Diajak ikut lomba poster

Tue, Mar 25, 2014 at 6:42 PM

Pak kebetulan sy diajak untuk mengikuti lomba menggambar poster tapi sy binggung pak karena baru pertama ikut.
Apakah bapak bisa memberi tau apa saja yg harus diperhatikan jika kita mengikuti lomba menggambar poster??
Terimakasih

Tue, Mar 25, 2014 at 7:03 PM

Halo,
yang paling penting, pertama kita harus bisa menjawab dulu: 5w:
what (apa): poster apa yang akan dibuat? misal: poster acara sekolah
why (mengapa): apa latar belakang poster tersebut harus dibuat? misal: utk mengajak murid2 berpartisipasi mengikuti acara tersebut
who (siapa): ditujukan pada siapa yang akan membaca poster tersebut? misal: anak2 SMP
where (di mana): di mana acara akan diadakan?
when (kapan): kapan akan diadakan acara tersebut?

nah kalau ini sudah dijawab semua, maka silahkan mulai membuat sketsa dengan beberapa alternatif yang berbeda, misal 5 alternatif pilihan, sehingga nanti tinggal dipilih yang paling baik.

Ini beberapa tambahan dari saya:
silahkan dibaca2 dulu mengenai riset. walaupun topiknya bukan poster, namun ini berlaku untuk semua bentuk desain:

Metode mendesain maskot


baca juga yg ini:
http://www.suriantorustan.com/tag/riset/

Ruang kosong pada desain, Nirmana, dan susah cari buku desain

Mon, Mar 10, 2014 at 3:36 PM

Sore pak…… apakabar ??
pakk saya kasih teknik dan tips dong untuk mengisi ruang kosong pada design …
terima kasihhhhh

Mon, Mar 10, 2014 at 8:01 PM

halo Mas,
lho, mengapa ruang kosong harus diisi?
justru ruang kosong (white space) diperlukan utk:
– memberi jedah supaya mata pengamat bisa beristirahat
– menjadi pemicu agar mata pengamat tertuju pada objek yang kita inginkan untuk dilihat.
– sebagai ‘frame’ objek.
– sebagai penyeimbang komposisi layut.
jadi white space itu tidak selalu harus diisi, justru yg harus dilakukan adalah membuat komposisi seimbang dengan menggunakan elemen2 seadanya, tidak perlu diada-adakan.

bahkan ada ebooknya lho:
whitespace is not your enemy – kim golombisky

baca juga wikipedia:
http://en.wikipedia.org/wiki/White_space_%28visual_arts%29

Tue, Mar 11, 2014 at 12:53 PM

oke pak paham..
oiyaaa berulang kali saya dengar istilah nirmana udah saya pelajari secara teori tpi g paham penerapan langsung nya dalam desain itu gmna pak (maklum otodidak) mohon dijelaskan yaa pakk

Thu, Mar 13, 2014 at 9:43 PM

Setelah mengalami diajari dan mengajar nirmana juga, maka kesimpulan saya nirmana itu lebih bersifat ‘training’, semacam latihan dalam hal kepekaan terhadap elemen-elemen desain dan penataannya, serta pengaruhnya terhadap persepsi.

jadi nirmana ini semacam latihan ‘soft skill’, bukan ‘ilmu siap pakai’, butuh pengolahan lebih lanjut oleh si desainer sehingga ia bisa menerapkannya di proyek desain real. jadi sifatnya tidak bisa langsung diterapkan seperti ilmu layout, atau packaging.

Demikian Mas.

Thu, Mar 13, 2014 at 10:20 PM

terima kasih pak penjelasannya..
oiya pak ngomong2 soal buku, susah bener ya cari buku design ditoko buku, alih2 cri buki design yg ada malah, “tips corel draw” “cara membuat font” manipulasi foto dll.. tpi yg lebih ke anatomi design susah cari nya..
knapa bsa gtu pak ? dan beli nya dmna ya pak ?

