates #1 w/ background
Logo alternates #1 w/ background
logo alternates #2
logo alternates #2
logo alternates #2 w/background
logo alternates #2 w/background
logo alternates #2 w/background
logo alternates #2 w/background
coloured logo alternates #3
coloured logo alternates #3
logo alternates #3 w/background
logo alternates #3 w/background
logo alternates #4
logo alternates #4
logo alternates #4
logo alternates #4

Portfolio: Surianto Rustan identity

rustan_logo_2013_pos_col
Surianto Rustan core logo
The logo concept
The logo concept

KONSEP:
Konsep logo Surianto Rustan didapat dari kenangan waktu SD. Dulu, iseng-iseng saya menciptakan sistem kode rahasia untuk saya dan teman saya, supaya tidak ada yang mengerti kalau kami sedang bergosip soal teman wanita yang ditaksir di kelas 🙂 Cara memecahkan kode tersebut mudah sekali, kuncinya yaitu dengan menggambar sebuah bujur sangkar yang berukuran sama, ditempatkan di luar tiap-tiap karakter. Apabila sudah terbiasa, lama-kelamaan bujur sangkar tidak lagi perlu digambar, hanya dengan membayangkannya saja, kode dapat dibaca seketika. Kode rahasia yang menggantikan alfabet Latin itu digunakan sebagai dasar identitas visual, dengan terlebih dahulu memprosesnya secara digital menjadi modul-modul.

PENERAPAN PADA KARTU NAMA:
Untuk membaca kode tersebut, lihat sisi belakang kartu nama, diterawang ke arah cahaya, lalu dibaca melalui jendela kotak-kotak yang telah disediakan.

MAKNA:
Kode dianalogikan sebagai problem, jendela kotak-kotak sebagai solusinya. Desain adalah proses eksplorasi pemecahan masalah (problem-solution). Problem yang kompleks kadang pemecahannya bisa sangat sederhana, asalkan:
– membuka diri terhadap segala kemungkinan baru
– berani mengubah sudut pandang
– melihat secara kreatif dari perspektif yang berbeda
– melihat secara global/holistik (the big picture)

bc
Implementation in businesscard
Ada 3 versi kode kartu nama yang berbeda - Unleash
Ada 3 versi kode kartu nama yang berbeda – Unleash
Ada 3 versi kode kartu nama yang berbeda - Signify
Ada 3 versi kode kartu nama yang berbeda – Signify
Ada 3 versi kode kartu nama yang berbeda - Empower
Ada 3 versi kode kartu nama yang berbeda – Empower

Empower, Unleash, dan Signify, adalah 3 buah misi yang sedang dijalankan oleh Surianto Rustan.

The complete stationery
The complete stationery
sketch for visual elements
sketch for visual elements
visual elements - background for 'Empower'
visual elements – background for ‘Empower’
sketch for visual elements
sketch for visual elements
visual elements - background for 'Unleash'
visual element – background for ‘Unleash’
sketch for visual elements
sketch for visual elements
visual elements - background for 'Signify'
visual elements – background for ‘Signify’

Background adalah visual element yang serbaguna, bisa diterapkan pada website, sisi belakang kartu nama, background powerpoint, dan lain-lain.

Harga buku per 1 April 2015

Dengan ini kamu umumkan harga buku karya Surianto Rustan per 1 April 2015, sebagai berikut:

– Buku LAYOUT dasar & penerapannya @Rp.75.000,-
– Buku mendesain LOGO @Rp.80.000,-
– Buku HURUFONTIPOGRAFI @Rp.90.000,-
– Buku Mari Berhitung Sisa Hidupmu @Rp.65.000,-
– Buku BISNIS desain @Rp.95.000,- (Pre-order. Terbit Juli/Agustus 2015)

Semua stok buku lengkap, silahkan memesan ke: order(at)suriantorustan(dot)com dengan menuliskan: judul buku & jumlahnya, nama & alamat lengkap, kodepos, no.hp, nanti akan diinfokan total biaya & cara pembayarannya.

Khusus untuk buku BISNIS desain pemesanan (pre-order) langsung ke penerbit: bataviaimaji(at)gmail(dot)com

Terima kasih.

