Ingin membuat studio desain grafis, tapi penghargaan masyarakat terhadap desain sangat rendah. Apa yang harus dipersiapkan? Bagaimana belajar menggambar?

ridho midanto
Tue, Jan 7, 2014 at 10:32 AM

Halooo Pak… Lama tidak berjumpa,,
saya ada beberapa pertanyaan pak, mohon dijawab dan saya diajari dengan sabar hehe
1. Dikota saya pekalongan,,, belum ada Studio Design Grafis,, saya ingin membuat studio design grafis,, tapi takut gak ada yang berani masuk pak, karena penghargaan masyarakat pekalongan terhadap design sangatlah rendah.. mayoritas penghargaan design di sebuah percetakan hanya Rp. 10,000 per desain, jujur saya ngerasa kurang dihargai pak..
>> Apa yang harus saya lakukan pak  ??
2. Saya hanya lulusan SMA, bisa kah saya bekerja di sebuah studio desain grafis pak, selama ini saya hanya menjadi designer di sebuah percetakan..
3. Jika saya ingin membuat studio desain grafis apa yg harus saya siapkan pak
4. Saya lampirkan Portofolio Saya , mohon dinilai dengan sejujur-jujurnya pak, kurang nya apa, terima kasih 🙂

Surianto Rustan
Wed, Jan 8, 2014 at 12:19 AM

Halo Mas Ridho,
mohon maaf baru balas emailnya, tdk bisa seketika.
1. menurut saya ada 3 segi yg dituntut dr seorg desainer bila dia mau eksis & survive di jaman ini, di mana desain kurang dihargai, yaitu:
ketrampilan mendesain, ketrampilan berkomunikasi, ketrampilan berbisnis.

ketrampilan mendesain tentu Anda sdh mengerti, kita bahas ketrampilan berbisnis dulu:
– pelajari pasar, siapa saja pesaing kita, apa sj yg mrk lakukan, bgmn mengalahkan mrk, apa saja mslh dihadapi di pasar yg nanti kemungkinan akan dihadapi (misalnya desain yg krg dihargai, dll), siapa klien utama yg disasar? (ukm? perorangan? level tinggi / rendah?) bgmn mendekati klien? (gimana cara nyari klien? melalui siapa? org dalam? rekrut teman sbg tenaga marketing?). berapa tarif saya? berapa tarif pesaing?
– pelajari apa saja modal2 yg sudah dimiliki (misalnya: peralatan, tenaga kerja, waktu yg tersedia, network, dll), apa yg belum dimiliki (misalnya: network, pengalaman, dll)
– rencanakan masa depan bisnis, misalnya bikin target2 yg hrs dicapai dlm 1 th kedepan, 2 th kedepan, dst. lalu susun langkah2 apa yg hrs dilakukan utk mencapai target tsb.

itu sekilas mengenai ketrampilan bisnisnya, sbnrnya byk sekali tips2 membangun bisnis yg diberikan org scr gratis di web, bisa dipelajari, misalnya:
http://www.score.org/resources/business-planning-financial-statements-template-gallery
link di atas sarankan juga bagi mhsw saya, walopun bhs inggris, tp mudah dimengerti & mudah digunakan, itu sdh sgt komprehensif, cocok utk membangun bisnis dari nol.

di bawah ini adlh tips2 yg sifatnya soft skill:

Bagaimana Cara Membangun Bisnis?


selain artikel itu, byk artikel arketing lain yg berguna di situ.
nah link berikut ini ga usah beli produknya, tp artikelnya menarik utk membangun bisnis:

Order TCS

nah, ttg ketrampilan komunikasi:
– pelajari bgmn komunikasi dg klien scr tulisan, lisan, maupun gestur / sikap tubuh.
tulisan: bgmn menulis email pd klien yg baik & benar, bgmn menulis pesan singkat utk klien, dll
lisan: bgmn mendengarkan & menangkap dg tepat apa yg klien maksud (sy butuh waktu bertahun2 utk menguasai ketrampilan ini), bgmn cara bertanya yg baik, bgmn cara mengadakan pertemuan & berdiskusi, cara negosiasi & tawar-menawar harga, proyek, dll., cara mengatur pekerjaan & komunikasi dengan anggota tim, dll.