Fri, Mar 14, 2014 at 4:12 PM

halo Mas,
itulah cerminan kondisi masyarakat kita yg ga tau tentang desain itu apa. mereka taunya bhw desain itu software saja, kosmetik, dll. btw apa sudah baca artikel saya di:
http://www.suriantorustan.com/bukamata-3-mitos-fakta-desain-grafis/
di situ ada artikel mitos & fakta desain grafis, ya seperti itulah kira2 yg terjadi di masyarakat kita. mau beli buku desain (yg bukan cuma software) memang sulit, lah wong bukunya juga cuma bisa dihitung jari saja ๐Ÿ™‚

inilah salah satu alasan saya mengapa menulis buku2 desain, supaya masyarakat melek desain ๐Ÿ™‚

Ambient media dan guerilla marketing

Tue, Mar 4, 2014 at 12:07 AM

Selamat malam Pak, salam kenal. Saya mahasiswi FIKOM Untar 2010.
Saya dapat kontak Bapak dari teman saya – DKV 2010.
Semester ini saya mengambil skripsi dan yang akan saya angkat yaitu mengenai ambient media. Tepatnya yaitu bagaimana sebuah ambient media diproduksi. Saya menggunakan metode kualitatif.
Karena keterbatasan literatur, sehingga saya meminta bantuan referensi buku dari Bapak.
Dan saya juga cukup mengalami kebingungan membedakan iklan apakah sudah masuk dalam golongan ambient media atau hanya iklan kreatif biasa.

Terima kasih kiranya jika Bapak berkenan membantu saya ๐Ÿ™‚

Fri, Mar 7, 2014 at 9:47 AM

Halo, mohon maaf nih baru balas,

tidak ada 1 kesamaan persepsi tentang istilah ambient media, namun kalau beranjak dari istilah ‘ambient’ sendiri yg artinya surround area = area sekeliling / lingkungan sekitar, maka bisa dikatakan: ambient media itu tidak menggunakan media tradisional yg biasa (iklan majalah, brosur, dll) tapi memanfaatkan media alternatif lain di sekitarnya yang tidak biasa. contoh: trolley supermarket, tembok sisi gedung, pegangan tangan di MRT / trans jakarta, dll.

ada lagi yg namanya guerilla marketing. ini juga sama dengan ambient media, cuma perbedaan utamanya: budget kecil.

jd perbedaan ambient media dengan iklan biasa terletak pada penggunaan ‘medianya’, bukan pada ‘kreativitas’ nya. ambient media menggunakan media alternatif yang tidak biasa / tidak konvensional.

tapi pastinya tetap ada area abu2, dimana sebuah iklan bisa dikatakan termasuk iklan biasa dan termasuk juga ambient media.

ini beberapa sumber yg baik utk dibaca:

– http://advertising.about.com/od/advertisingprojects/a/Different-Types-Of-Advertising-Methods.htm
– http://en.wikipedia.org/wiki/Ambient_media
– http://en.wikipedia.org/wiki/Guerrilla_Marketing

buku:
– Nontraditional Media in Marketing and Advertising by Robyn L. Blakeman
– Guerilla Marketing: Easy and Inexpensive Strategies for Making Big Profits from Your Small Business by Jay Conrad Levinson

ebook:
Media in the Ubiquitous Era: Ambient, Social and Gaming Media by Artur Lugmayr

ini 1 sumber lagi bagus bgt utk dibaca2 (dan tentunya bisa dicantumkan dlm daftar pustaka), soalnya ada membahas segi ekonomis (profit $ yg dihasilkan oleh ambient media), dan segi hukum (krn ambient media kadang memakai fasilitas publik), dll.
http://www.mediaweek.co.uk/article/509646/ambient-media

Sekian dulu, mdh2an bermanfaat.

Sun, Mar 9, 2014 at 2:02 AM

Oke Pak. Terima kasih banyak atas referensinya nanti sekalian saya cari yang bukunya. Memang agak susah ya ambient media semuanya referensi luar rata-rata. Saya belum menemukan buku versi Indonesianya.

Apa perbedaan brand identity, corporate identity, identitas visual?

Mon, Mar 3, 2014 at 7:32 PM

Kpd Pak Rustan,

Salam Desain !

Malam pak, saya mahasiswa universitas Tarumanagara.. saya sedang mengerjakan tugas yang berhubungan corporate identity , saya mau bertanya apakah perbedaan antara brand identity, corporate identity , serta identitas visual? karena saya sendiri bingung untuk membedakannya , mirip” soalnya pak ketiga2 ny pak .. trima kasih

Tue, Mar 4, 2014 at 7:54 AM

Halo, maaf baru balas,
sebelumnya perlu diketahui bahwa tidak ada 1 pengertian yang fix dari istilah2 yang kamu tanyakan itu. maklum saja karena bidang ini sudah cukup lama dan sudah diteliti oleh jutaan orang di dunia, dan mereka masing2 memiliki pengertian yg berbeda2 thd istilah tsb.