Kenaikan Tarif JNE per 8 Juni 2015

JNE menulis di websitenya: http://www.jne.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=2015060516225422&lang=IN

Penyesuaian Tarif JNE 2015.
Sebagai bentuk peningkatan kualitas dalam pelayanannya kepada pelanggan setia, maka mulai 8 Juni 2015 tarif layanan JNE untuk pengiriman dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi dan Karawang (JABODETABEKAR) akan mengalami penyesuaian. Untuk informasi selanjutnya dapat dilihat pada link berikut http://bit.ly/kenaikantarif2015 (terakhir saya cek, linknya broken).

Buku ‘BISNIS desain’

Cover buku BISNIS desain
Cover buku BISNIS desain

Judul: Bisnis Desain
Penulis: Surianto Rustan
Penerbit: PT Lintas Kreasi Imaji
Terbit: Juni 2015
Harga: Rp.95.000,-
Halaman: 216 halaman
Ukuran: 20 x 13.5 cm
Warna: Fullcolor
Kertas: Book paper 60 gsm.
____________________

Buku ini berisi tentang:
– bagaimana memulai bisnis desain
– cara menghitung harga desain
– mengelola proyek dan deadline
– bekerja di perusahaan VS freelance
– etika bisnis desain grafis

Disajikan ala ‘anak desain’:
– bahasa yang ringan
– kasus-kasus nyata
– hitung-hitungan simpel
– fullcolor, gambar & foto,
diagram, infografik

Diperuntukkan bagi:
– Desainer otodidak
– Mahasiswa
– Dosen
– dan siapapun yang ingin memulai bisnis desain
____________________

bisnisdesain smpl sejarah
Sejarah Desain Grafis di Indonesia

 

bisnisdesain smpl persiapan2
Bekerja di Perusahaan VS Freelance

 

bisnisdesain smpl waktu1
Alur Pengambilan Keputusan: Proyek dengan Deadline Ketat

 

bisnisdesain smpl waktu2
Metode Pengambilan Keputusan

 

bisnisdesain smpl desaingrafis
Lapangan Pekerjaan Desain Grafis

 

bisnisdesain smpl freelance1
Alur Kerja Freelancer

 

bisnisdesain smpl freelance2
Aktivitas Personal Branding bari Freelancer

 

bisnisdesain smpl harga1
Pertimbangan Penetapan Tarif

 

bisnisdesain smpl harga2
Menghitung Harga Desain

 

bisnisdesain smpl isu
Proses terjadinya Fenomena ‘desain graTis’

 

bisnisdesain smpl permanent
Struktur Organisasi Agensi

 

bisnisdesain smpl persiapan 1
Dokter Umum atau Spesialis?

Buku ‘Mari Berhitung Sisa Hidupmu’ cetakan baru 2015

cover mari berhitung 568x383

Bahasa, matematika, fisika, musik, menggambar, balet, renang, masak, setir mobil, copet, semua ada kursusnya. Tapi ilmu hidup mana ada kursusnya?

Judul: Mari Berhitung Sisa Hidupmu
Penulis: Surianto Rustan
Harga: Rp.65.000,-

masuk ke dalam, katak dalam tempurung, prinsip & nilai warisan, perintah & tuduhan, buktikan, sukses & kerja keras, dikejar anjing, dinding penghalang, lomba balap lari tunggal, noise & focus, surat untuk tongkosong, profesional & menghargai, cap, usia usai, karya, naik gunung, di ujung hidup.

SPESIFIKASI
Halaman: 178 halaman
Ukuran: 20 x 13.5 cm
Warna: full color
Kertas: paper book 60 gsm

RIWAYAT CETAK
Cetak #1: 30 Agustus 2012
Cetak #2: 16 April 2015

SINOPSIS
Buku ini boleh dibilang rangkuman pelajaran hidup pribadi yang dibagikan pada Anda, hasil perenungan setelah empat puluh tahun lebih hidup di dunia ini.

Disajikan dalam format gado-gado yang isinya aneka macam: ada cerita, ada quotes, ada gambar, tipografi, foto, catatan, tabel, infographic, dan lain-lain.

Mohon maaf, ini bukan buku tutorial, jadi jangan harap akan menemukan 3 tips menuju sukses, atau 12 langkah masuk sorga. Tiap individu adalah unik, berbeda karakter, kemampuan, kapasitas, dan latar belakangnya, jadi mana mungkin digeneralisasi?