intinya bagi si klien itu: hrs jelas keuntungan apa saja yg dia dapatkan bila pakai jasa desain kita. misalnya dg mengatakan spt ini:
“Nanti kan Bapak akan mencetak ini dlm jmlh banyak, biaya yg dikeluarkan juga tidak main2, nah, amat disayangkan apabila desainnya justru tidak menjual, semua jadi sia2.” jadi bila kita menetapkan harga 1 juta misalnya, si Klien jgn dibiarkan kebingungan knp hrgnya mahal begitu, tp kita beri penjelasan yg mudah dimengerti & masuk akal, knp harganya segitu. biasanya apabila penjelasannya masuk akal, dengan membandingkan dg kualitas karya yg bagus, maka klien akan setuju. mereka bukannya tidak punya uang, dan mereka juga tau bhw: ada harga > ada kualitas, tp mrk hanya perlu diberi pengertian.

kesalahan desainer biasanya tidak menganggap klien itu sahabat, tp pihak lain yg hny diperlukan duitnya. desainer sebaiknya menganggap  klien itu seperti rekan kerjanya, hrs ditemani. tujuan utama komunikasi bisnis: membuat klien percaya pada saya. kalau ini sudah tercapai maka akan jauh lebih mudah, krn kita sdh mjd org kepercayaan klien.

sekian dulu Mas, mdh2an bermanfaat.

o iya, karya2nya lumayan koq, apalagi mengetahui bhw Anda tdk mengenyam pendidikan desain secara khusus, karya2 tsb jd spesial 🙂

ridho midanto
Wed, Jan 8, 2014 at 8:19 AM

waahh istimewa sekali pak.. sungguh sangat bermanfaat..
lalu apa hanya lulusan sma bsa berkerja disebuah studio desain pak ?
saya ingin kuliah dkv, tpi kendala biaya dan skill gambar sangat buruk, solusi nya bagaimana pak ?
apa yg harus diperbaiki dri design saya pak (walau saya sadar banyak bgt yg hrs diperbaiki )

Surianto Rustan
Wed, Jan 8, 2014 at 9:49 AM

Tmpt krj dsgnr kan ga cm di studio desain, sy 8 thn bkrj (beda2 tmpt) ga prnh 1 pun di studio dsgn ato advertising, tp seluruhnya di perusahaan umum spt di bank, penerbitan, IT, dll. Cb deh baca artikel yg sy tls di www.dgi-indonesia.com/bukamata ttg lapangan krj dsgnr grfs.

Lagipula tdk smua perusahaan cari dsgnr bdsrkan pendidikannya, ada yg bdsrkan portfolionya / kualitas karyanya. Dan yg penting jg adlh ketrampilan komunikasi lisan & gestur pas wawancara kerja dan komunikasi tulisan pas bikin surat lamaran & CV.

kl seseorg mengalami kekurangan cacad fisik, mk usahanya hrs 2x lipat org normal. Sy tdk menyamakan org yg tdk sekolah formal dg cacad fisik, tp usahanya memang hrs 2x lbh giat drpd org normal.

Ingat, kualitas diri seseorg tdk berdasarkan pendidikannya / pihak lain, melainkan kekuatan niat dirinya sendiri.
Jd kl merasa kurang di bidang A, ya hajar di bidang A sampai mahir, kurang di B, hajar di bidang B sampai mahir. Baru bs bersaing sejajar dg yg lain. Jgn hny terima nasib, tp rancang nasib kita msg2, sambil minta restu Tuhan.

Apalagi soal ketrampilan menggambar, itu sgt penting, toh tdk perlu mahir sekali. Semua ketrampilan bs dilatih & dipelajari oleh semua org. Bohong kl ada yg blg hny org2 yg berbakat yg bisa. Kl org lain bisa, sy pst bisa.