Jadi istilah2 ini bukan eksklusif milik bidang desain grafis!

ini beberapa pengertian sejauh yg saya ketahui, ini juga diambil dari berbagai sumber, selayaknya kamu menggali lagi dari sumber2 lain lagi utk mengambil intisari maknanya:

brand identity
setau saya minimal ada 2 pengertian:
1. perangkat brand yang bersifat mengidentifikasikan, spt logo, name, tagline, color, typography, dll. mungkin sound branding juga termasuk di dalamnya (sound branding juga disebut: audio branding, music branding, sonic branding, acoustic branding, sonic mnemonics)
2. brand identity lawannya brand image. brand identitiy dibangun oleh si entitas (bisa perusahaan, produk, tokoh, partai, dll), untuk disampaikan / ditanamkan dalam benak masyarakat sehingga menimbulkan brand image. jadi brand identity adalah identitas yang dibangun oleh si entitas, brand image adalah persepsi mental di benak masyarakat mengenai brand identity tersebut.

corporate identity
istilah ini banyak berbaur dengan istilah brand identity. berbagai pihak menyatakan bahwa corporate identity adalah segala atribut fisik perusahaan seperti color, desain, tulisan, dll.
banyak sumber menyatakan bahwa corporate identity terdiri dari 3 bagian:
– visual / design (logo, seragam, colour)
– communication (advertising, public relations, dll)
– behavior (nilai2 perusahaan, budaya perusahaan, dll)
tentang hal ini saya juga bahas di buku saya ‘mendesain Logo’.

identitas visual / visual identity
pengertian yg ini agak lebih seragam: yaitu disamakan dengan brand identity, cuma yang visual saja: elemen2 visual sebagai identitas perusahaan.

utk lebih jelasnya, ini ada beberapa ebook & links yg bisa kamu pelajari supaya lebih ngerti, dan tentu saja memperkaya daftar pustaka di papernya ๐Ÿ™‚

ebook ttg logo:
– designing brand identity – alina wheeler
– brand identity essentials – kevin budelmann, yang kim, curt wozniak
– logo design workbook – adams moroika
– logo design love – david airey
– Landor brand strategy (ini tentang Landor, konsultan branding terbesar di dunia dan karya2nya)
– the brand glossary – publisher: palgrave macmillan (kamus brand, bagus bgt)

ebook ttg brand:
– creating powerful brands – Leslie de Chernatony, Malcolm McDonald, Elaine Wallace
– building strong brands – Aavid A. Aaker (bapak brand dunia)
– ingredient branding – Philip Kotler (bapak marketing dunia)

website:
www.interbrand.com (di sini banyak artikel pdf gratis yang bisa dipelajari)

sementara demikian, mudah2an bisa membantu.
Terima kasih.

Tentang logo BEM, dan latar belakang IT tapi ingin menjadi desainer profesional

Tue, Feb 25, 2014 at 7:05 AM

selamat pagi pak Surianto rustan,pak, kalau ingin menggambar logo Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) apakah kita harus memasukkanย  logo Universitasnya apa tidak ? dan apakah untuk membuat logo nya, apakah harus dilihat juga dari Visi misi Organisasinya ?
Terima kasih 😊

Tue, Feb 25, 2014 at 7:38 AM

Halo Mas,
Tergantung aturan dari Univnya.
Tp kl ga ada aturannya, silahkan bebas saja tanpa mencantumkan logo Univnya. (Soalnya biasanya logo Univ jadul2 hehe).
Dalam logo ya visi misinya tentu harus tercerminkan, tdk usah gamblang, minimal menggambarkan sifatnya secara simbolis, lewat garis / bentuk / warnanya. Misal: “sifat kokoh”, maka garisnya tegas & agak tebal, atau tulisan tegak yg bold.

Demikian Mas,
Salam suxes!

Fri, Mar 7, 2014 at 8:20 PM

Selamat malam Pak rustan
saya boleh nanya lagi ga nih

terkadang saya bingung pak, saya anak IT, tapi saya tertarik dengan DKV, apakah untuk belajar DKV itu saya bisa belajar sendiriย  atauย  apakah saya harus dibimbing. ? dan impian saya juga ingin menjadi seorang desainer professional, apakah menurut bapak saya yang dari Jurusan IT ini bisa menjadi seorang desainer Professional ?