Akhir kata, selamat membaca, semoga dapat gizinya 🙂 Suxeselalu!

____________________

mendesain hidup
mendesain hidup
permainan adu stempel
permainan adu cap
gaya tidur di kantor
gaya tidur di kantor
gizi makanan & gizi pekerjaan
gizi makanan & gizi pekerjaan
making history
making history
ujian akhir nasional
ujian akhir nasional
cinta orang tua
cinta orang tua
dikejar anjing
dikejar anjing
jangan tersenyum
jangan tersenyum
hidup + mati = 1 paket
hidup + mati = 1 paket
tempurung warisan
tempurung warisan

 

Masterpiece Magazine #6 : Unlimited Access, Unlimited Assets

Detail Majalah
Judul            : Masterpiece Magazine
Edisi            : VI
Penerbit        : Universitas Multimedia Nusantara
Tanggal terbit        : 16 September 2014
ISSN            : 9772337671000
Jumlah halaman    : 84 halaman
Dimensi        : 17.5 x 24.95 cm
Harga            : Rp25.000,00

Masterpiece Magazine merupakan majalah Fakultas Seni dan Desain Universitas Multimedia Nusantara (UMN) yang dikelola oleh kepengurusan redaksi mahasiswa. Fenomena dunia kreatif visual, karya, dan pemikiran para pekerja kreatif visual, hingga kehidupan profesional orang kreatif disadur dan dikemas dalam sebuah majalah sebagai wadah informasi dan wawasan bagi setiap orang kreatif.
“Great Thought, Great Works”

Edisi 6
Apa yang membuatmu merasa terkekang? Merasa sulit untuk bebas?
Berada di dalam kubus, yang semakin lama semakin menyesakkan?

Unlimited Access, Unlimited Assets
Edisi keenam Masterpiece ini ingin mengangkat ketidakterbatasan dalam berkarya, dimana segala hal pasti memiliki sisi lainnya. Suatu sisi yang dilihat oleh orang-orang yang ingin menjadi lebih bebas. Siapa sangka aset yang kita pandang sebelah mata, kemudian akan menjadi berharga di mata orang lain? Mulai dari selembar kertas dari kulit pisang, hingga sebongkah keramik dan porselen. Di tangan orang-orang ini, keterbatasan justru menjadi akses untuk mengeksplorasi dirinya sendiri. Untuk menunjukkan, bahwa mereka adalah orang yang tepat, yang tidak ingin dikekang.

People Inside
Ira Carella,  Idham Mahardika, Setianingsih Purnomo, Naruse Kiyoshi, Irfan Hendrian, Yasser Rizky, Andes Vergia, Kandura Keramik, Peri Kertas

Cara Pemesanan
Pemesanan melalui sms/whatsapp ke Ryan (+62 877 7555 5190) atau email ke masterpiece.magz@gmail.com dengan format :
NAMA, ALAMAT LENGKAP, NO.HP, EMAIL, EDISI & JUMLAH
*pembayaran diinformasikan kemudian

Kontak Kami
Email        : mail@masterpiecemagz.com
Website    : masterpiecemagz.com
Twitter & ig    : @masterpiecemagz
Facebook    : Masterpiece Magz

04 05 06 07 01 02

Mengkomunikasikan Desain Komunikasi Visual – Introspeksi Seorang Pengajar: Bagian 2

Oleh: Surianto Rustan
Dipublikasikan pertama kali oleh: dgi-indonesia.com, tanggal 10 Februari 2009.

Bagian 2: BAHASA

“My body is not delicious”. “Lho, koq you know?”. Kedua kalimat humor yang sering saya dengar ini ternyata saling berbeda. Yang pertama menggunakan kata-kata dalam bahasa Inggris yang diterjemahkan dari bahasa Indonesia “saya sedang tidak enak badan”, sedangkan yang kedua adalah campuran dua bahasa dalam satu kalimat. Namun keduanya juga mempunyai persamaan, yaitu amburadul dari segi tatabahasa, pun demikian membuat saya tertawa dan memaafkannya, karena memang konteksnya untuk melucu, terlebih lagi: kreatif!