Yg jg sgt krusial dilakukan adlh: hrs byk lihat2 hsl desain para ahli, jgn cm yg dlm negri, tp luar negri jg. Di situs dgi-indonesia yg link di atas itu byk karya2 dsgn org sini, utk liat2 karya2 luar negri tinggal ke google, tulis: best graphic design, top graphic design, dll.

Manfaatkanlah akses internet dg optimal utk liat2 karya2 org lain. Dulu sy pny hobi jd ‘pemulung karya’, sy seneng donlotin karya2 org dlm & luar negri sampe 3-4 CD, trs tiap ari dibuka2 lg utk mempelajarinya. Ternyata karya2 itu mengendap di bwh sadar sy & di kemudian hr kl diperlukan tinggal dimunculkan dlm bentuk ide2. Itu bkn meniru melainkan memberi ide2. Jd makin sedikit liat = makin sdkt ide, makin byk liat = makin byk ide. Otomatis mempengaruhi karya dsgn kita.

Gitu Mas

ridho midanto
Thu, Jan 16, 2014 at 7:49 PM

kmrn bpk menyarankan sya utk berlatih menggambar.. nah saya harus mulai dri mana pak.. mohon bimbingannya…

Surianto Rustan
Wed, Mar 29, 2017 at 9:33 AM

Urutan belajar menggambar umumnya sbb:
– dimulai dari melenturkan tangan, yaitu dengan belajar menarik garis,
lurus & lengkung,
– menggambar bentuk2 dasar yang berbidang datar seperti lingkaran, kotak, dll,
– menggambar bentuk2 dasar 3 dimensi, seperti kubus, kotak, dll.,
– belajar mencontoh bentuk nyata yang geometris seperti gelas, kendi,
pensil, dll,
– mencontoh bentuk nyata yang organik seperti  bunga, tanaman, batu, dll
– perspektif/ruang
– menggambar hewan
– menggambar manusia

Di internet banyak sekali tutorial gratis untuk yang mau belajar
gambar Mas, berikut ini beberapa diantaranya:
– http://www.artistdaily.com/free-ebooks#drawing
– https://www.smashingmagazine.com/2009/09/50-clever-tutorials-and-techniques-on-traditional-drawing/
– http://www.dragoart.com/
yang ini juga banyak bgt tutorialnya Mas, silahkan dipelajari:
– http://www.onlypencil.com/blog/
saya sarankan 1 hari menyelesaikan 1 proyek saja dulu, dimulai dari yg
paling disenangi dan paling mudah dulu. besok ganti proyek yg lain.
tidak dapat dipungkiri, dalam sebulan pasti sudah banyak kemajuan,
asal latihannya tiap hari.

Dan ini ada beberapa buku bahasa Inggris yang bagus untuk belajar menggambar:
– Drawing for the Absolute Beginner: A Clear & Easy Guide to
Successful Drawing, by Mark Willenbrink, Mary Willenbrink
– How to Draw What You See Paperback, by Rudy De Reyna

Sementara itu Mas, selamat belajar.
Salam suxes.

Pertanyaan teman kantor: “berapa harga logo, kalo bisa jangan mahal2 ya, usaha saya kan masih kecil”

Fri, Jan 17, 2014 at 12:58 AM

Dear Pak Rustan, Salam Sejahtera untk bapak.

Hmm..saya mulai saja ya pak..maaf kalau saya ngirimnya malam2…habis saya kepikiran terus. Begini pak, sekarang saya bekerja sbagai tenaga in-house desain grafis di sebuah perusahaan di surabaya. Saya sadar bahwa faktanya, In-house itu tidak lebih sebagai tukang, karena kita di gaji. Perusahaan tidak menggaji kita karena analisa berpikir kita, melainkan ‘hasil’ dari kerja kita (hasil desain = komoditas). Jelas secara hati nurani sangat kontradiksi dengan peran sebagai seorang desainer. Namun saya yakin, ini hanya soal waktu saja bahwa suatu saat saya bisa mendesain dengan sebenar-benarnya artinya ada riset, ideation, kolaborasi, dan proses yang lain dalam menghasilkan sebuah karya desain.