Maaf ya pak banyak nanya kayak dora hehe 😃 peace

Sun, Mar 9, 2014 at 11:57 PM

Halo Mas,
memang membingungkan kalau seseorang multi-talented. tapi daripada bingungnya, sebaiknya dibanyakin rasa syukurnya ๐Ÿ™‚ tidak banyak orang yang seperti Anda, dimana otak kiri (rasional > IT), dan kanan (estetis > desain) kedua2nya aktif.

nah, pertanyaannya apakah belajar DKV itu bisa dipelajari sendiri atau harus dibimbing?

dulu saya sebaliknya, basic saya desain, menyenangi segala bentuk seni, lalu ketika internet mulai marak sekitar tahun 1995-an saya belajar web, HTML, Java script, CSS, flash, dll. tidak ada yg membimbing, tidak punya buku tentang webdesign satupun, semua dipelajari di web, buka web orang, lihat html & CSS-nya, donlot java, donlot flash, kulik cara coding-nya, dll.

perpaduan pengetahuan & sense tentang desain + kemampuan coding tentunya jadi aset yg sgt berharga sekali. terlebih di jaman sekarang, di mana akses serba mudah, cepat & terjangkau. smartphone & gadget lainnya, apps, augmented technology, dll. yang kesemuanya bersama2 membuka kesempatan yg sgt luas utk dieksplorasi oleh org2 kreatif & multi-talented seperti Anda Mas Zaki.

kita tau bahwa DKV itu ga cuma urusan cetak-mencetak di atas kertas. relasi DKV dengan teknologi di jaman sekarang ini sudah sulit dipisahkan. user interface di gadget, website, games & apps, dll, semua perlu didesain, supaya mudah & menarik utk digunakan. Apalagi ditambah dengan latar belakang IT, tentulah Anda sudah sangat familiar dengan pola pikir & bahasa mesin ๐Ÿ™‚ ini menjadi aset yg sangat istimewa.

Namun bila yang Anda sasar adalah area dlm DKV yang cukup jauh, misalnya periklanan, ataupun packaging, maka kelihatannya sekolah / kursus menjadi penting, minimal perlu pendidikan dasar untuk memahami konsep2nya.

Berikut ini Anda bisa baca2 beberapa artikel tanya jawab saya di blog:

http://www.suriantorustan.com/category/klinikonsultasi terutama yang berkaitan dengan yang ditanyakan:

Menjadi desainer grafis harus kuliah dulu? Riset, analisa, strategi, tidak dimiliki orang awam?

http://www.suriantorustan.com/penghargaan-thd-desain-yg-rendah-lulusan-sma-apa-bs-krj-di-studio-desain-apa-yg-hrs-disiapkan-bila-mau-membuat-srudio-desain-grafis/

Saya kira sekian dulu Mas Zaki, mudah2an bermanfaat ๐Ÿ™‚

Bagaimana agar gambar untuk billboard ukuran besar tidak pecah?

Tue, Feb 18, 2014 at 11:14 PM

Yth. Pa Surianto Rustan

Ada yang sdg coba saya cari tahu, mungkin Pa Surianto dpt ksh masukan atau jawaban. Apabila saya mau membuat iklan cetak untuk ukuran Billboard. Proses agar design saya terlihat tidak pecah dan cukup tajam dengan ukuran format yg kecil/ tidak terlalu besar hrs saya lalui dengan proses design yg bagaimana ?. terima kasih

Wed, Feb 19, 2014 at 4:00 AM

Halo Mas,
Sebetulnya utk diterapkan pada media ukuran besar spt banner/spanduk/billboard, penanganan sebuah image tdk sama dg utk diterapkan dlm media cetak ukuran regular.
Bila utk dicetak di mjlh/buku/poster dll, image minimal hrs 240-300dpi, utk diterapkan di banner/spanduk bisa sekitar 72-150dpi. Dan utk billboar bisa sekitar 72dpi saja. Ingat bhw memang ukurannya jauh lebih besar, tapi jarak pandang dari mata pengamat ke media tsb juga lebih jauh, shg org tdk akan menangkap jelas pixel2/detilnya.