Sebaliknya dalam konteks pengajaran, menterjemahkan begitu saja istilah asing ke bahasa negara sendiri adalah suatu hal yang serius. Karena bila saya permisif dalam hal ini akan menciptakan lingkaran setan kesalah-pahaman dari generasi ke generasi.

Apa itu sign? Sign itu tanda.
Mark? Tanda juga, eh, petunjuk, eh kebalik, sign itu yang petunjuk, mark itu tanda.
Symbol? ya simbol.
Bukan tanda? Ya tanda juga.
Myth? Mitos.
Logotype? Elemen tulisan pada logo.
Logogram? Elemen gambar pada logo.
Jadi logo itu terdiri dari logogram dan logotype? YA !
Ini beberapa contoh pertanyaan saya dan jawaban yang diberikan oleh beberapa praktisi dan pengajar desain grafis.

Bahasa itu budaya. Desain grafis bukan berasal dari negeri kita. Metode pendidikan desain grafis Indonesia itu Bauhausian (mengutip dari D. Rio Adiwijaya di acara yang diadakan FDGI belum lama ini). Bauhaus itu di Jerman, Eropa. Jadi maklum saja istilah-istilah yang paling dekat dengan kita adalah dalam bahasa Inggris. Di Indonesia kata mitos mengandung makna: dongeng / isapan jempol / cerita yang dibuat-buat. Jadi kalau saya mengatakan kepada para mahasiswa: ”Marilyn Monroe itu mitos (dari kata ‘myth’). Bisa jadi mereka akan berpikir: “oo.. Marilyn monroe itu sebenarnya tidak ada”.

Lho, kita harus mencintai bahasa Indonesia dong! Berdosalah saya kalau menganggap nasionalisme hanya sebatas bahasa dan di sisi lain membentuk generasi yang salah kaprah. Kecuali kita kompak membakukan semua peristilahan itu dalam semacam konferensi nasional tentang peristilahan bahasa Indonesia dalam bidang desain grafis (hmm.. kelihatannya ada kaitannya dengan wacana simposium pendidikan DKV ?). Saya yakin kita semua paham betul bahwa pengajaran tidak hanya sekedar teori dan menghafalkan istilah seperti SIGN = TANDA. Bahwa lebih bijaksana bila saya melatih kemampuan analisa, riset, dan praktek, agar mereka melihat ‘the big picture’ dari problem-problem yang mereka hadapi, untuk saat ini termasuk menggunakan istilah-istilah dalam bahasa asalnya dan penjelasan menggunakan contoh-contoh kongkrit.

Berbeda dengan logogram dan logotype? Yang ini bukan masalah terjemahan bahasa, tetapi ‘pernah dengar orang lain bilang’. Bila mahasiswa saya tugaskan untuk meriset dan menganalisa, bagaimana dengan saya sendiri sebagai pengajarnya? Apakah saya melakukan hal yang sama untuk materi yang akan saya ajarkan kepada mereka? Bagaimana kalau salah mengajari? Ada istilah yang diajarkan oleh dosen saya saat kuliah dulu, kini saya ajarkan kepada para mahasiswa, lalu mahasiswa saya kemudian menjadi pengajar, lalu terus berlanjut. Kalau dosen saya dulu salah, atau ternyata istilah tersebut sudah tidak relevan di jaman sekarang, sedangkan generasi dibawahnya tidak ada yang mengevaluasi, ini yang dimaksud dengan lingkaran setan kesalah-pahaman itu.

Ingatkah apa tujuan saya mengajar? Mengajar dengan cara saya atau mengajar supaya yang diajar benar-benar paham? Rasa-rasanya saya sendiri masih harus belajar banyak. Menggali ulang istilah-istilah yang masih rancu atau kurang saya pahami, mencari referensi lebih dari satu sumber yang terpercaya, membandingkannya satu sama lain sehingga mendapatkan esensi maknanya, mencari contoh-contoh praktisnya, dan mencari strategi bagaimana menyampaikannya dengan cara yang paling mudah dipahami oleh orang awam sekalipun.

Mengajar adalah investasi. Apakah hasilnya positif atau negatif, buah-buahnya akan nampak dikemudian hari. Masa depan desain grafis kita tidak hanya ada dibahu saya, namun terlebih ada dibahu orang yang saya ajar – para Sagmeister Indonesia yang tidak salah kaprah.