Dan sekarang ada beberapa teman kantor saya yang ingin membuat logo dan identitas usahanya. Saya pikir inilah kesempatan saya untuk menunjukkan, dan mengarahkan mereka pada bagaimana desain yang berkualitas itu. Masalahnya adalah pertanyaan awal mereka selalu “berapa harga untuk membuat sebuah logo, kalo bisa jangan mahal2 ya, usaha saya kan masih kecil”. Jawaban saya selalu mengalihkan perhatian mereka dengan berkata “Anda isi dahulu pedoman kreatif saya dengan selengkap2nya”. Nah sekarang setelah mereka mengisi pedoman kreatif saya malah bingung, berapa ya harga yang harus mereka bayar untuk jasa saya??? Jujur saya sangat sulit pak untuk bicara harga desain, karena saya sering berpikir bahwa desain itu sebenarnya sangat sukar dinilai dengan uang. Namun kalau saya tidak bisa mengatakan harga nominalnya, saya kuatir lama-kelamaan malah menjadikan dibenak mereka dan semua orang bahwa desain itu gratis!. Apa saya harus bilang”berapa budget anda, untuk ini diluar biaya cetak”

Tue, Mar 28, 2017 at 11:44 PM

Pasar/industri Desain grafis sudah tidak seperti dulu lagi Mas, sudah tidak seksi. Makin murah dan makin tidak dihargai. Semua itu disebabkan oleh berbagai macam hal, terutama: TEKNOLOGI. Pesatnya perkembangan teknologi software/apps & web, menyebabkan semua orang bisa jadi ‘desainer instan’. ‘Mendesain’ cukup pakai smartphone, pakai puluhan apps gratis, yang isinya template & clipart siap pakai, dalam sekejap ‘desain’nya jadi. Teknologi itu menjadi awal timbulnya fenomena2 negatif lainnya, seperti: kontes desain, desain murah & desain graTis, dan timbulnya mindset & mitos2 salah tentang desain grafis yang bisa dibaca di: http://www.suriantorustan.com/bukamata-3-mitos-fakta-desain-grafis

Di tengah arus besar mindset masyarakat seperti di atas, bagaimana saya bisa meyakinkan orang soal value? Soal kualitas? Soal proses? Soal harga?

Sudah sejak tahun lalu saya susun presentasi mengenai fenomena desain grafis yang menyedihkan ini. Rencananya akan saya tulis secara lebih lengkap, nanti kalau sudah selesai akan saya publish di medsos. Jadi maksud saya, nanti jawaban saya soal harga/tarif, dll., mengacu pada tulisan tersebut. Jadi akan didapat gambaran yang jelas & menyeluruh soal fenomena desain grafis ini.

Ada ga website yang menyediakan jasa kontes2 desain, tapi yang tidak ada tipu menipunya?

Mon, Dec 16, 2013 at 1:47 PM
Pak Rustan, maaf ganggu.
Di indonesia ini, ada ga website yang menyediakan jasa kontes2 desain seperti di http://www.crowdspring.com tapi yang tidak ada tipu menipunya.
mohon bimbingannya 🙂

Mon, Dec 16, 2013 at 6:46 PM
Halo Mas, kita tdk bs menjamin kontes2 macam itu tidak ada tipu-menipunya. Kl sy perhatikan, kontes desain ada 2 macam, yg 1 itu semacam crowdspring, 99design, dll.
Jenis yg kedua, biasanya istilahnya bukan kontes, tp awarding, peserta dipersilahkan mengirimkan portfolio yg prnh dikerjakan utk kliennya. Lalu karya tsb akan dinilai keunggulan kualitasnya.
Menurut sy yg kedua itu lbh baik drpd yg pertama.
Utk memperdalam pengertian ttg kontes2 logo tsb dan akibat2nya, silahkan baca2:
www.nospec.com
www.Aiga.org/position-spec-work
Sekian dulu Mas, smg bermanfaat 🙂