Apabila pixel / detil low res-nya terlalu jelas terlihat, di photoshop, mage tsb bisa dihaluskan dengan filter ‘smart blur’. Tp hrs dicoba2 setting-nya agar pas betul. Btw bukan cuma ‘smart blur’, tp ada bbrp cara lain yg bisa dicoba, silahkan googling cari tutorial photoshop byk sekali di web dg keywords: photoshop remove (atau reduce, atau fix) pixelation.

Ini bbrp diantaranya:

– www.inkling.com/read/photoshop-cs6-missing-manual-lesa-snider-1st/chapter-6/resizing-images
– smallbusiness.chron.com/reduce-pixelization-photoshop-54634.html

Smg lancar pekerjaannya, suxeselalu ๐Ÿ™‚

Adakah pakem buku sehingga layak dibaca orang?

Tue, Feb 18, 2014 at 5:09 PM

Selamat sore pak,

Semoga masih ingat dengan saya pak.
Saya mau bertanya seputar dengan masalah penyampaian informasi dari sebuah buku. Dalam buku layout, di katakan bahwa ada beberapa Hal yang perlu di perhatikan saat membuat buku yaitu, desain cover, desain navigasi, kejelasan informasi, kenyamanan membaca, dll.

Nah yang saya mau tanya kan adalah, apakah ada pakem khusus atau aturan khusus atau nilai-nilai standard dalam membuat sebuah buku sampai buku tersebut layak di sebut sebagai sebuah buku? Atau sebagai sebuah buku yang layak untuk di baca oleh banyak orang? Atau kah mungkin ada kelayakan lainnya yang lebih tepat pak?
Atau kah karena desain ini bersifat relatif, jadi Hal tentang pakem atau aturan atau kelayakan ini berhubungan langsung dengan selera dari target pembacanya?

Begitu pak pertanyaan saya, saya mohon sharing-an nya dari bapak. Terima kasih pak.

Tue, Feb 18, 2014 at 5:56 PM

apakabar ๐Ÿ™‚
mengenai desain buku, selayaknya sebuah karya desain, ia memiliki berbagai fungsi selain hanya sekedar estetis / indah / bagus.
lebih lengkapnya silahkan membaca2 artikel yg saya tulis tentang apa itu desain grafis:
www.dgi-indonesia.com/bukamata

nah, ada karya2 yang didesain lebih banyak menonjolkan fungsi2nya (misalnya tulisan yang jelas, layout yang teratur, dll > untuk mengakomodir fungsi menjual, fungsi navigasi, dll), tapi ada juga yang lebih diperlukan segi kreativitasnya (utk topik2 tertentu, misalnya seni kontemporer, ekspresi personal, dll). penanganan keduanya sangat berbeda, yg satu sangat teratur, terbaca dengan jelas, rapi, dll, yg satu lagi abstrak, emosional, tp tidak jelas terbaca.
kita tidak bisa bilang yang jelas terbaca & teratur rapi itu lebih baik daripada yg sgt kreatif dan hampir tidak terbaca. semua sangat tergantung pada konsep desain tsb dibuat, antara lain 5W 1H:
– What: untuk apa desain itu dibuat
– Who: ditujukan utk siapa desain tsb
– When: kapan
– Where: dimana
– Why: mengapa diperlukan
– How: mengapa pakai strategi tsb

Jadi kelayakan sebuah buku didesain spt apa itu sgt tergantung dari konsep & fungsi2 yg diemban buku tsb. Ia disebut layak bila konsep2 & fungsi2 tsb bisa terjawab dalam desainnya. misalnya cocok dan diminati oleh target audiens ybs, dll.

Desain tidak melulu intuitif, tapi juga rasional. kalau melulu intuitif itu kemungkinan seni rupa murni, bukan desain. masalah relatif dan masalah selera tidak menduduki tempat teratas dalam desain. tempat teratas adalah apakah desain itu bisa memenuhi fungsi2 yg diembannya.
silahkan baca di http://www.suriantorustan.com/bukamata-3-mitos-fakta-desain-grafis, mudah2an bisa menjelaskan soal selera ini.

mungkin sementara itu, Ingrid, apabila setelah membaca2 artikel tersebut masih bingung juga, silahkan tanya2 lagi ya.

Suxeselalu!

Bagaimana hukumnya menggunakan gambar dari internet?