Teaser buku Mari Berhitung Sisa Hidupmu #3 gaya tidur di tempat kerja, #4 dendamlah!, #5 naik gunung

Short movie clip buku Mari Berhitung Sisa Hidupmu.
Teaser menjelang acara peluncuran perdana Oktober 2012.
Kreasi: Triden Tan & Eko Susanto.

Portfolio: Goodbye conscience

Goodbye conscience
Goodbye conscience

Title: “Goodbye Conscience…”
mural, 100 x 40 cm
Year: 2011
Medium: dinding retak dalam rumah, Lyra Titan 307/2B, 307/6B, Lyra Graphite Stick 9B.

Momen perpisahan antara manusia dengan hati nuraninya sendiri, yang lama-kelamaan makin mengecil dan akhirnya lenyap sama sekali.

Portfolio: Sekitar kampus

Sekitar kampus
Sekitar kampus

Title: “Sekitar Kampus”
magazine’s column title, 16.3 x 10.3 cm
Year: 1988
Medium: pensil, pena Boxy, dulu belum ada komputer 🙂

Sekitar Kampus adalah sebuah rubrik majalah saat SMA. Karya dibuat secara manual, dengan aturan: seandainya itu berbentuk 3 dimensi, maka pita/garisnya harus bersambung terus, tidak boleh terputus.

Portfolio: Tolong dibroadcast ya…

penculikan - fenomena urban
tolong dibroadcast ya…

Title: “Tolong dibroadcast ya…”
27.6 x 21.4 cm
Year: 2012
Medium: karton gelombang/corrugated board bekas pakai, bolpen.

Karton gelombang melambangkan objek industri massal yang remeh dan sepele, ia sama tidak pentingnya dengan kasih sayang, pada masyarakat urban di jaman sekarang – dalam keluarga (antara orang tua dan anak), dan sesama (antara majikan dan pembantu). Anak sebagai objek/produk yang dikontrol perkembangannya dari jauh oleh para orang tua sebagai komisaris dan pemegang saham, sedangkan kegiatan operasional seluruhnya dikerjakan oleh sopir, babysitter/pembantu.
Karton gelombang juga sama sepelenya dengan pesan-pesan bb/sms menyangkut fitnah, penculikan, bahkan pencabutan nyawa manusia yang jadi santapan kita sehari-hari. Tidak tahu lagi mana yang palsu, mana yang benar.
Bagaimana? Delete saja?

Portfolio: Ga bs plg

ga bs plg
ga bs plg
ga ns plg - detail
ga ns plg – detail

Title: “Ga bs plg”
Poster, 200 x 100 cm
Year: 2009
Tools: Photoshop

“Menjerit-jerit dalam kerangkeng
Di relung hati yang paling dalam.”
Mengenang kerusuhan Mei ’98.
“ga bs plg” memiliki makna bagi para korban dan kita semua:
tidak mungkin pulih seperti sedia kala.
Kegelapan ruang melambangkan hitamnya peristiwa itu dan kedalaman relung hati.
Handphone tegak terus menyala: ingatan itu tetap berdiri tegak dan menjerit2 dari dalam hati sampai kapanpun, tak mungkin hilang walau dicoba untuk dihapus.

Portfolio: Happy New Year 2010

Happy New Year 2010
Happy New Year 2010

Title: “Happy New Year 2010”
eCard, 1024 x 768 pxl
Year: 2009
Medium: buku, kamera, Photoshop.

Eksperimen tipografi menggunakan dua buku – LAYOUT dasar & penerapannya, dan mendesain LOGO – yang digulung/dilipat membentuk huruf-huruf yang tersusun menjadi kalimat: happy New Year 2010.