Fri, Feb 14, 2014 at 11:44 AM

haloooo pak..
lama tak tanya hihi, sya mau nanya pak.. gmna hukum nya ngambil gambar di internet, google khusus nya utk keperluan design kita, ex : ilustrasi, backgroun, texture, photo, dll
mohon penjelasannya pak..

Fri, Feb 14, 2014 at 12:46 PM

Tujuannya utk digunakan sbg apa Mas? Krn tergantung penggunaannya, kl utk edukasi biasanya ada pengecualian / kemudahan. Kl utk komersial ada syarat2 tertentu yg hrs dipenuhi. Dll.

Fri, Feb 14, 2014 at 12:52 PM

Lebih Sering nya Komersil Pak, sebagai Contoh saat saya mendesain brosur nahh harus ada photo yg mewakili, trus saya cari di google image, gmna hukum nya pak..
apa persyaratannya?

Fri, Feb 14, 2014 at 1:25 PM

Kalo sekedar utk diperlihatkan, dan tdk dipergunakan utk klien (mslnya utk keperluan presentasi saja) mgkn msh oke Mas, tp kl utk didesain dan dipergunakan oleh klien (dicetak / disebarluaskan utk tujuan komersil) sebaiknya image tsb dibeli saja dan biayanya dicharge saja kliennya. Kan byk CD image bank yg bisa dibeli dg berbagai tema. Kl cari di google silakan cari ke website penjual img tsb, misal: www.corbis.com, www.123RF.com, dll. Jgn cari ke deviant art atau karya2 personal

Fri, Feb 14, 2014 at 2:27 PM

kalau search random di google image yg highres gmna pak ? misal saya search ttg background atau foto gedung gtu pak..
semisal di all-free-download.com

Fri, Feb 14, 2014 at 2:50 PM

Yg penting baca term & condition-nya, aturan penggunaan foto tsb, krn beda produser, beda aturan.

Apa kriteria untuk sekolah S2 Desain? Ada referensi Univ-nya?

Wed, Jan 22, 2014 at 10:21 AM

Pagi pak, berlanjut dr postingan fb ttg S2 DKV, klo blh tau kriteria yg bgmana baik secara personal maupun akademis agr bs lanjutin S2 DKV meskipun berasal dr S1 bukan DKV(sya lulusan S1 Farmasi), dan ad gk referensi universitas yg bs menerima lulusan dr S1 yg bukan dr DKV

Wed, Jan 22, 2014 at 12:09 PM

Halo Mas,
pertama2, Mas perlu ketahui dulu intisari yg dipelajari di S2, spy
bisa lebih bijak mengambil keputusan. Untuk itu sebaiknya baca dulu artikel tanya jawab saya mengenai S2 ini di:
http://www.suriantorustan.com/apa-perlu-desainer-studi-s2-gmn-prospek-studi-desain-di-luar-negeri-gmn-lulusan-luar-negeri-yg-krj-di-indonesia/
Itu mungkin bisa menjawab persyaratan personal yg ditanyakan.

nah selanjutnya saya teruskan:
ada bbrp sekolah yg menawarkan pendidikan S2 desain, bbrp ada yg nuansanya seni & budaya, ada yg nuansanya bisnis. ini sebaiknya dilihat2 dulu, supaya ada gambaran:

Trisakti:
http://www.pasca.trisakti.ac.id/mds_kurikulum.php

ITB:
http://www.sps.itb.ac.id/ind/program-studi-magister/
contoh2 abstrak / sekilas karya thesisnya bisa dilihat di sini:
http://www.s2desain.fsrd.itb.ac.id/?page_id=37

ISI Jogja: (cenderung ke arah seni)

Pascasarjana

IKJ: (cenderung ke arah seni, tp lebih ke sisi industri & bisnisnya)
http://pascasarjanaikj.ac.id/

dari beberapa sumber tsb sbnrnya sudah bisa menjawab persyaratan akademis yg umumnya disyaratkan oleh sekolah S2 desain.ย  umumnya bisa menerima dari jurusan S1 manapun yg bukan DKV. kalau di trisakti, ada semacam ‘program pengenalan’ singkat, bagi yg asalnya bukan dari S1 DKV.

sementara itu Mas sejauh pengetahuan sy yg terbatas, apabila msh ada yg mau ditanyakan, silahkan.